Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
  Berita di antara kita  
 
 
"Janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah."
(Mat 10:26-27)
   
   
   
   
 
  Paroki St. Hilarius, Sei Beduk, Batam:
Menyambung kembali mata rantai yang terputus
     
 

TIGA SETENGAH TAHUN yang lalu, tepatnya 6 Januari 2013, kiprah para misionaris SVD di Paroki St. Petrus, Lubuk Baja, Batam, berakhir, dengan serah terima jabatan pastor paroki dari P. Antonius Sarto Mitakda, SVD, ke Rm. Yohanes Belang De Ornay, Pr. Serah terima tersebut menandai akhir dari era perintisan oleh para misionaris SVD, sejak tahun 1990, sebagai stasi misi dari paroki Tanjung Pinang; dilanjutkan sejak 9 September 1991, sesudah diresmikan menjadi Paroki Santo Petrus, dengan pastor paroki pertama ialah P. Allan Geogehan Nasraya, SVD, dibantu oleh P. Stanislaus Kalawair, SVD. Mata rantai misi yang terputus tersebut kembali disambung dengan diresmikannya Paroki St. Hilarius, Sei Beduk, Batam, pada hari Minggu, 9 Oktober 2016. Peresmian dilakukan oleh Administrator Apostolik Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, yang juga resmi mengangkat dan melantik P. Kristianus Ratu, SVD, sebagai pastor paroki yang pertama, disertai oleh Dewan Pastoral Paroki dan perangkat-perangkat penunjang lainnya. Dalam amanatnya kepada pastor dan umat paroki yang baru, Mgr. Yuwono menekankan pentingnya menjaga wawasan Kerajaan Allah dalam bingkai pastoral Keuskupan Pangkalpinang, yang memberi perhatian khusus kepada pengembangan dan pemberdayaan umat melalui KBG (Komunitas Basis Gerejawi).

 


Lima misionaris SVD yang hadir: (dari kiri) P. Agung Suhartana, P. Pungky Setyawan, P. Alan Nasraya,
P. Kristianus Ratu, dan P. Aurelius Pati Soge

 
 

Paroki St. Hilarius, Sei Beduk, Batam

Dalam deklarasi resmi tersebut, paroki baru ini dinamakan Paroki St. Hilarius, sebagai penghormatan kepada almahrum Uskup Pangkalpinang, Mgr. Hilarius Moa Nurak, SVD, yang telah meninggal dunia pada tanggal 29 April 2016, di RS Katolik Mount Alvernia, Singapore. Sebelum meninggalnya, Uskup Hilarius sudah mencapai kesepakatan dengan Provinsial SVD Jawa, P. Yoseph Jaga Dawan, tentang pengelolaan paroki baru tersebut. Provinsi SVD Jawa melanjutkan kembali pelayanan di pulau ini, dengan memberikan tenaga imam yang mengelola paroki baru, di samping Kerasulan Kitab Suci yang khusus dilayani dari Bible Centre, Sukajadi. Turut hadir dalam persemian tersebut, P. Pungky Setyawan, wakil Provinsial SVD Jawa, sebagai utusan resmi Provinsi SVD Jawa, disertai oleh beberapa misionaris SVD, termasuk P. Alan Nasaraya, misionaris SVD pertama yang memulai karya di Pulau Batam dan pastor paroki pertama St. Petrus, Lubuk Baja. Paroki baru St. Hilarius merupakan pecahan dari Paroki St. Petrus, Lubuk Baja, dengan jumlah umat lebih dari 3.500 jiwa, meliputi tiga stasi, yakni St. Filipus Bida Ayu, St. Aloysius Rabata Pancur dan St. Aloysius Gonzaga Muka Kuning. Dalam sambutan penerimaan tugas baru sebagai pastor paroki, P. Kristianus Ratu mengajak semua komponen paroki baru agar membangun paroki sebagai satu keutuhan Keluarga Allah, membangun jembatan perbedaan-perbedaan, sehingga cita-cita Keuskupan Pangkalpinang dapat diwujudkan dengan baik di dalam paroki baru tersebut. Mengutip St. Arnoldus Janssen, pendiri Tarekat SVD, P. Kris menegaskan, bahwa tak ada cara yang lebih manusiawi untuk memenangkan hati sesama manusia, selain perhatian, cinta dan keramahtamahan. Selanjutnya, sebagai tanda apresiasi atas peranan Paroki St. Petrus yang telah mempersiapkan semua kebutuhan awal Paroki St. Hilarius, P. Kristianus menuliskan sentimennya, "Dua puluh lima tahun bukan tidak ada kisah.... Dua puluhlima tahun bukan tidak ada cerita..... Ada banyak kisah dan cerita yang kita bangun di tempat ini. Dan kami harus mengatakan: Kami tidak mungkin berpaling dari cinta lama. Kami akan rindu padamu St. Petrus. Kami berjalan dalam kenangan cinta lama. Tetapi kami pergi karena cinta... Dan Kami pergi atas nama cinta. Kami sadar dan mengamini bahwa kita telah merenda hidup bersama dalam rentang waktu 25 Tahun, 300 bulan, 1300 minggu, 9125 hari, 219.000 jam, 13.140.000 menit."

 
 

P. Kristianus Ratu mengucapkan janji sebagai Pastor Paroki St. Hilarius, Sei Beduk di hadapan Mgr. Yohanes Harun Yuwono: kiprah baru misi kita ....
 

Hadiah Pesta Perak Paroki St. Petrus, Lubuk Baja

Bagi Paroki St. Petrus, Lubuk Baja, pemekaran ini merupakan yang keempat kali, sesudah Paroki St. Damian, Bengkong; Paroki St. Maria Bunda Pembantu Abadi, Batu Aji; dan Paroki Kerahiman Ilahi, Tiban. Dengan didirikannya Paroki St. Hilarius, kini Pulau Batam memiliki lima paroki, yang bersama-sama dengan Paroki Tanjung Balai dan Paroki Tanjung Pinang, membentuk Kevikepan Kepulauan Riau. Pemekaran keempat ini boleh dikatakan merupakan hadiah pesta perak (25 tahun) Paroki St. Petrus. Perayaan meriah Ekaristi kudus ditandai juga dengan tahbisan tiga imam dan satu diakon, yakni Rm. Sesarius Gelede Liwun, Rm. Paulus Yoseph K. Sogen, Rm. Martinus Lejo Da Silva, serta D. Novem Sadipun. Sejumlah besar imam, baik dari wilayah Kevikepan Utara (Kepulauan Riau) maupun Kevikepan Selatan (Bangka Belitung), maupun imam-imam lain, menghadiri acara khusus tersebut. Sejumlah pejabat pemerintahan juga turut hadir dan bergembira bersama dengan umat Katolik Paroki St. Petrus.

Menurut buku kenangan yang diterbitkan oleh Paroki St. Petrus untuk perayaan ini, komunitas umat Katolik Batam diawali oleh kedatangan sejumlah perantau asal Flores di tahun 1959, yakni Theodorus Selaka, Moses Musa dan Markus Kopong. Tahun berikutnya, datang lagi beberapa perantau, yakni Petrus Piatu Atawolo, Bernardus Lera dan Alo. Kegiatan awal ialah berdoa rosario di rumah Theodorus Selaka. Jemaat semakin bertumbuh seiring dengan datangnya belasan perantau lain antara tahun 1962-1963. Kehadiran mereka sampai ke telinga P. Rolf Reichenbach, SSCC, pastor paroki Tanjung Pinang. Pastor Rolf akhirnya mengunjungi mereka dan merayakan Ekaristi untuk mereka di Kapela St. Maria, Batu Ampar, gedung kecil yang bisa mereka dirikan. Beralih dari Batu Ampar, jemaat kemudian membangun Kapela di Sei Jodoh di tahun 1969, berkat jasa Haji R. Muhammad yang menyumbangkan tanahnya untuk keperluan tersebut. Tahun 1983, sesuai dengan tata ruang, pemerintah memberikan Bukit Baloi sebagai lokasi baru gereja, karena Sei Jodoh hendak dikembangkan menjadi pusat perdagangan. Di lokasi inilah sampai sekarang berdiri bangunan Gereja Katolik St. Petrus, Lubuk Baja. Dari rahimnya, kini lahir Paroki St. Hilarius, dan misionaris SVD pun kembali melanjutkan pelayannya yang sempat terputus.

 
     


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge