Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2014
  MASA NATAL  
 
 
Bertolaklah selalu dari "akar" dirimu...

ADA BANYAK cara orang merayakan Tahun Baru. Ada pesta kembang api, ada tiupan terompet, arak-arakan kendaraan bermotor, dan sebagainya. Bukan lagi hal yang baru dan aneh melihat orang mengungkapkan kegembiraan hatinya karena tahun yang baru. Namun di balik kemeriahan itu, kita boleh bertanya, di mana sebetulnya batas antara tahun yang lama dan yang baru? Kapan sesungguh peralihan itu? Sedetik? Semenit? Orang yang jujur akan mengakui, bahwa peralihan itu sebetulnya tak lebih dari sebuah konsep. Walaupun demikian, kegembiraan karena perayaan ini sudah begitu berpengaruh pada masyarakat. Perlu dipikirkan untuk memberi makna yang lebih dalam daripada sekedar kemeriahan artifisial belaka.

Gereja menandai awal tahun baru ini dengan perayaan Maria Bunda Allah. Mengenang peranan Bunda Maria merupakan proses penyadaran akan inisiatip Tuhan untuk mengangkat martabat manusia berdosa. Tuhan mengutus Yesus untuk menjadi Penyelamat. Untuk mewujudkannya, Maria, seorang perempuan, dipilih menjadi pelaksana. Maka merayakan Maria Bunda Allah di awal tahun baru merupakan ajakan untuk mengingat selalu “akar” pribadi kita. Kita berasal dari Tuhan, namun pernah mengingkari Tuhan, hendak diselamatkan oleh Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. Maria, wakil hakekat manusia lemah, turut serta di dalam karya Ilahi. Kita perlu berbangga karena dilibatkan Allah di dalam karya keselamatan.

Kemeriahan perayaan tahun baru hendaknya tidak membuat kita tercabut dari akar. Sebaliknya kita wajib memberi makna pada perayaan ini. Tahun yang hendak dijalani bisa menjadi berkat kalau kita berpikir dan bertindak dalam kesadaran, bahwa Tuhan ada bersama kita. Kedekatan Maria dengan Tuhan hendaknya menjadi model kedekatan kita dengan Tuhan. “Santa Maria Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin.” (ap)

+ SELAMAT TAHUN BARU 2014 +

  1. Apa makna perayaan tahun baru untuk anda?
  2. Bagaimana cara anda memberikan makna spiritual pada perayaan ini?
           
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  HARI RAYA ST. MARIA BUNDA ALLAH
 
 
Rabu, 1 Januari 2014
 
SABDA ITU TELAH MENJADI MANUSIA
DAN TINGGAL DI ANTARA KITA
 
 
 
 
 
Bil 6:22-27 | Mzm 66:2-3.5-6.8 | Gal 4:4-7 | Luk 2:16-21
 

Mereka harus meletakkan namaKu atas orang Israel; maka Aku akan memberkati
mereka. (Bil 6:22-27)

Sekali peristiwa Tuhan berfirman kepada Musa,"Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya:
Beginilah kamu harus memberkati orang Israel. Katakanlah kepada mereka: Tuhan memberkati dan melindungi engkau; Tuhan menyindari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajahNya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah mereka harus meletakkan namaKu atas orang Israel; maka Aku akan memberkati mereka."

 

Mazmur Tanggapan (Mz 67:2-3.5-6.8; R: 2a)

Ref: Kiranya Allah memberkati kita.

  1. Kiranya Allah mengasihani dan memberkati kita, kiranya Ia menyidari kita dengan wajahNya, kiranya Ia menyinari jalanMu dikenal di bumi, dan keselamatanMu di antara segala bangsa.
  2. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, dan Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.
  3. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepadaMu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepadaMu. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepadaNya!
 

Allah mengutus anakNya yang lahir dari seorang perempuan. (Gal 4:4-7)

Saudara-saudara, setelah genap waktunya, Allah mengutus AnakNya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk akan hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka yang takluk kepada hukum Taurat,
supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh AnakNya ke dalam hati kita, yang berseru "Abba, ya Bapa." Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak;
dan kalau kamu anak, maka kamu juga menjadi ahliwaris-ahliwaris oleh karena Allah

 

Mereka mendapati Maria, Yusuf dan Si Bayi. Pada hari kedelapan Ia diberi nama Yesus. (Luk 2:16-21)

Setelah mendengar berita kelahiran penyelamat dunia, para gembala cepat-cepat berangkat ke Betlehem dan mendapati Maria dan Yusuf, serta Bayi yang terbaring di dalam palungan. Ketika melihat Bayi itu, para gembala memberitahukan apa yang telah dikatakan kepaa mereka tentang Anak itu. Dan semua yang orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hati dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat;
semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
Ketika genap delapan hari umurnya, Anak itu disunatkan dan Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum ia dikandung ibuNya.

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge