Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2014
  MASA BIASA  
 
 
Janganlah pernah ragu tentang siapa dirimu, karena Yesus akan tetap menyelamatkanmu.

KATA-KATA Yesus dalam dialog dengan perempuan Siro-Fenisia ini bisa dilihat sebagai ucapan yang paling kasar yang pernah keluar dari mulutNya. Namun keseluruhan kisah ini mengungkapkan dimensi lintas batas dari karya penyelamatan itu. Kita menemukan keselarasan sikap ini dengan pertentanganNya dengan kaum Farisi dan ahli Taurat. Yesus konsisten dengan sikapnya, tercermin dalam tindakannya menyeberang ke daerah Tirus dan berjumpa dengan wanita itu dan kemudian mengusir setan yang menguasai anaknya. Bertemu dan bergaul dengan orang-orang di luar komunitas Yahudi dianggap sebagai kejahatan. Sebagaimana makanan tidak halal menajiskan tubuh, pergaulan dengan orang-orang bukan Yahudi menajiskan jiwa, menajiskan seluruh diri. Tindakan Yesus berlawanan langsung dengan tradisi ini. Ia menyeberang ke daerah yang dianggap kafir, bergaul dan menolong mereka.

Pesan utama yang ditampilkan Yesus ialah, bahwa keselamatan itu terbuka bagi semua manusia tanpa memandang asal usul. Mengapa? Karena Tuhan tetap menghargai semua ciptaanNya walaupun mereka telah berdosa. Untuk itulah Yesus datang. Pada sisi lain, kisah ini merupakan peringatan bagi kaum Yahudi. Penolakan mereka atas diri Yesus berarti penolakan atas keselamatan. Padahal mereka bangsa terpilih. Konsekuensi penolakan itu ialah, keselamatan tidak lagi tercurah ke atas mereka melainkan dialihkan dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain.

Ketika kita dipanggil Tuhan menjadi umat Kristiani, sesungguhnya kita dijadikan Tuhan manusia terpilih. Kita mengimani Kristus, Tuhan yang merendahkan diri menjadi manusia. Kita diberi anugerah firmanNya. Kita mendapat rahmat peneguh dalam sakramen. Kita diberi pedoman-pedoman iman dan moral. Namun jika kita lalai mendalami dan menghayati semua ini, kita sesungguhnya menolak keselamatan yang ditawarkan Tuhan ini. Nasib kita akan sama dengan orang-orang Yahudi yang menolak Yesus. Kisah ini mengingatkan kita untuk selalu waspada agar keselamatan yang menjadi hak kita tidak sampai diambil karena sikap hidup, pola pikir dan perbuatan kita mencerminkan penolakan atas diri Yesus. Belajarlah rendah hati! Bukalah mata hati, tajamkanlah telinga kalbu. Biarlah DIA menyentuh langsung kedalaman sanubari. Rahmat keselamatan akan menjadi milik kita. (ap)

  1. Renungkanlah pikiran dan perbuatan anda yang menolak Yesus.
  2. Apa wujud konkritnya dalam relasi de-ngan sesama manusia? Baharuilah!

(c) aurelius pati soge - bbss 2010)

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
 
  PEKAN KE-5
 
 
Kamis, 13 Februari 2014
 
HENDAKNYA TERANGMU BERCAHAYA DI DEPAN SEMUA ORANG, AGAR MEREKA MELIHAT PERBUATANMU YANG
BAIK DAN MEMULIAKAN BAPAMU YANG DI SURGA
 
 
 
 
 
1 Raj 11:4-13 | Mzm 106:3-4.35-37.40 | Mrk 7:24-30
 

Salomo tidak berpegang pada perjanjian Tuhan maka kerajaannya dikoyakkan (1 Raj 11:4-13)

Ketika Raja Salomo menjadi tua, isteri-isterinya mencondongkan hatinya kepada dewa-dewa, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. Demikianlah, Salomo mengikuti Ashtoret, dewi orang Sion, mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon. Salomo melakukan apa yang jahat di mata Tuhan dan tidak dengan sepenuh hati mengikuti Tuhan, seperti Daud, ayahnya. Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengurbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung sebelah Timur Yerusalem, dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan orang Amon. Demikianlah dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan kurban ukupan dan kurban sembelihan kepada dewa-dewa mereka.
Maka Tuhan menunjukkan murkaNya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari Tuhan, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, dan yang telah memerintahkan kepadanya supaya jangan mengikuti dewa-dewa lain. Akan tetapi ia tidak berpegang pada apa yang diperintahkan Tuhan. Lalu bersabdalah Tuhan kepada Salomo, "Oleh karena engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka Aku akan mengoyakkan kerajaanmu dan memberikannya kepada hambamu. Hanya saja, demi Daud, ayahmu, Aku belum mau melaksanakannya selama engkau masih hidup. DAri tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya. Namun demikian, tidak seluruh kerajaan akan kurenggut daripadanya. Satu suku akan Kuberikan kepada anakmu, demi hambaKu Daud, dan demi Yerusalem yang telah Kupilih."

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 106:3-4.35-37.40; R: 4a)

Ref: Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahanMu terhadap umat.

  1. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di setiap saat! Ingatlah akan aku, ya Tuhan, demi kemurahanMu tehradap umat. Perhatikanlah aku, demi keselamatan yang datang dari padaMu.
  2. Mereka malah bercampur baur dengan bangsa-bangsa itu, dan meniru kebiasaan mereka. Mereka beribadah kepada berhala-berhala para bangsa yang menjadi perangkap bagi mereka.
  3. Mereka mengurbankan anak-anak lelaki mereka, dan anak-anak perempuan mereka kurbankan kepada roh-roh jahat. Maka berkobarlah murka Tuhan terhadap umatNya, dan ia jijik terhadap milik pusakaNya.
 

Anjing-anjing pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak (Mrk 7:24-30)

Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Galilea dan berangkat ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya. Tetapi kedatanganNya tidak dapat dirahasiakan. Malah di situ ada seorang ibu, yang anak perempuannya kerasukan roh jahat. Begitu mendengar tentang Yesus, ibu itu datang dan tersungkur di depan kakiNya. Ibu itu seorang Yunani berkebangsaan Siro-Fenesia. Ia mohon kepada Yesus supaya mengusir setan dari anaknya.
Yesus lalu berkata kepadanya, “Biarlah anak-anak kenyang dahulu! Tidak patut mengambil roti yag disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Tetapi ibu itu menjawab, “Benar, Tuhan! Tetapi anjing di bawah meja pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Lalu Yesus berkata kepada ibu itu, “Karena kata-katamu itu, pulanglah, sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” Ibu itu pulang ke rumah dan mendapati anaknya terbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge