Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2014
  MASA BIASA  
 
 
Jadilah tangan Tuhan untuk menebar ragi kasihNya.

SECARA berkelakar, seorang teman menulis di wall Facebook saya. “Cara paling jitu mengatasi masalah krisis ekonomi, kemiskinan dan ketimpangan sosial lain itu sangat sederhana. Laksanakanlah hukum CINTA KASIH. Belas kasih akan membuat orang rela membagi yang dimiliki untuk menolong orang lain.” Saya pikir apa yang ditulis temanku ini ada benarnya juga. Jika orang sungguh berbelas kasih, ia sangat peka terhadap kesulitan sesama manusia. Sebelum diminta ia akan bertindak untuk menolong. Dan jika di kemudian hari bantuannya masih diperlukan, ia akan tetap menolong. Mengapa? Karena yang mendorongnya bertindak bukanlah sebatas kesulitan sesama yang dia lihat melainkan hatinya sendiri yang peka menanggapi situasi sekitar.

Hati yang penuh belas kasih kita temukan dalam diri Yesus Kristus. Ia sangat keras pada kaum munafik. Ia tidak menyukai orang yang picik dan ragu-ragu. Tapi ia sangat memperhatikan kebutuhan orang yang menderita. Mujizat perbanyakan tujuh roti dan beberapa ikan menunjukkan bobot belas kasih Yesus. Ia tidak menunggu sampai diminta. Ia bertindak berdasarkan integritas hatinya yang terbuka dan penuh kasih.

Hati yang selalu berbelas kasih, inilah suatu kualitas iman yang perlu dimiliki oleh orang-orang Kristiani. Hati yang selalu berbelas kasih tidaklah berarti orang harus senantiasa bersikap lemah lembut. Ia memahami orang yang bersalah tetapi tidak mendukung kesalahan. Ia mengampuni sesama yang berdosa tetapi tidak menerima dosa. Ia memahami tingkat perkembangan anak-anak tetapi mendukung pendidikan penuh disiplin. Ia menghargai pendadaran jati diri walaupun itu melewati penderitaan dan kesakitan. Tetapi ketika orang membutuhkan bantuan, ia akan menjadi orang pertama yang menolong. Kewajiban kita sebagai anggota komunitas Kristiani ialah mendidik komunitas kita untuk menjadi persekutuan penuh belas kasih. Tuhan hanya bisa mewujudkan belas kasihNya kepada manusia melalui manusia. Ia membutuhkan alat. Kita haruslah bisa menyediakan diri menjadi alat perwujudan belas kasihNya itu. (ap)

  1. Pernahkah anda mengabaikan kesempatan membantu orang lain?
  2. Mengapa demikian? Bagaimana Yesus menegur anda?

(c) aurelius pati soge - bbss 2010)

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
 
  PEKAN KE-5
 
 
Sabtu, 15 Februari 2014
 
HENDAKNYA TERANGMU BERCAHAYA DI DEPAN SEMUA ORANG, AGAR MEREKA MELIHAT PERBUATANMU YANG
BAIK DAN MEMULIAKAN BAPAMU YANG DI SURGA
 
 
 
 
 
1 Raj 12:26-32; 13:33-34 | Mzm 106:6-7a.19-22 | Mrk 8:1-10
 

Raja Yerobeam membuat dua anak lembu emas (1 Raj 12:26-32; 13:33-34)

Setelah menjadi raja, berkatalah Yerobeam dalam hatinya, "Kini mungkin kerajaan ini kembali kepada keluarga Daud. Jika bangsa ini tetap pergi mempersembahkan kurban sembelihan di rumah Tuhan di Yerusalem, maka pastilah hati bangsa ini akan berbalik kepada tuan mereka, yaitu Rehabeam, raja Yehuda, kemudian mereka akan membunuh aku dan akan kembali kepada Rehabeam, raya Yehuda."
Sesudah menimbang-nimbang, raja membuat dua anak lembu jantan dari emas. Lalu ia berkata kepada mereka, "Sudah cukup kamu pergi ke Yerusalem! Hai Israel, lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir." Lalu ia menaruh lembu yang satu di Betal dan yang lain ditempatkannya di Dan. Maka hal itu menyebabkan orang berdosa, sebab rakyat pergi ke Betel menyembah patung yagn satu dan ke Dan menyembah patung yang lain. Yerobeam membuat juga kuil-kuil di atas bukit-bukit pengurbanan dan mengangkat imam-imam dari kalgan rakyat yang bukan dari bani Lewi. Kemudian Yerobeam menentukan suatu hari raya pada hari yang kelima belas bulan kedelapan, sama seperti hari raya yang ada di Yehuda, dan raja sendiri naik tangga mezbah itu.
Begitulah dibuatnya di Betel: ia mempersembahkan kurban kepada anak-anak lembu yang telah dibuatnya itu, dan ia menugaskan di Betel imam-imam bukit pengurbanan yang telah diangkatnya. Raja Yerobeam tidak berbalik dari kelakuannya yang jahat itu, tetapi mengangkat pula imam-imam dari kalangan rakyat untuk bukit-bukit pengurbanan. Siapa saja yang mau ditahbiskannya menjadi imam untuk bukit-bukit pengurbanan. Dan tindakannya itu menjadi dosa bagi keluarga Yerobeam, sehingga mereka dilenyapkan dan dipunahkan dari muka bumi.

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 106:6-7a.19-22; R: 4a)

Ref: Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahanMu terhadap umat.

  1. Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa, kami telah bersalah, kami telah berbuat fasik. Nenek moyang kami di Mesir tidak memahami perbuatan-perbuatanMu yang ajaib.
  2. Mereka membuat anak lembu di Horeb dan sujud menyembah kepada patung tuangan. Mereka menukar Yang Mulia dengan patung sapi jantan yang makan rumput.
  3. Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal besar di tanah Mesir, yang melakukan karya-karya ajaib di tanah Ham, dan perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi Laut Teberau.
 

Mereka semua makan sampai kenyang (Mrk 8:1-10)

Sekali peristiwa sejumlah besar orang mengikuti Yesus. Karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-muridNya dan berkata, “Hatiku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.” Murid-muridNya menjawab, “Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?” Yesus bertanya kepada mereka, “Berapa roti yang ada padamu?” Jawab mereka, “Tujuh.”
Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Yesus mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-muridNya untuk dibagi-bagikan. Dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka mempunyai juga beberapa ikan. Sesudah mengucap berkat atasnya, Yesus menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. Akhirnya Yesus segera naik ke perahu dengan murid-muridNya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge