Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2014
  MASA BIASA  
 
 
Pahamilah makna salib dan jalanilah dengan penuh kerendahan hati.

BANYAK pemimpin besar dunia dihormati karena kejujuran mereka Ketika merekrut tentara baru, pejuang besar Italia, Garibaldi berkata, “Aku tidak menjanjikan kemewahan melainkan lapar dan haus, perang dan kematian. Siapa yang sungguh mencintai tanah air dengan hati dan bukan dengan bibir, mari ikuti aku.” (Barclay, W. The Daily Study Bible: the gospel of Mark. Edinburgh: The St. Andrew Press, 1991. hal. 201). Sikap heroik yang sama ditemukan juga dalam diri Alexander Agung, Winston Churchill, Pangeran Diponegoro, Sudirman, dan sekian banyak pejuang besar lainnya. Yang menarik, banyak tentara yang terkesan dengan kejujuran itu dan bangga dipimpin oleh mereka. Kebanggaan itu membuat mereka berjuang dengan sungguh-sungguh. Para pejuang lebih mentaati perintah pemimpin yang dicintai daripada ditakuti.

Yesus berkata jujur kepada para muridNya tentang konsekuensi mengikuti Dia. Yesus tak menawarkan kemudahan, kemewahan dan kenikmatan. Yesus menawarkan salib, yakni penolakan, penderitaan dan penganiayaan. Salib itu akan membuat orang belajar mencintai kehidupannya yang merupakan karunia yang sangat berharga dari Tuhan. Mengapa demikian? Karena kepenuhan hidup yang ditawarkan oleh Yesus berada di alam sesudah kematian, tetapi persiapannya sudah dimulai dalam hidup di dunia ini. Orang yang bisa memikul salib membuktikan dirinya setia. Hanya orang-orang setia seperti ini yang layak di hadapan Yesus. Maka murid yang mau memiliki keselamatan haruslah belajar setia pada salib.

Di dalam karya pewartaan kepada orang-orang, kita hendaknya secara jujur mengungkapkan kepada mereka tujuan menjadi orang beriman. Percaya kepada Kristus bukanlah jalan untuk mencari hidup mudah. Iman itu adalah proses penempaan diri sehingga kita belajar menghargai salib, bertumbuh menjadi pribadi yang kuat, hingga akhirnya diperkenankan masuk ke Kerajaan Abadi, karena kita telah setia menapaki jalan salib Kristus yang sangat menuntut korban diri kita. (ap)

  1. Apa salib kehidupan anda yang paling berat saat ini?
  2. Adakah tangan terulur yang membantu anda? Siapa dia?

(c) aurelius pati soge - bbss 2009

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
 
  PEKAN KE-6
 
 
Jumat, 21 Februari 2014
 

JIKA HIDUP KEAGAMAANMU TIDAK LEBIH BAIK DARIPADA AHLI TAURAT DAN ORANG FARISI, KAMU TIDAK AKAN MASUK KERAJAAN SURGA

 
 
 
 
 
Yak 2:14-24.26 | Mzm 112:1-6 | Mrk 8:34-9:1
 

Bukankah Allah memilih orang-orang miskin? Tetapi kalian telah menghina orang miskin (Yak 2:14-24.26)

Saudara-saudaraku, apakah gunanya kalau seseorang mengatakan bahwa ia beriman tetapi tidak mempunyai perbuatan? Dapatkan iman itu menyelamatkan dia? Misalnya saja seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari. Kalau seorang di antara kalian berkata kepadanya, "Selamat jalan! Kenakanlah kain panas dan makan sampai kenyang", tetapi tidak memberi apa yang diperlukan tubuhnya, akaha gunanya itu? Demikianlah pula halnya dengan iman. Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya mati.
Tetapi mungkin ada orang berkata, "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia, "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku." Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah. Itu baik. Tetapi setan-setan pun percaya akan hal itu dan karena itu mereka gemetar. Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? Kalian lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh karena perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. Dengan jalan demikian genaplah ayat yang mengatakan, "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itulah Abraham disebut "Sahabat Allah." Jadi kalian lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman. Sebab sebagaimana tubuh tanpa roh itu mati, demikian pula iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 112:1-6; R: 1)

Ref: Berbahagialah orang yang suka akan perintah Tuhan.

  1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka akan segala perintahNya. Anak cucunya akan perkasa di bumi, keturunan orang benar akan diberkati.
  2. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap dikenang selama-lamanya. Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil.
  3. Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah, ia akan dikenang selama-lamanya.
 

Barangsiapa kehilangan nyawanya demi Aku dan Injil, akan menyelamatkan nyawanya (Mrk 8:34-9:1)

Pada suatu ketika Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya, dan berkata kepada mereka, “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikuti Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkan nyawanya. Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya? Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Kalau seseorang malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, maka Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.” Kata Yesus lagi kepada mereka, “Aku berkata kepadamu; Sungguh, di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat kerajaan Allah datang dengan kuasa.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge