Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2014
  MASA BIASA  
 
 
Jagalah tutur kata dan tingkah laku, agar tidak menyebabkan orang lain berdosa di hadapan Tuhan.

KETIKA masih kecil, Mesala dan Yudah Ben-Hur dibesarkan bersama-sama. Ketika dewasa, Mesala menjadi perwira tentara Romawi, sedangkan Ben-Hur tetap seorang Pangeran Yahudi. Keduanya berhadapan dalam rivalitas kekuasaan politik. Kebersamaan polos masa kecil itu telah lenyap oleh pendidikan politik dan indoktrinasi ideologi. Tiba-tiba keduanya berada dalam posisi berseberangan. Yang satu adalah penakluk, yang lain adalah korban yang ingin memerdekakan diri dan bangsanya. Persaingan ini akhirnya ditentukan dalam satu lomba balapan kereta perang yang dimenangkan oleh Ben-Hur. Demikian inti kisah novel klasik tulisan Lew Wallace (Hertfordshire: Wordsworth Classic, 1996) yang juga diangkat ke film layar lebar dengan bintang utama Stephen Boyd dan Charlton Heston.

Yesus mengingatkan, betapa berdosa orang yang menyesatkan seorang anak kecil. Anak kecil adalah makhluk polos tanpa prasangka. Menjadi apa anak itu sangat bergantung pada pendidikan lingkungannya. Inti pesan Kristus adalah, bahwa dosa itu buruk, akan tetapi orang yang menyebabkan orang lain berdosa lebih buruk lagi. Tuhan mencintai orang berdosa tetapi bukan orang-orang yang menyebabkan orang lain berdosa.

Di dalam hidup sehari-hari, tingkah laku dan tutur kata kita dapat menjadi sumber kegembiraan atau kesedihan, dapat memotivasi orang atau menghancurkannya. Oleh kata dan perbuatan, kita dapat menuntun orang menuju Kristus yang menyelamatkan, atau menyebabkan orang memilih jalan kegelapan menuju kehancuran. Karena itu berhati-hatilah selalu dalam tutur kata. (ap)

  1. Pernahkah sikap hidup anda menyebabkan orang lain berdosa? Mengapa anda melakukannya?
  2. Apakah anda sungguh menyadarinya lalu bertobat? Apa yang telah atau akan anda lakukan untuk memperbaiki keadaan?

(c) aurelius pati soge - bbss 2008

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
 
  PEKAN KE-7
 
 
Kamis, 27 Februari 2014
 

KASIHILAH MUSUH-MUSUHMU
DAN BERDOALAH BAGI MEREKA YANG MENGANIAYA KAMU

 
 
 
 
 
Yak 5:1-6 | Mzm 49:14-20 | Mrk 9:41-50
 

Upah para buruh yang ditahan berteriak-teriak, dan teriakan itu sampai ke telinga Tuhan (Yak 5:1-6)

Hai kalian orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kalian. Kekayaanmu sudah membusuk dan pakaianmu sudah dimakan ngengat. Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kalian, dan akan makan dagingmu seperti api. Kalian telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar karena kalian telah menahan upah para buruh yang telah menuai hasil ladangmu. Dan keluhan mereka yang menyabit panenmu telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam. Kalian telah hidup dalam kemewahan dan berfoya-foya di bumi. Kalian telah memuaskan hati sama seperti pada hari pembantaian. Kalian telah menghukum, bahkan membunuh orang jujur, dan ia tidak dapat melawan kalian.

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 49:14-20; R: Mat 5:3)

Ref: Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, sebab merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

  1. Inilah jalan orang-orang yang mengandalkan dirinya sendiri, ajal orang-orang yang bangga akan perkataannya sendiri. Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati. Gembalanya ialah maut.
  2. Mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka. Tetapi Allah membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku.
  3. Janganlah takut apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah, sebab pada waktu mati semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.
  4. Sekalipun pada masa hidupnya ia menganggap dirinya berbahagia, sekalipun orang menyanjungnya karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri, namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.
 

Lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk dalam kehidupan, daripada dengan kedua belah tangan masuk dalam api yang tak terpadamkan
(Mrk 9:41-50)

Pada suatu hari berkatalah Yesus kepada murid-muridNya, “Barang siapa memberi kalian minum air secangkir oleh karena kalian adalah pengikut Kristus, ia tak akan kehilangan ganjarannya. Barangsiapa menyesatkan salah seorang dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk dalam kehidupan, daripada dengan utuh kedua belah tangan masuk dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan. Dan jika kaki menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik bagimu dengan kaki timpang masuk ke dalam hidup, daripada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam kerajaan Allah dengan bermata satu daripada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tak pernah padam. Sebab setiap orang akan digarami dengan api. Garam itu memang baik! Tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kalian akan mengasinkannya? Hendaklah kalian selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai seorang dengan yang lain.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge