Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2014
  MASA PASKAH PEKAN VII
   
Salib, tanda sukacita kita yang baru!

BANYAK tokoh dibunuh atau dianiaya oleh musuh-musuh mereka, namun pengaruh mereka jutru lebih kuat sesudah kematian itu. Abraham Lincoln lebih dihormati sesudah dibunuh. “Sekarang ia akan menjadi milik jamannya”, kata seorang pelawat di depan jenazahnya. Jean de Arch dibakar sebagai penyebar ajaran sesat. Menyaksikan keteguhan hatinya, seorang eksekutor berkata, “Jika mungkin, kiranya jiwaku nanti berada bersamanya.” Dan pengakuan perwira Romawi di kaki salib Yesus, “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah” (Mat 27:54).

Yesus memohon dimuliakan oleh Bapa. Apa arti kemuliaan itu?“Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup kekal”, kata Yesus kepada Nikodemus (Yoh 3:14-15). Kemuliaan itu bukanlah kehormatan seorang raja yang berkuasa, melainkan korban diri Anak Manusia yang menyerahkan diri demi keselamatan manusia. Itulah salib, tragedi menurut dunia tetapi kemenangan bagi umat beriman? Di sinilah keunikan iman Kristiani: Tuhan tidak hanya agung dan berkuasa, tetapi juga mengabdi manusia. Adakah kemuliaan yang lebih besar daripada sebuah pengabdian tanpa pamrih? (ap)

  1. Apa wujud kemuliaan, baik rohani maupun jasmani, yang selama ini menjadi tujuan hidup anda?
  2. Sejauh mana salib mendapat tempat di dalam hidup dan karya anda?

(c) bbss 2014 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
4 5 6
1
2
3 4 5
  Minggu, 1 Juni 2014
 
St. Yustinus, Martir
 

TELAH TIBA SAATNYA PERMULIAKANLAH ANAKMU, AGAR ANAK MEMULIAKAN ENGKAU

   
   
   
 
Kis 1:12-14 | Mzm 27:1.4.7-8a | 1 Ptr 4:13-16 | Yoh 17:1-11a

 

Dengan sehati mereka bertekun dalam doa (Kis 1:12-14)

Setelah Yesus diangkat ke surga, dari bukit yang disebut Bukit Zaitun kembalilah para rasul ke Yerusalem yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya. Setelah tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Dengan sehati, mereka semua bertekun dalam doa bersama dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan Saudara-saudara Yesus.

Mazmur Tanggapan (Mzm 27:1.4.7-8a; R: 13)

Ref: Bahagia kuterikat pada Yahwe, harapanku pada Allah Tuhanku.

  1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah harus gentar?
  2. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: Diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati baitNya.
  3. Dengarlah, ya Tuhan, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! WajahMu kucari, ya Tuhan, seturut FirmanMu “Carilah wajahKu!”
 

Berbahagialah kamu jika kamu dinista karena nama Kristus (1 Ptr 4:13-16)

Saudara-saudara terkasih, bersukacitalah sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus. Dengan demikian, kamu pun boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Kristus menyatakan kemuliaanNya. Berbahagialah kamu jika dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah, ada padamu. Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri, penjahat atau pengacau. Tetapi, jika kamu harus menderita sebagai orang Kristen, janganlah malu karena hal itu. Malah kamu harus memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.

 

Bapa, permuliakanlah Anak-Mu (Yoh 17:1-11a)

Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menengadah ke langit dan berdoa, “Bapa, telah tiba saatnya: permuliakanlah AnakMu, supaya AnakMu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberi kepadaNya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepadaNya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaKu untuk Kulakukan. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku padaMu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadiratMu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan namaMu kepada semua orang yang Engkau berikan kepadaKu dari dunia. Mereka itu milikMu dan Engkau telah memberikan mereka kepadaKu, dan mereka telah menuruti FirmanMu. Sekarang mereka tahu bahwa semua yang Engkau berikan kepadaKu itu berasal dari padaMu. Sebab segala Firman yang Engkau sampaikan kepadaKu telah Kusampaikan kepada mereka, dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar bahwa Aku datang dari padaMu, dan mereka percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka yang telah Engkau berikan kepadaKu sebab mereka adalah milikMu, dan segala milikMu adalah milikKu, dan milikKu adalah milikMu, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan, Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepadaMu.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge