Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2014
  MASA PASKAH PEKAN VII
   
Semua keraguan itu telah lenyap, karena Yesus ada di dalam diriku dan aku di dalam diriNya.

WALAUPUN sudah bertahan-tahun hidup dengan Yesus, para murid tidak selamanya bisa memahami kata-kata Yesus. Mereka bahkan juga meragukan apakah diriNya sungguh Mesias, yang datang dari Allah. Namun di sini terlihat jelas, bagaimana semua keraguan para murid itu lenyap. “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepadaMu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah”, kata para murid itu. Mengapa demikian? Karena mereka kaget, bahwa Yesus mengetahui apa yang mereka mau pertanyakan. “Apakah artinya Ia berkata, ‘Tinggal sesaat saja? Kita tidak tahu apa maksudNya” (bdk. Yoh 16:17-18). Niat untuk bertanya ini justru dibuka oleh Yesus. Para murid yang ragu-ragu sekarang bersujud dan menyerahkan diri sepenuhnya, karena mata hati mereka terbuka dan melihat siapa Yesus.

Ketika iman dibaharui oleh Tuhan, seseorang semakin tenggelam dalam persekutuan dengan Tuhan, sehingga ada jembatan komunikasi personal yang tak terjelaskan dengan kata-kata. Ibarat hubungan batin antara dua orang yang saling mencintai, kata-kata sering kali tak diperlukan. Ketika Tuhan menawarkan cinta, hati yang melekat pada Yesus menanggapinya dengan tulus karena ia menyadari, bahwa di balik tawaran cinta itu ada keselamatan yang sempurna, walaupun itu harus diperoleh melalui salib. Apa lah arti salib kalau di balik itu ada kebahagiaan sejati anak Allah? “Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia”, kata Yesus.

Apakah hidup kita sesuai kehendak Yesus? Cinta Tuhan begitu dalam dan sempurna, tetapi betapa sering kita mengabaikannya. Mengapa harus ragu-ragu? Jika Dia mengalahkan dunia, Dia layak dihormati dan dijadikan satu-satunya sandaran. (ap)

  1. Dapatkah anda mengukur sejauh mana anda memiliki hati yang sungguh melekat pada Kristus?
  2. Bangunlah niat untuk terus menerus membaharui iman

(c) bbss 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
4 5 6
1
2
3 4 5
  Senin, 2 Juni 2014
 
 

TELAH TIBA SAATNYA PERMULIAKANLAH ANAKMU, AGAR ANAK MEMULIAKAN ENGKAU

   
   
   
 
Kis 19:1-8 | Mzm 68:2-3.4-5ac.6-7b | Yoh 16:29-33

 

Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya? (Kis 19:1-8)

Ketika Apolos msih berada di Kota Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman Asia, dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. Katanya kepada mereka, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia, “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.” Lalu kata Paulus kepada mereka, “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka, “Dengan baptisan Yohanes.” Kata Paulus “Baptisan Yohanes adalah baptisan tobat, dan Yohanes sendiri berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian daripadanya, yaitu Yesus.”
Ketika mendengar hal itu, mereka memberi diri dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat. Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang. Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Lewat pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.

Mazmur Tanggapan (Mzm 68:2-3.4-5ac.6-7b; R: 33a)

Ref: Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah.

  1. Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa dihadapan Allah.
  2. Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukaria. Bernyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi nama-Nya! Nama-Nya ialah Tuhan.!
  3. Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan,sehingga mereka bahagia.
 

Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia (Yoh 16:29-33)

Dalam amanat perpisahanNya Yesus berkata bahwa akan tiba saatNya bahwa Ia tidak lagi berbicara dengan memakai kiasan. Maka para murid berkata kepada Yesus, “Lihat sekarang Engkau berkata-kata terus terang dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepadaMu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.” Jawab Yesus kepada mereka, “Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan, masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge