Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2014
  MASA PASKAH PEKAN VII
   
Persekutuan umat Kristiani itu perlu diupayakan,
tidak hanya sekedar dikotbahkan.

SUDAH beberapa kali saya diundang oleh beberapa gereja aliran evangelis untuk berkotbah di kebaktian Hari Minggu mereka. Kehadiranku di Gereja ini diberitakan melalui buletin dan radio gereja, bahkan melalui baliho yang dipasang di sejumlah tempat strategis di Surabaya. Ada sejumlah umat Katolik yang tidak puas dengan keterlibatanku di lingkungan tersebut. Mereka mempertanyakan hal itu kepada pimpinan gereja Katolik setempat, para pembesarku maupun langsung kepada diriku melalui sms, surat dan email pribadi. Jawabanku hanya satu. Walaupun ada banyak perbedaan teologis, satu hal yang menghubungkan kita dengan mereka adalah Kitab Suci. Ketika saya ada di tengah mereka, pusat perhatianku ialah berbagi kekayaan iman dengan ber-pusat pada Sabda Tuhan. Bagi saya ini jendela ekumenis yang tak boleh ditutup. Bukankah Yesus sendiri berdoa kepada Bapa, agar umatNya menjadi satu, sama seperti Dia dan Bapa adalah satu? (bdk Yoh 17:21). Di lingkungan Katolik pun selalu ada gerakan Pekan Doa Sedunia, 18-25 Januari, setiap tahunnya, untuk mendoakan persekutuan gereja-gereja. Lagi pula pada setiap hari Jumat Agung, dalam doa umat meriah, selalu ada intensi khusus untuk semua orang yang percaya kepada Kristus yang tidak dalam persekutuan dengan Gereja Katolik. Bagi saya, kata-kata ini perlu diwujudkan, bukan hanya dikotbahkan. Keterlibatanku di lingkungan ini hanya satu butir kecil di dalam gerakan seluruh gereja yang selalu mengupayakan persekutuan.

Ketika Tuhan membentuk jemaatNya, Ia menyadari betapa persekutuan jemaat itu rentan terhadap perpecahan. Kelemahan manusia dengan mudah dimanfaatkan kegelapan untuk menebarkan perpecahan. Maka penyertaan Bapa menjadi kebutuhan umat yang masih terus berziarah di dunia. Dalam hidup kita, penyertaan Bapa ada dalam upaya bersama membangun persekutuan dalam keragaman. Itulah makna sejati ekumene dan dialog. Mari berpartisipasi! (ap)

  1. Apakah anda merasa persekutuan di antara sesama pengikut Kristus perlu diupayakan?
  2. Apa pemahaman anda tentang gerakan ekumene dan wujud partisipasi apa yang dapat anda sumbangkan?

(c) bbss 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
4 5 6
1
2
3 4 5
  Rabu, 4 Juni 2014
 
 

TELAH TIBA SAATNYA PERMULIAKANLAH ANAKMU, AGAR ANAK MEMULIAKAN ENGKAU

   
   
   
 
Kis 20:28-38 | Mzm 68:29-30.33-35a.35b.36c | Yoh 17:11b-19

 

Aku menyerahkan kamu kepada Tuhan yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu suatu bagian yang telah ditentukan (Kis 20:28-38)

Dalam perpisahan dengan para panatua jemaat dari Efesus, Paulus berkata “Jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah anak-Nya sendiri. Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar supaya mengikut mereka. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada henti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan berkuasa pula menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapa pun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tangankku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.”
Sesudah mengucapkan kata-kata itu, Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua. Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu, dan sambil memeluk Paulus, mereka mengulang-ulang mencium dia. Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena Paulus katakana, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal.

Mazmur Tanggapan (Mzm 68:29-30.33-35a.35b.36c; R: 33a)

Ref: Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah.

  1. Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu ya Allah, Engkau yang telah bertindak bagi kami. Demi bait-Mu di Yerusalem raja-raja menyampaikan persembahan kepada-Mu.
  2. Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi Tuhan, bagi Dia yang berkendaraan melintasi langit purbakala. Perhatikanlah, Ia memperdengarkan suara, suara-Nya yang dahsyat! Akuilah kekuatan Allah.
  3. Kemegahan-Nya ada di atas Israel, kekuatan-Nya di dalam awan-awan. Terpujilah Allah!
 

Supaya mereka menjadi satu sama seperti kita (Yoh 17:11b-19)

Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi semua murid-Nya, “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Aku telah menjaga mereka, dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dia yang telah ditentukan untuk binasa,supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu. Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka, dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia,demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia. Dan aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge