Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2014
  MASA PASKAH PEKAN VII
   
Gembala yang setia rela menyerahkan diri menjadi teladan bagi domba peliharaannya.

PENGGALAN film Quo Vadis garapan Mervyn LeRoy (sutradara) dan Sam Zimbalist (produser) tahun 1951, tentang akhir hidup Rasul Petrus. Beberapa tentara Roma mendatangi Petrus, menyampaikan keputusan eksekusi dengan cara disalibkan di bukit Vatikan. Apa jawaban Petrus yang diperankan oleh Finlay Currie? “To die as our Lord died is more than I deserve” (mati menurut cara seperti Tuhan lebih dari yang dapat saya harapkan). Lalu nampaklah adegan Petrus disalibkan dengan kepala ke bawah di atas aliran sungai Tiber. Tidak sama persis seperti salib Kristus, naman kemartiran Petrus merupakan contoh konkrit seorang rasul yang setia pada tugas yang dianugerahkan Sang Mesias kepadanya.

Penggalan ceritera di atas mengingatkanku akan ujung dialog antara Yesus dan Petrus di tepi danau Galilea. “Jika engkau sudah tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawamu ke tempat yang tidak kaukehendaki”, kata Yesus. Itulah pesan kemartiran yang akan memahkotai hidup Petrus. Namun gambaran film itu mengungkapkan, bahwa dalam kesadaran penuh akan penyertaan dan penyelenggaraan Tuhan, kemartiran itu justru menjadi sumber sukacita karena merupakan mahkota kesetiaa pada kehendak Tuhan..

Jika kita menyatakan, bahwa kita mencintai Tuhan, haruslah kita sadar, bahwa Tuhan yang kita cintai adalah Tuhan yang tersalib. Salib tidak dapat dipisahkan dari penghayatan iman. Maka, jadikanlah penderitaan salib sebagai kesempatan pemurnian diri agar menjadi semakin serupa dengan Yesus Kristus. Mahkota kemartiran buka tak mungkin akan menjadi milik kita juga. (ap)

  1. Pernahkah anda sungguh merenungkan, sejauh mana anda mencintai Tuhan?
  2. Sebutkanlah beberapa wujud konkrit yang menggambarkan cinta anda tersebut.

(c) bbss 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
4 5 6
1
2
3 4 5
  Jumat, 6 Juni 2014
 
 

TELAH TIBA SAATNYA PERMULIAKANLAH ANAKMU, AGAR ANAK MEMULIAKAN ENGKAU

   
   
   
 
Kis 25:13-21 | Mzm 103:1-2.11-12.19-20b | Yoh 21:15-19

 

Yesus telah mati, tetapi dengan yakin Paulus mengatakan, bahwa Ia hidup (Kis 25:13-21)

Waktu Paulus ditahan dalam penjara di kota Kaisarea, datanglah Raja Agripa dengan Bernike ke Kaisarea untuk mengadakan kunjungan kehormatan kepada Gubernur Festus. Karena mereka beberapa hari lamanya tinggal di situ, Festus memaparkan perkara Paulus kepada raja itu, katanya, “Di sini ada seorang tahanan yang ditinggalkan Gubernur Feliks pada waktu dia pergi. Ketika aku berada di Yerusalem, imam-imam kepala dan tua-tua orang Yahudi mengajukan dakwaan terhadap orang itu dan meminta supaya ia dihukum. Aku menjawab mereka, bahwa bukanlah kebiasaan pada orang-orang Roma untuk menyerahkan seorang terdakwa sebagai suatu anugerah sebelum ia dihadapkan dengan orang-orang yang menuduhnya dan diberi kesempatan untuk membela diri terhadap tuduhan itu. Karena itu mereka turut bersama-sama dengan aku ke mari. Pada keesokan harinya aku segera mengadakan sidang pengadilan dan menyuruh menghadapkan orang itu. Tetapi ketika para pendakwa berdiri di sekelilingnya, mereka tidak mengajukan suatu tuduhan pun tentang perbuatan jahat, seperti yang telah aku duga. Mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agama mereka, dan tentang seorang yang bernama Yesus, yang sudah mati, tetapi dengan yakin Paulus mengatakan bahwa Ia hidup. Karena aku ragu-ragu bagaimana harus memeriksa perkara-perkara seperti itu, aku menanyakan apakah Paulus mau pergi ke Yerusalem, supaya perkaranya dihakimi di situ. Tetapi Paulus naik banding. Ia minta, supaya ia tinggal dalam tahanan, dan menunggu sampai perkaranya diputuskan oleh Kaisar. Karena itu aku menyuruh menahan dia sampai aku dapat mengirim dia kepada Kaisar.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 103:1-2.11-12.19-20b; R: 19a)

Ref: Tuhan sudah menegakkan takhta-Nya di surga.

  1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwa, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!
  2. Setinggi langit dari bumi, demikianlah besarnya kasih setia Tuhan atas orang-orang yang takwa kepada-Nya! Sejauh timur dari barat, demikianlah pelanggaran-pelanggaran kita dibuang-Nya.
  3. Tuhan sudah menegakkan takhta-Nya di surge dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu. Pujilah Tuhan, hai malaikat-malaikat-Nya, agungkanlah Dia hai pahlawan-pahlawan perkasa.
 

Gembalakanlah domba-domba-Ku (Yoh 21:15-19)

Yesus yang telah bangkit menampakkan diri kepada murid-muridNya. Sesudah mereka sarapan, Yesus berkata kepada Simon Petrus, “Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?” Jawab Petrus kepadaNya, “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya, “Gembalakanlah domba-dombaKu!” Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepadaNya. “Benar, Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya, “Gembalakanlah domba-dombaKu!” Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedihlah hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepadaNya, “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu! Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya, “Gembalakanlah domba-dombaKu!” Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika masih muda engkau sendiri mengikat pingangmu dan engkau berjalan kemana saja kau kehendaki. Tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan megulurkan tanganmu, dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” Hal ini dikatakan Yesus untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus, “Ikutlah Aku.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge