Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2014
  PENTEKOSTA
   
Roh Tuhan menaungi diriku, aku siap menjalankan kehendakNya!

KETIKA Yesus mendoakan agar umat beriman yang percaya kepadaNya menjadi satu, sama seperti Bapa dan diriNya adalah satu (bdk. Yoh 17:21), satu pintu menuju kesatuan tersebut langsung diwujudkan oleh Roh Kudus, pribadi ketiga Allah Tritunggal, pada hari Pentekosta. Oleh karunia Roh Kudus, para rasul berkotbah dengan berani, sehingga setiap orang yang men-dengar kotbah itu langsung memahaminya dalam bahasanya sendiri-sendiri (Kis 2:4-11). Orang-orang yang berhimpun di Yerusalem berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda. Perbedaan tersebut dijembatani oleh Roh Kudus dengan karunia “bahasa roh”, di mana Roh Kudus telah berperanan ‘menerjemahkan’ pesan-pesan keselamatan dalam diri Yesus Kristus, sehingga semua orang yang berbeda latar belakang itu memahaminya dalam cara yang sama. Pemahaman yang sama memungkinkan mereka berbagi pengalaman iman yang sama, sehingga pribadi Yesus yang sama itu akan diwartakan dengan inti pewartaan yang sama kepada bangsa-bangsa dan budaya-budaya yang berbeda-beda.

Secara umum dapatlah kita katakan, bahwa hari Pentekosta adalah hari kelahiran Gereja yang bersifat misioner. Perintah Yesus untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa (bdk. Mat 28: 19-20) mulai diwujudkan oleh para rasul dari Yerusalem. Gereja, umat Allah, tidak sekedar menikmati rahmat Tuhan untuk dirinya sendiri melainkan menggunakan rahmat itu sebagai kekuatan untuk berkarya mewartakan keselamatan bagi semua bangsa dalam nama Yesus. Dalam peristiwa Pente-kosta, kita melihat perwujudan dua dimensi pokok Gereja, yakni persekutuan (communio) dan perutusan (misi). Persekutuan terwujud ketika Roh Kudus menjembatani perbedaan, sementara perutusan terwujud ketika para rasul mulai bersaksi tentang keselamatan dalam nama Yesus Kristus. Dua dimensi inilah yang menjadi pilar kekuatan Gereja hingga hari ini.

Menyadari pentingnya peranan Roh Kudus, umat Allah perlu terus berbenah diri. Pertama-tama, perlulah senantiasa membuka diri bagi inspirasi Roh Kudus. Gereja tanpa Roh Kudus tidak akan lebih daripada sebuah lembaga sosial yang bisa menjalankan fungsinya secara sangat sempurna tetapi kehilangan makna. Kedua, inspirasi dan kekuatan Roh Kudus itu menuntun kita untuk mengupayakan dan meneguhkan persekutuan umat. Perbedaan harus dijembatani, dialog diusahakan, sehingga keharmonisan sosial dan spiritual terbentuk. Ketiga, dari dasar persekutuan yang kuat itu, kita akan melangkah keluar dengan penuh keyakinan diri, untuk mewujudkan karya pelayanan demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan umat manusia. (ap)

  1. Apa wujud inspirasi Roh Kudus yang anda alami, baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari persekutuan umat?
  2. Apa wujud karya perutusan yang bisa anda wujudkan saat ini?

(c) bbss 2014 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
4 5 6
1
2
3 4 5
  Minggu, 8 Juni 2014
 
Hari Raya turunnya Roh Kudus
 

SEPERTI BAPA MENGUTUS AKU, DEMIKIAN SEKARANG AKU MENGUTUS KAMU

   
   
   
 
Kis 2:1-11 | Mzm 104:1ab.24ac.30-31.34 | 1 Kor 12:3b-7.12-13 | Yoh 20:19-23

 

Mereka penuh dengan Roh Kudus dan mulai berbicara (Kis 2:1-11)

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang yang percaya akan Yesus berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah di mana mereka duduk. Lalu tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka, penuhlah mereka dengan Roh Kudus. Lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diilhamlan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan.
Waktu itu di Yerusalem berkumpul orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena masing-masing mendengar rasul-rasul itu berbicara dalam bahasa mereka. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata, “Bukankah semua yang berbicara itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negerai asal kita? Kita orang Partia, Media, Elam, kita penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama yahudi, orang Kreta dan orang Arab; kita semua mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 104:1ab.24ac.30-31.34; R: 30)

Ref: Utuslah RohMu, ya Tuhan, dan jadi baru seluruh muka bumi.

  1. Allahku, namaMu hendak kupuji, Engkau amat agung berdandan sinar kebesaran.
  2. Ya Tuhan, berselubungkan cahaya, bagai jubah raja, langit kaupasang bagai kemah.
  3. FirmanMu disampaikan oleh angin, api yang berkobar tunduk padaMu bagai hamba
 

Kita semua telah dibaptis dalam Roh Kudus menjadi satu tubuh (1 Kor 12:3b-7.12-13)

Saudara-saudara, tidak seorang pun dapat mengaku, “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus. Ada rupa-rupa karunia, tetapi hanya ada satu Roh. Ada rupa-rupa pelayanan, tetapi hanya ada satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu; Dialah yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan pernyataan Roh untuk kepentingan bersama. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab kita semua, baik Yahudi maupun Yunani, baik budak maupun orang merdeka, telah dibaptis dalam satu Roh menjadi satu tubuh, dan kita semua diberi minum dari satu Roh.

 

Seperti Bapa telah mengutus Aku, kini Aku mengutus kamu. Terimalah Roh Kudus (Yoh 20:19-23)

Setelah Yesus disalibkan, pada malam pertama sesudah hari Sabat, berkumpullah murid-murid Yesus di satu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus, berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, Yesus menunjukkan tangan dan lambungNya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka, kata Yesus sekali lagi, “Damai sejahtera bagi kamu!” Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Yesus menghembusi mereka dan berkata, ‘Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge