Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2014
  MASA BIASA PEKAN 10
   
Jangan berhenti pada apa yang diajarkan, tetapi melangkahlah lebih jauh mencari kebenaran!

MASIH dalam konteks “Kotbah di Bukit” yang menurut saya menjadi masterpiece seluruh kotbah Yesus di dalam seluruh Injil. Yesus mengambil pola hidup kaum Farisi dan ahli Taurat sebagai bahan perbandingan. Orang Farisi dan ahli Taurat adalah golongan yang sangat memperhatikan pelaksanaan Hukum Taurat sampai sekecil-kecilnya. Bukankah itu baik? Lalu mengapa mereka dikritik oleh Yesus? Yang ditolak oleh Yesus ialah praktek hidup yang mereka jalani itu sebatas dinamika sosial yang justru menjadi beban ketika dipaksakan kepada orang banyak. Padahal, penghayatan hukum keagamaan itu seharusnya membebaskan karena bersumber dari penghormatan dan cinta kepada Tuhan yang menjadi sumber kehidupan. Ketika hukum dihayati atas dasar cinta, hasil yang diperoleh adalah kegembiraan, semenara hukum yang dihayati atas dasar ketakutan, hasil yang diperoleh ialah beban kehidupan. Kaum Farisi dan ahli Taurat tidak menuntun umat masuk ke dalam penghayatan atas dasar cinta, sebaliknya mereka berhenti pada penegakan hukum secara paksa yang menjadi beban. Di titik ini penghayatan hidup mereka justru menuntun orang ke kehancuran.

Yesus mengingatkan umat beriman untuk tidak berhenti pada azas hukum belaka tetapi melangkah lebih jauh yakin azas cinta kepada Tuhan yang terwujud dalam cinta kepada sesama. Ketika hidup dihayati atas dasar cinta, tak ada hukum yang teramat berat. Semuanya dihayati dengan penuh sukacita. (ap)

  1. Apakah anda bisa menilai penghayatan hidup iman anda sendiri dan menentukan apa azas penghayatan itu?
  2. Sejauh mana azas cinta anda sadari dan anda perjuangkan untuk menjadi inti penghayatan iman anda?

(c) bbss 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
4 5 6
1
2
3 4 5
  Kamis, 12 Juni 2014
 
 

SEPERTI BAPA MENGUTUS AKU, DEMIKIAN SEKARANG AKU MENGUTUS KAMU

   
   
   
 
1 Raj 18:41-46 | Mzm 65: 10abcd.10e-13 | Mat 5:20-26

 

Elia berdoa, dan langit menurunkan hujan (1 Raj 18:41-46)

Sesudah peristiwa, di Gunung Karmel, Elia berkata kepada Raja Ahab,”Pergilalh, makan dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran.” Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak Gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah dengan mukanya di antara kedua lutut. Sesudah itu ia berkata kepada hambanya, “Naiklah ke atas, pandanglah ke arah laut!” Hamba iitu naik ke atas, ia melihat ke arah laut dan berkata, “Tidak ada apa-apa.” Kata Elia, “Pergilah sekali lagi!” Demikianlah sampai tujuh kali. Pada ketujuh kalinya berkatalah hamba itu, “Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut.” Lalu kata Elia, “Pergilah dan katakan kepada Raja Ahab: “Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan.” Maka dalam sekejab mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreeel. Tetapi kuasa Tuhan berlaku atas Elia. Ia mengikat pinggangnya dan berlari mendahului Ahab sampai ke jalan yang menuju Yizreel.

Mazmur Tanggapan (Mzm 65:10-13; R: 2a)

Ref: Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.

  1. Engkau mengindahkan tanah, lalu mengaruniainya kelimpahan; Engkau membuatnya sangat kaya. Sungai-sungai Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka.
  2. Ya, beginilah Engkau menyediakannya: Engkau mengairi alur bajaknya, dan membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya;dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya. Dan memberkati tumbuh-tumbuhannya.
  3. Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak;tanah-tanah padang gurun mengalirkan air, bukit-bukit berikat pinggangkan sorak-sorai.
 

Kalian ini cahaya dunia (Mat 5:20-26)

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Kalian telah mendengar apa yang disabdakan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya, harus dihukum! Barangsiapa berkata kepada saudaranya ‘Kafir!’ harus dihadapkan ke mahkamah agama, dan siapa yang berkata ‘Jahil!’ harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah, dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dia di tengah jalan, supaya lawanmu jangan menyerahkan engkau kepada hakim, dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya, dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar utangmu sampai lunas.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge