Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2014
  MASA BIASA PEKAN 11
   
Tegakkanlah kasih, singkirkanlah permusuhan, dan hiduplah sebagai manusia baru.

SESUDAH dijatuhkan dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia oleh Sidang Istimewa MPR, dalam sebuah wawancara televisi, Abdurrahman Wahid, ditanya oleh presenter Andy Noya, apakah ia sudah memaafkan orang-orang yang menjatuhkan dirinya dari jabatan itu, karena kelihatannya ia rukun-rukun saja dengan para lawan politiknya. Sambil menyebut dengan jelas nama-nama orang yang berperanan besar dalam pelengseran dirinya, Gus Dur tegas menyatakan, bahwa ia selalu menjaga komunikasi dengan semua orang ini, karena pada hakekatnya ia tidak mempunyai musuh. Gus Dur tidak sekedar berbuat yang semua orang bisa lakukan, tetapi berbuat lebih dari itu, agar menjadi pengajaran bagi anak bangsa ini, bahwa ada perjuangan yang masih harus dipenuhi.

Ketika Yesus mengingatkan perintah pokok yang harus dijalani oleh orang beriman, yakni mengasihi Tuhan dan sesama, Ia mengingatkan, bahwa semua orang sesungguhnya mempraktekkan kasih itu, minimal pada lingkungan terdekat, yakni keluarganya atau orang-orang yang dekat dengan dirinya. Jika para murid menjalaninya pada tingkatan ini, mereka tidak lebih dari semua orang lain, termasuk orang-orang jahat yang mengasihi orang di sekitarnya. Seorang murid Yesus harus melangkah lebih jauh dari itu, yakni mengasihi musuh, sebagai tanda pengajaran kepada dunia, bahwa dengan cara itu permusuhan sebagai realitas dalam masyarakat dapat dihapuskan dan orang menjalani hidup dalam warna yang baru. Dengan kata lain, permusuhan itu tidak perlu karena sangat merusak orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Mengasihi musuh tentu bukan hal yang mudah. Namun ketika Yesus menekankan pentingnya mengasihi musuh, Ia mendorong kita untuk membangun sebuah komunikasi cinta yang menyentuh semua orang. Di saat itu lah semua permusuhan lenyap karena ketika cinta menguasai hati orang, yang ada hanya pintu maaf dan rekonsiliasi. (ap)

  1. Menurut pemahaman anda, apa maksud Yesus dengan menyuruh kita mengasihi musuh-musuh?
  2. Apa wujud konkrit yang telah dan ingin anda praktekkan? Sejauh mana itu memberi kegembiraan?

(c) bbss 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
4 5 6
1
2
3 4 5
  Selasa, 17 Juni 2014
 
 

IA MENGUTUS ANAKNYA KE DUNIA
BUKAN UNTUK MENGHAKIMI MELAINKAN
UNTUK MENYELAMATKAN UMAT MANUSIA

   
   
   
 
1 Raj 21:17-29 | Mzm 51:3-6a.11.16 | Mat 5:43-48

 

Engkau menyuruh orang Israel berbuat dosa (1 Raj 21:17-29)

Sesudah Nabot dibunuh, Tuhan bersabda kepada Nabi Elia, orang Tisbe, “Bangunlah, pergilah menemui Ahab, Raja Israel di Samaria. Ia telah pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya. Katakanlah kepadanya demikian, “Beginilah sabda Tuhan: Engkau telah membunuh dan merampas. Katakan pula kepadanya, “Beginilah sabda Tuhan: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ pulalah anjing akan menjilat darahmu.” Kata Ahab kepada Elia, “Sekarang engkau mendapat aku, hai musuhku?” Jawab Elia, “Memang sekarang aku akan mendapat engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di hadapan Tuhan. Sungguh, aku akan mendatangkan malapetaka kepadamu. Aku akan menyapu engkau dan melenyapkan setiap orang laki-laki dari kelurga Ahab, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel. Aku akan memperlakukan keluargamu sama seperti keluarga Yeroboam bin Nebat dan seperti keluarga Baesa bin Ahia. Sebab engkau telah menyakiti hati-Ku dengan menyebabkan orang Israel berbuat dosa. Juga mengenai Isebel Tuhan telah bersabda, ‘Anjing akan mamakan Izebel di tembok luar Yizreel. Siapa saja dari keluarga Ahab yang mati di kota akan dimakan anjing, dan yang mati di padang akan dimakan burung di udara.’ Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak dirinya dengan melakukan yang jahat di mata Tuhan, karena ia telah dibujuk oleh Izebel, isterinya. Bahkan ia telah berlaku keji. Ia mengikuti berhala-berhala, seperti orang Amori yang telah di halau Tuhan dari depan orang Israel.”
Segera sesudah Ahab mendengar perkataan itu, ia mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung pada tubuhnya, dan berpuasa. Bahkan ia tidur dengan memakai kain kabung dan berjalan dengan langkah lamban. Maka bersabdalah Tuhan kepada Elia orang Tisbe itu, “Sudahkah kakulihat, bahwa Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku? Oleh karena ia telah merendahkan diri di hadapan-KU, maka Aku tidak akan mendatangkan malapetaka dalam zamannya. Barulah dalam zaman anaknya Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluarganya.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 51:3-6a.11.16; R: 3a)

Ref: Ya Tuhan, kasihanilah kami, orang yang berdosa ini.

  1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
  2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa.
  3. Palingkanlah wajah-Mu dari dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, penyelamatku, maka lidahku akan memasyhurkan keadilan-Mu!
 

Kasihilah musuh-musuhmu (Mat 5:33-37)

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, “Kalian telah mendengar bahwa disabdakan, ‘Kasihilah sesamamu manusia, dan bencilah musuhmu.’ Tetapi Aku berkata kepadamu, ‘Kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian.’ Karena dengan demikian kalian menjadi anak-anak Bapamu di surga. Sebab Ia membuat matahariNya terbit bagi orang yang jahat, dan juga bagi orang yang baik. Hujan pun diturunkanNya bagi orang yang benar dan juga bagi orang yang tidak benar. Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kalian hanya memberi salam kepada saudaramu saja, apakah lebihnya dari perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu kalian harus sempurna sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge