Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2014
  MASA BIASA PEKAN 11
   
Berdoa berarti mengakui diri sebagai seorang murid yang mau mengikuti teladan Sang Guru.

PUSAT renungan kita hari ini ada pada doa yang diajarkan Yesus kepada murid-muridNya. Doa ini diajarkan dalam konteks kotbah di bukit, yang berisi ajaran-ajaran pembaharuan diri para murid. Nuansa yang sama kita temukan dalam Injil Lukas, ketika Yesus mengajar para murid berdoa sebagai tanggapan atas permintaan mereka (bdk. Luk 11:1-4). Pendek kata, doa ini diajarkan kepada para murid, karena itu memang layak untuk diucapkan oleh para murid.

Posisi seorang murid dalam doa ini tergambar secara tidak langsung. Bagian pertama, doa berisi pengakuan iman yang menyatakan kemuliaan Bapa, kerajaan dan penyelenggaraannya. Bagian kedua berisi kebutuhan manusia baik yang jasmaniah maupun yang rohaniah, yakni rejeki sehari-hari, pengampunan atas dosa dan perlindungan dari yang jahat. Dimensi-dimensi doa Bapa Kami ini memberikan gambaran seperti apa relasi antara manusia dan Tuhan. Tuhan menyediakan semua yang kita butuhkan, namun sebagai murid kita dituntut untuk menunjukkan semangat kemuridan, yakni mengakui penyelenggaraanNya dan dengan rendah hati memohon belas kasih dan perlindunganNya. Semangat kemuridan tidak menunjukkan kelemahan tetapi justru mengungkapkan hakekat terdalam seorang manusia yang diselamatkan.

Setiap kali kita berdoa Bapa Kami, hendaknya kita menyadari posisi kita sebagai murid Kristus. Kita mendengar sabda Kristus, kita melihat perbuatanNya dan kita meneladani hidupNya. Cukup dengan cara itu kita sudah memberikan pesan kepada umat manusia, bahwa Kerajaan Allah sudah ada dan keselamatan tersedia bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan. (ap)

  1. Sejauh mana anda melihat Allah sebagai Bapa? Apa gambar-an anda tentang Bapa Surgawi ini?
  2. Pada sisi lain, apa sikap yang tepat sebagai seorang murid yang perlu anda tingkatkan?

(c) bbss 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
4 5 6
1
2
3 4 5
  Kamis, 19 Juni 2014
 
 

IA MENGUTUS ANAKNYA KE DUNIA
BUKAN UNTUK MENGHAKIMI MELAINKAN
UNTUK MENYELAMATKAN UMAT MANUSIA

   
   
   
 
Sir 48:1-14 | Mzm 97:1-7 | Mat 6:7-15

 

Elia terangkat dalam badai, dan Elisa dipenuhi dengan rohnya (Sir 48:1-14)

Dahulu kala tampillah Nabi Elia, bagaikan api; sabdanya membakar laksana obor. Dialah yang mendatangkan kelaparan atas orang Israel dan karena geramnya, jumlah mereka dijadikannya sedikit. Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya, dan api diturunkannya sampai tiga kali. Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mujizatmu! Siapa dapat memegahkan diri sama dengan dikau? Orang mati kau bangkitkan dari alam arwah dandari dunia orang mati dengan sabda Yang Mahatinggi. Raja-raja kau turunkan sampai jatuh binasa, dan orang-orang tersohor kau jatuhkan dari tempat tidurnya. Teguran kau dengar di Gunung Sinai, dan di Gunung Horeb keputusan untuk balas dendam. Engkau mengurapi raja-raja untuk menimpakan balasan, dan nabi-nabi kau urapi menjadi pengantimu. Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda-kuda berapi Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, dan mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub. Berbahagialah orang yang telah melihat dikau, dan yang meninggal dalam kasih, sebab kami pun pasti akan hidup. Elia ditutupi dengan olak angina, tetapi Elisa dipenuhi dengan rohnya. Selama hidu Elisa tidak gentar terhadap seorang penguasa,dan tidak seorang pun menaklukkannya. Tidak ada sesuatu pun yang terlalu ajaib baginya, bahkan di kubur pun jenazahnya masih bernubuat. Sepanjang hidupnya ia membuat mujizat, dan malah ketika meninggal pekerjaannya menakjubkan.

Mazmur Tanggapan (Mzm 97:1-7; R: 12a)

Ref: Bersukacitalah dalam Tuhan, hai orang benar.

  1. Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita! Awan dan kekelaman ada di sekeliling-Nya, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
  2. Api menjalar di hadapan-Nya, dan menghanguskan para lawan di sekeliling-Nya. Kilat-kilat-Nya menerangi dunia, bumi melihatnya dan gemetar.
  3. Gunung-gunung luluh laksana lilin dihadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
  4. Akan mendapat malulah semua orang yang beribadah kepada patung, orang yang memegahkan diri karena berhala-berhala; segala dewata sujud menyembah Allah.
 

Berdoalah kalian demikian (Mat 6:7-15)

Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus, “Bila kalian berdoa janganlah bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka doanya akan dikabulkan karena banyaknya kata-kata. Jadi janganlah kalian seperti mereka. Karena Bapamu tahu apa yang kalian perlukan, sebelum kalian minta kepada-Nya. Maka berdoalah kalian demikian : Bapa kami, yang ada di surga, dimulikanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surge. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan. Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin. Karena, jikalau kalian mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kalian pula. Tetapi jikalau kalian tidak mengampuni orang, Bapamu pun tidak akan mengampuni kesalahanmu.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge