Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2014
  MASA BIASA PEKAN 17
   
Ketika "bibit, bebet dan bobot" menjadi ukuran menilai seseorang.

BANYAK masyarakat tradisional, bahkan juga orang-orang dari komunitas modern, masih sangat menekankan apa yang disebut sebagai "bibt, bebet dan bobot" dalam menilai seseorang. Ketika seorang pria melamar seorang wanita, masing-masing keluarga akan menilai pihak lain, apakah asal usul keluarganya bisa diandalkan, bagaimana dengan peranan sosialnya, apakah ia orang yang berkualitas, dan sebagainya. Orang mungkin sangat mampu dan berbakat, tetapi bisa jadi dia ditolak karena bukan berasal dari keluarga bangsawan, atau kalangan elite, atau orang kaya, dan sebagainya. Saya pernah mendampingi seorang pria yang frustrasi karena ditolak lamarannya oleh keluarga gadis impiannya karena ia bukan orang berdarah biru, padahal ia berpendidikan tinggi, mempunyai pekerjaan dengan penghasilan yang bagus, dan sangat dihargai di lingkungan kerjanya. Apa daya, semua itu tak bisa memberi dia "darah biru" impian orang tua sang gadis.

Ketika memulai karya pelayananNya, Yesus datang ke Nazaret, tempat Ia dibesarkan. Orang-orang di sana mengenal diriNya. Apakah dengan itu Ia lebih mudah menyampaikan visi kehadiranNya di tengah umat manusia? Ternyata tidak! Ia justru dilawan oleh orang-orang seasalNya sendiri, karena mereka masih terjebak dalam pola pikir "bibit, bebet, bobot" dalam menilai Yesus Kristus. Hasilnya menyedihkan. Mereka kecewa dan menolakNya. Dengan itu justru mereka menutup pintu bagi karya dan rahmat Tuhan yang lebih besar, yang sesungguhnya menghantar mereka kepada keselamatan.

Ada banyak cara Tuhan mewahyukan diri. Ia memanfaatkan manusia, alam, peristiwa hidup, atau apapun yang layak di mataNya. Bukankah kita yakin, bahwa Tuhan berkarya melalui orang tua kita? Atau para guru kita? Jika demikian adanya, saya dan anda pun dapat dipergunakan Tuhan untuk rencanaNya. Maka marilah kita membina keterbukaan hati, agar kita dapat menerima bentuk pewahyuan diri Tuhan, walaupun itu merupakan hal yang terlalu biasa bagi kita. Yang paling penting adalah sampainya pesan keselamatan itu pada diri kita, bukan apa atau siapa yang digunakan Tuhan untuk tujuan tersebut. (ap)

  1. Pernahkah anda menolak pengungkapan diri Tuhan hanya karena anda terlalu biasa dengan orang atau peristiwa tersebut?
  2. Apakah hal itu berpengaruh bagi iman anda?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 31 1
28 29 30
1
2
3
4 5 6
  Jumat, 1 Agustus 2014
 
St. Alfonsus Liguori, uskup dan pujangga gereja
 

KERAJAAN SURGA ITU SEUMPAMA
HARTA TERPENDAM
YANG DITEMUKAN ORANG DI LADANG

   
   
   
 
Yer 26:1-9 | Mzm 69:5.8-10.14 | Mat 13:54-58

 

Seluruh rakyat berkumpul menghadap Tuhan (Yer 26:1-9)

Pada permulaan pemerintahan Yoyakim, putera Yosia, raja Yehuda, bersabdalah Tuhan kepada Yeremia, “Beginilah sabda Tuhan, ‘Berdirilah di pelataran rumah Tuhan dan katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda, yang datang untuk sujud di rumah Tuhan, segala sabda yang Kuperintahkan untuk kau katakana kepada mereka. Janganlah kau kurangi sepatah kata pun! Mungkin mereka mau mendengarkan, dan masing-masing mau berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, sehingga Aku menyesal dan mencabut kembali malapetaka yang Kucanangkan terhadap mereka karena perbuatan-perbuatan mereka yang jahat.’ Maka katakanlah kepada mereka. ‘Beginilah sabda Tuhan: Jika kalian tidak mau mendengarkan Daku, tidak mau mengikuti Taurat-Ku, yang telah Kubentangkan di hadapanmu,dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku, para nabi, yang terus-menerus Kuutus kepadamu, tetapi kalian tidak mau mendengarkan, maka Aku akan membuat rumah ini sama seperti Silo, dan kota ini menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi.” Para imam, para nabi dan seluruh rakyat mendengar Yeremia mengucapkan perkataan-perkataan itu dalam rumah Tuhan. Sesudah Yeremia selesai mengatakan segala yang diperintahkan Tuhan untuk dikatakan kepada seluruh rakyat, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu , menangkap dia serta berkata, “Engkau harus mati! Mengapa engkau bernubuat demi nama Tuhan dengan berkata, ‘Rumah ini akan sama seperti Silo, dan kota ini akan menjadi reruntuhan, sehingga taka da lagi penduduknya?” Dan seluruh rakyat berkumpul mengerumuni Yeremia di rumah Tuhan.

Mazmur Tanggapan (Mzm 69:5.8-10.14; R: 14c)

Ref: Demi kasih setia-Mu yang besar, jawablah aku, ya Tuhan.

  1. Orang-orang yang membenci aku tanpa alasan lebih banyak daripada rambut di kepalaku; terlalu besar jumlah orang yang hendak membinasakan aku, yang memusuhi aku tanpa sebab; aku dipaksa mengembalikan apa yang tidak kurampas.
  2. Sebab karena Engkaulah aku menanggung cela, karena Engkaulah noda meliputi mukaku. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, menjadi asing bagi anak-anak ibuku; Sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.
  3. Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya Tuhan, aku bermohon pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia!
 

Bukankah Dia itu anak tukang kayu? Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? (Mat 13:54:58)

Pada suatu hari Yesus kembali ke tempat asal-Nya. Di sana Ia mengajar orang di rumah ibadat mereka. Orang-orang takjub dan berkata, “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu? Bukankah Dia itu anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon, Yudas? Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” Lalu mereka kecewa dan menolah Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Karena ketidakpercayaan mereka itu, maka Yesus tidak mengerjakan banyak mukjizat di situ.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge