Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2014
  MASA BIASA PEKAN 22
   
Keluarga kita adalah umat beriman!

SEORANG imam yang baru ditahbiskan tidak sempat merayakan misa pertama bersama keluarga besarnya karena ada perselisihan internal marga tersebut. Ia menulis surat untukku sekedar mengungkapkan kekecewaan- nya. Saya tidak bisa memberi nasehat karena tidak tahu persoalan marga tersebut. Saya hanya menulis, "Bersabar dan belajar tabah. Ketika keluarga kita, marga kita, tidak memberi perhatian yang memadai, ingat bahwa kita masih punya keluarga besar yang memberi perhatian, yakni umat di tempat mana kita melayani." Enam tahun kemudian ketika kami bertemu lagi, ia mengucapkan terima kasih atas suratku itu, karena memberinya kekuatan untuk menerima keadaan waktu itu.

Yesus kembali ke tempat asalNya, ingin berbagi rahmat kasih dengan kaum keluargaNya. Tetapi yang Dia peroleh adalah penolakan. "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya", kata Yesus. Yesus di- tolak kaum keluargaNya, tetapi Ia memiliki keluarga baru, yakni orang-orang yang percaya kepadaNya. Terbukti di kemudian hari, bahwa mereka yang percaya ini yang setia kepadaNya.

Menyadari pentingnya menemukan diri dalam Keluarga Allah, sangatlah penting bagi kita untuk membangun persekutuan doa. Mari kita upayakan dengan tulus hati dan menunjangnya dengan doa dan korban.(ap)

  1. Apa pengalaman penolakan yang pernah anda hadapi?
  2. Jika ada, sejauh mana pengalaman tersebut mempengaruhi pandangan anda tentang Gereja sebagai Keluarga Allah?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
1
2 3 4
  Senin, 1 September 2014
 
 

APA GUNANYA BAGI SESEORANG JIKA IA MEMPEROLEH SELURUH DUNIA TETAPI KEHILANGAN NYAWANYA?

   
   
   
 
1 Kor 2:1-5 | Mzm 119:97-102 | Luk 4:16-30

 

Aku mewartakan kepadamu kesaksian Kristus yang tersalib (1 Kor 2:1-5)

Saudara-saudara, ketika aku datang kepadamu, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat, untuk mewartakan kesaksian Allah kepada kalian. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa pun di antaramu selain Yesus Kristus, Dia yang disalibkan. Aku pun datang kepadamu dalam kelemahan, dengan sangat takut dan gentar. Baik ajaran maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, melainkan dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya imanmu jangan bergantung pada hikmat manusia, melainkan pada kekuatan Allah.

Mazmur Tanggapan (Mzm 119:97-102; R: 97a)

Ref: Betapa besar cintaku kepada Hukum-Mu, ya Tuhan.

  1. Betapa kucinta Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.
  2. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana daripada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya perintah itu ada padaku.
  3. Aku lebih berakal budi daripada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan selalu.
  4. Aku lebih mengerti daripada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.
  5. Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.
  6. Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.
 

Aku diutus menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin. Tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya (Luk 4:16-30)

Sekali peristiwa datanglah Yesus di Nazaret, tempat Ia dibesarkan. Seperti biasa, pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat. Yesus berdiri hendak membacakan Kitab Suci. Maka diberikan kepada-Nya Kitab Nabi Yesaya. Yesus membuka kitab itu dan menemukan ayat-ayat berikut, “Roh Tuhan ada pada-Ku. Sebab Aku diurapi-Nya untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin. Dan Aku diutus-Nya memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, penglihatan kepada orang-orang buta, serta membebaskan orang-orang yang tertindas; Aku diutus-Nya memberitakan bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang.” Kemudian Yesus menutup kitab itu dan mengembalikannya kepada pejabat; lalu Ia duduk, dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Kemudian Yesus mulai mengajar mereka, kata-Nya, “Pada hari ini genaplah ayat-ayat Kitab Suci itu pada saat kalian mendengarnya.” Semua orang membenarkan Yesus. Mereka heran akan kata-kata indah yang diucapkan-Nya.
Lalu mereka berkata, “Bukankah Dia anak Yusuf?” Yesus berkata, “Tentu kalian akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku, ‘Hai Tabib sembuhkanlah dirimu sendiri. Perbuatlah di sini, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar telah terjadi di Kapernaum!” Yesus berkata lagi, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar, ’Pada zaman Elia terdapat banyak wanita janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepda salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang wanita janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman Nabi Elisa banyak orang kusta di Israel tetapi tiada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain Naaman, orang Siria itu.”
Mendengar itu sangat marahlah semua orang di rumah ibadat itu. Mereka bangkit lalu menghalau Yesus ke luar kota, dan membawa Dia ke tebing gunung tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Yesus berjalan lewat tengah-tengah mereka, lalu pergi.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge