Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2015
  MASA NATAL
   
Restu SANG BUNDA Di Awal Tahun 2015

DALAM banyak kebudayaan, doa restu orang tua, teristimewa sang ibu, dinilai sangat penting bagi kehidupan anak-anaknya. Banyak pasangan suami isteri tak tenang hidupnya ketika perkawinan mereka belum direstui. Anak-anak tak berani meninggalkan rumah sebelum pamit dan mendapat berkat orang tua, terutama sang ibu. Ada keyakinan, doa bunda sangat penting, bahkan menentukan jalan apa yang akan dilewati sang anak.

Jika tahun baru ibarat titik awal periode baru, maka merayakan Maria Bunda Allah menjadi satu tanda kerinduan kita sebagai anak-anak Allah untuk mendapat berkat restu Sang Bunda. Pengabulan doa selalu datang dari Bapa Surgawi dengan pengantaraan Yesus Kristus, namun doa yang tak kunjung putus dari Sang Bunda memberikan peneguhan yang luar biasa. Maria dipilih Tuhan menjadi bunda Sang Mesias. Ia selalu menyertai hidup Yesus, sejak dari rahimnya hingga ke rahim pertiwi, di hari kematian Puteranya itu. Namun, sebelum Yesus wafat di salib, Ia terlebih dahulu menyerahkan Maria kepada Yohanes, sehingga sejak itu Maria menjadi Bunda semua orang beriman (bdk. Yoh 19:26-27).

Merayakan Maria Bunda Allah di awal tahun baru menyiratkan pesan, bahwa kita semua hendak menyatu dalam persekutuan orang-orang yang menyerahkan diri pada Tuhan. Maria menjadi model penyerahan diri tersebut. Ia satu-satunya manusia yang menyatu dengan Tuhan yang menjadi manusia, sejak dari rahimnya hingga liang kubur. Semua itu terjadi karena ia rendah hati dan mau melakukan kehendak Tuhan dengan sepenuh hati. Kita menimba semangat rendah hatinya itu dan hendak menyerahan diri kepada Tuhan. Semoga doa-doa Sang Bunda senantiasa mengawani kita sepanjang tahun ini. (ap)

  1. Apa model penyertaan Sang Bunda yang anda harapkan?
  2. Apa wujud semangat penyerahan diri anda kepada penyelenggaraan Tuhan?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge


mba
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
28 29 30 31 1 2
25 26 27 28 29 30 31
  Kamis, 1 Januari 2015
ny2015
 
Hari Raya Maria Bunda Allah
 

ANAK ITU BERTAMBAH BESAR DAN MENJADI KUAT, PENUH HIKMAT, DAN KASIH KARUNIA ALLAH ADA PADANYA

   
   
   
 
Bil 6:22-27 | Mzm 66:2-3.5-6.8 | Gal 4:4-7 | Luk 2:16-21

 

Mereka harus meletakkan namaKu atas orang Israel; maka Aku akan memberkati mereka (Bil 6:22-27)

Sekali peristiwa Tuhan berfirman kepada Musa,"Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya:
Beginilah kamu harus memberkati orang Israel. Katakanlah kepada mereka: Tuhan memberkati dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajahNya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah mereka harus meletakkan namaKu atas orang Israel; maka Aku akan memberkati mereka."

Mazmur Tanggapan (Mzm 67:2-3.5-6.8; R: 2a)

Ref: Berbelaskasihlah Tuhan dan adil, Allah kami adalah rahim..

  1. Kiranya Allah mengasihani dan memberkati kita, kiranya Ia menyidari kita dengan wajahNya, kiranya Ia menyinari jalanMu dikenal di bumi, dan keselamatanMu di antara segala bangsa.
  2. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, dan Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.
  3. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepadaMu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepadaMu. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepadaNya!
 

Allah mengutus anakNya yang lahir dari seorang perempuan (Gal 4:4-7)

Saudara-saudara, setelah genap waktunya, Allah mengutus AnakNya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk akan hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka yang takluk kepada hukum Taurat,
supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh AnakNya ke dalam hati kita, yang berseru "Abba, ya Bapa." Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak;
dan kalau kamu anak, maka kamu juga menjadi ahliwaris-ahliwaris oleh karena Allah

 

Mereka mendapati Maria, Yusuf dan Si Bayi. Pada hari kedelapan Ia diberi nama Yesus (Luk 2:16-21)

Setelah mendengar berita kelahiran Penyelamat Dunia, para gembala cepat-cepat berangkat ke Betlehem dan mendapati Maria dan Yusuf, serta Bayi yang terbaring di dalam palungan. Ketika melihat Bayi itu, para gembala memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua yang orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hati dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat;
semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
Ketika genap delapan hari umurnya, Anak itu disunatkan dan Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum ia dikandung ibuNya.

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge