Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2015
  MASA PRAPASKAH PEKAN 2
   
Pengalaman Iman Yang Membaharui Diri

TULISAN di wall facebook sahabatku menggelitik. "Pagi ini kopi terasa lebih nikmat", katanya. Sahabatku pengemar kopi cream tanpa gula. Takarannya pun aku ingat baik. Mengapa kopi itu menjadi lebih enak? Iseng-iseng saya mengontak satu teman lain yang juga sahabat karibnya. "Belum tahu rupanya kamu", pesan bbm. "Ia sudah menemukan pasangan hidupnya." Temanku itu memang belum menikah. Kami terus mendorongnya untuk mencari pasangan hidup, tetapi selalu ada seribu satu alasan. Langsung aku kirim pesan singkat via bbm kepada dirinya. "Ehem", tulisku. "Doa kalian sudah terkabul", jawabnya. "Pantesan, kopi jadi lebih nikmat", tulisku lagi. "Nanti tak ada alasan untuk tidak hadir", jawabnya. Aku tahu, ia lagi bahagia. Itu yang mengubah dunianya.

Sudah lama, Petrus dan teman-temannya mengikuti Yesus. Namun hari ini mereka mengalami sebuah kejadian yang luar biasa. Di depan mata mereka Yesus berubah rupa, memancarkan kemuliaan, ditemani oleh Musa dan Elia, dua tokoh besar dari Perjanjian Lama. Reaksi Petrus? "Tuhan, kami ingin tinggal di sini!" Demikian kata hati Petrus. Menyaksikan kebesaran Tuhan itu sungguh karunia langka. Dan karunia ini membuat mereka tidak ingin memperoleh yang lebih daripada itu. Ada bersama Tuhan dalam ke- muliaanNya sudah menjadi kebahagiaan sejati.

Pencarian iman kita bermuara pada pengalaman ini, yakni turut serta di dalam kemuliaan Ilahi. Jika peristiwa itu kita alami hari ini, jelas tujuan hidup kita langsung berubah. Namun peristiwa itu tidak kita alami secara kasat mata. Maka iman dan pengharapan perlu digelorakan senantiasa, dalam limpahan cinta dari dan kepada Tuhan. Jika itu dapat kita lakukan, kewajiban tobat dan pembaharuan diri bukanlah sebuah masalah besar, karena kita tahu, di balik perjuangan itu ada karunia besar yang dinikmati semua orang yang setia kepada Tuhan. Mari berjuang bersama. (ap)

  1. Apa pengalaman iman yang pernah membahagiakan anda?
  2. Apa wujud konkrit kehadiran Tuhan pada saat tersebut? Sejauh mana pengalaman tersebut mengubah jalan hidup anda?

(c) 2015 aurelius pati soge


kasih dan keagungan tuhan
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31 1 2 3 4
  Minggu, 1 Maret 2015
transfigurasi
 
 
HARUSLAH KAMU MENJADI SEMPURNA,
SAMA SEPERTI BAPAMU DI SURGA
SEMPURNA ADANYA
   
   
   
 
Kej 22:1-2.9a.10-13.15-18 | Mzm 116:5-6.10.12-19 | Rm 8:31-34 | Mrk 9:2-10

 

Kurban Bapa Abraham, leluhur kita (Kej 22:1-2.9a.10-13.15-18)

Setelah Abraham mendapat anak, Ishak, maka Allah mencobai Abraham. Allah berfirman kepada Abraham, “Abraham!” Abraham menyahut, “Ya, Tuhan!” Sabda Tuhan, “Ambillah anak tunggal kesayanganmu, yaitu Ishak, pergilah ke tanah Moria, dan persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”
Maka sampailah mereka di tempat yang dikatakan Allah kepada Abraham. Abraham lalu mengulurkan tangannya dan mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berseru-lah malaikat Tuhan dari langit, “Abraham, Abraham!” Sahut Abraham, “Ya, Tuhan.” Lalu Tuhan bersabda, “Jangan bunuh anak itu, dan jangan kauapa-apakan dia. Kini Aku tahu bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepadaku.”
Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Diambilnya domba itu dan dipersembahkannya sebagai kurban bakaran pengganti anaknya. Untuk kedua kalinya berserulah malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, katanya, “Aku bersumpah demi diriKu sendiri – demikianlah firman Tuhan – karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepadaKu, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Melalui keturunanmu lah segala bangsa di bumi akan mendapat berkat, sebab engkau mentaati sabdaKu.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 116:5-6.10.12-19)

Ref: Bawalah kurbanmu bagi Tuhan, sembahlah Dia dalam istana yang kudus.

  1. Berbelaskasihlah Tuhan dan adil; Allah kami adalah rahim. Orang bersahaja dijagaNya dan yang hina diselamatkanNya.
  2. Apa balas budiku kepada Tuhan atas anugerahNya? Piala keselamatan akan kuangkat dan nama Tuhan akan kuserukan.
  3. Nadarku bagi Tuhan hendak kubayar di hadapan seluruh umatNya. Kukurbankan padaMu kurban pujian dan namaMu akan kuserukan.
  4. Nadarku bagi Tuhan hendak kubayar di hadapan seluruh umatNya. Di dalam pelataran rumah Tuhan, di tengah-tengahmu, ya Yerusalem.
 

Allah tidak menyayangkan AnakNya sendiri (Rm 8:31-34)

Jika Allah dipihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Allah bahkan tidak menyayang-kan AnakNya sendiri, tetapi menyerahkanNya demi kita semua. Bagaimana mungkin Ia tidak menganugerahkan segalanya bersama AnakNya itu kepada kita? Siapakah yang akan meng-gugat orang-orang pilihan Allah? Allah yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus yang telah wafat? Bahkan lebih lagi, yang telah bangkit? Yang juga duduk di sebelah kanan Allah? Yang malah menjadi pembela bagi kita

 

Inilah AnakKu terkasih! (Mrk 9:2-10)

Pada suatu hari Yesus berbicara tentang bagaimana Ia akan menderita sengsara. Sesudah itu Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes, dan bersama mereka naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaianNya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang sanggup menggelantang pakaian seperti itu. Maka nampaklah kepada mereka Elia dan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. Lalu Petrus berkata kepada Yesus, “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini! Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Petrus berkata demikian sebab ia tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara, “Inilah AnakKu terkasih, dengarkanlah Dia!” Dan sekonyong-konyong, waktu memandang sekeliling mereka tidak lagi melihat seorang pun bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.
Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan supaya mereka jangan men-ceriterakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan “bangkit dari antara orang mati.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge