Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2015
  MASA BIASA PEKAN 13
   

Perlindungan Tuhan Sandaran Jiwa

SEJAK AWAL sudah ada persaingan di antara ibu dua bangsa besar yang lahir dari Abraham, yakni Sara dan Hagar. Sara melahirkan Ishak, didahului oleh Hagar yang melahirkan Ismael. Ishak itu anak perjanjian sedangkan Ismael itu anak darah. Menurut tradisi, dari Ishak terlahir bangsa Israel, sedangkan dari Ismael terlahir bangsa Arabia. Pertanyaan pokok yang selalu diangkat ialah, siapa yang layak di mata Tuhan? Setiap kelompok umat yang berkaitan dengan tokoh tertentu selalu menyebut pihaknya yang lebih layak. Ternyata dalam sejarah keselamatan, kedua anak ini selalu diselamatkan, hanya keduanya diberi peranan berbeda. Maka yang paling utama di sini adalah membaca dan memahami apa kehendak Allah di dalam peristiwa tersebut.

Yesus mengabulkan permintaan iblis itu ketika diusir dari orang yang telah dirasuki. Mereka boleh berpindah ke babi-babi yang kemudian justru terjun dan mati tenggelam di dalam danau. Apakah Yesus membenci babi-babi tersebut, binatang haram menurut orang Yahudi? Kitab Suci tidak mencatat hal tersebut. Namun yang dapat kita lihat di sini ialah, bahwa di dalam diri Yesus ada kuasa Ilahi yang dipergunakan untuk menyelamatkan manusia dan mengalahkan kegelapan. Sikap inilah yang konsisten diperjuangkan oleh Yesus sepanjang hidupNya di dunia.

Perjalanan kita untuk mengikuti Tuhan dan melaksanakan kehendakNya tidaklah selalu berada di jalan mulus. Sering kita berhadapan dengan situasi konflik seperti Sara dan Hagar, antara Ishak dan Ismael. Sering kita juga berada dalam cobaan, ketika berhadapan dengan kegelapan yang kuat mencengkeram jiwa kita. Apakah kita akan tenggelam dalam rasa kasihan diri dan menyerah begitu saja pada nasib? Atau kita harus berpaling kepada Tuhan yang memberi kita hidup, menganugerahi kita iman, dan memberi kita tugas perutusan untuk membangun Kerajaan Allah? Tentu saja kita perlu berjuang untuk mewujudkan rencana Tuhan, karena di dalam usaha tersebut, kita membuka peluang keselamatan, tidak hanya bagi diri kita pribadi tetapi juga bagi sesama yang mencari Tuhan. Marilah selalu bersandar pada kehendak Allah.(ap)

  1. Apakah anda selalu menghargai sesama anda sebagai manusia yang bermartabat luhur?
  2. Ketika anda mengikuti godaan kegelapan, sadarkah anda akan bahaya yang mengancam jiwa anda?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
28 29 30 1 2 3
26 27 28 29 30 31 1
  Rabu, 1 Juli 2015
     
 
IMANMU TELAH MENYELAMATKAN ENGKAU! PERGILAH DENGAN SELAMAT DAN SEMBUHLAH DARI PENYAKITMU
   
   
   
 
Kej 21:5.8-20 | Mzm 34:7-8.10-13 | Mat 8:28-34

 

Ismael tak mungkin menjadi ahli waris bersama dengan anakku Ishak (Kej 21:5.8-20)

Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya lahir baginya. Ketika Ishak bertambah besar, pada hari ia disapih, Abraham mengadakan perjamuan besar. Pada waktu itu Sara melihat, bahwa Ismael, anak yang dilahirkan Hagar, wanita Mesir itu, bagi Abraham sedang main dengan Ishak, anak kandungnya. Berkatalah Sara kepada Abraham, “Usirlah hamba wanita itu berserta anaknya, sebab anaknya itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak.” Hal ini sangat menyebalkan hati Abraham oleh karena anaknya itu. Tetapi Allah bersabda kepada Abraham, “Janganlah sebal hatimu karena anak dan budakmu itu. Segala yang dikatakan Sara itu haruslah engkau dengarkan, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. Tetapi keturunan dari hambamu itu pun akan Kujadikan suatu bangsa, karena ia pun anakmu.”
Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan semua itu berserta anaknya di atas bahu Hagar, dan menyuruhnya pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. Ketika air di kirbat itu habis, dibuangnyalah anaknya ke bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, katanya, “Aku tidak akan tahan melihat anakku mati.” Sedang ia dudu di situ, menangislah anaknya dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu, lalu malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, katanya, “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anakmu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anakmu itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan menjadikan dia bangsa yang besar.” Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur. Ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, dan anaknya ia beri minum. Allah menyertai Ismael, sehingga ia bertambah besar. Ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.

Mazmur Tanggapan (Mzm 34:7-8.10-11.12-13; R: 7a)

Ref: Orang tertindas itu berseru dan Tuhan mendengarkannya.

  1. Orang yang tertindas ini berseru dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakkannya. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa lalu meluputkan mereka.
  2. Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan. Singa-singa muda merasa kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari Tuhan tidak kekurangan suatu pun.
  3. Marilah anak-anak, dengarkanlah Aku, takut akan Tuhan akan Kuajarkan kepadamu! Siapakah yang menyukai hidup? Siapakah yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?
 

Adakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya? (Mat 8:28-34)

Pada suatu hari Yesus menyeberang danau Genesaret dan tiba di daerah orang Gadara. Maka datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan, menemui Dia. Mereka itu sangat berbahaya, sehingga tak seorang pun berani melalui jalan itu. Dan mereka itu pun berteriak, katanya, “Apakah urusanMu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau datang kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” Tidak jauh dari mereka itu ada sejumlah besar babi sedang mencari makan. Maka setan-setan itu minta kepada Yesus, katanya, “Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Pergilah!” Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau, dan mati di dalam air. Para penjaga babi lari, dan setibanya di kota mereka menceriterakan segala sesuatu, juga tentang dua orang yang kerasukan itu. Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah berjumpa dengan Dia, mereka mendesak supaya Ia meninggalkan daerah mereka.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge