Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2015
  MASA BIASA PEKAN 17
   

Hati Nurani Tidak Pernah Berbohong

HIDUP DAN KARYA Yesus Kristus akhirnya sampai ke telinga Herodes, orang yang berkuasa secara politik. Yesus memiliki kharisma yang kuat tetapi Ia tak pernah memakai kharismaNya itu untuk meraih keuntungan politik demi kekuasaan. Yesus bukanlah ancaman bagi kekuasaan Herodes tetapi penampilan dan kharisma Yesus itu mengingatkan Herodes akan seorang tokoh lain, yakni Yohanes. "Ia adalah Yohanes Pembaptis, yang bangkit dari antara orang-orang mati", kata Herodes. Apakah Herodes yakin ada kekuatan magis? Tidak! Yang dihadapi Herodes adalah realitas yang diungkapkan oleh hati nuraninya sendiri. Mengapa? Herodes telah memberi hukuman mati yang tidak adil kepada Yohanes atas hasutan Herodias, isteri saudaranya yang telah diambil menjadi isterinya. Padahal Herodes sendiri segan terhadap Yohanes. Maka kini, ketika berhadapan dengan Rabbi dari Nazareth yang terus menerus menyuarakan kebenaran dan kejujuran, Herodes diganggu oleh nuraninya. Mungkin ada penyesalan, ada juga ketakutan, dan sebagainya. Yang jelas, Herodes bisa membohongi dunia dengan kekuasaannya tetapi ia tidak bisa membohongi hati nuraninya sendiri. Hati nurani tidak pernah berbohong, terus menyuarakan kebenaran walaupun terkadang terasa sakit.

Hari ini Gereja memperingati St. Alfonus Liguori, seorang teolog dan moralis yang terkenal, pendiri Kongregasi Redemptoris (CSSR). Ia menggunakan keahlian intelektualnya untuk mengajar umat beriman tentang moral Kristiani yang menjadi penuntun kehidupan sehari-hari. Salah satu unsur penting di dalam pengajarannya ialah tentang suara hati yang menjadi tuntunan hidup manusia. Dengan suara hati, manusia menempatkan diri di atas tingkatan binatang yang hidup menurut naluri. Suara hati menuntun kita untuk mengambil keputusan yang sanggup menjawabi kebutuhan naluri, akal budi, afeksi dan emosi. Bagi kita orang Kristiani, memilihara hati nurani adalah kebajikan dasariah yang perlu dipertahankan, sehingga ada pintu bagi Tuhan untuk membimbing kita menuju keselamatan. Nurani yang peka adalah gerbang kemuliaan yang ditawarkan Tuhan. (ap)

  1. Pernahkah anda bertindak melawan kata hati nurani anda?
  2. Bagaimana pergolakan batin yang anda alami sesudah itu, dan apa tindakan anda untuk memperbaikinya?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 31
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
  Sabtu, 1 Agustus 2015
  St. Alfonsus Liguori, imam dan pujangga gereja  
 

KUMPULKANLAH POTONGAN-POTONGAN
YANG LEBIH, SUPAYA TIDAK ADA YANG
TERBUANG

   
   
   
 
Im 25:1.8-17 | Mzm 67:2-3.5.7-8 | Mat 14:1-12

 

Dalam tahun suci semua hendaknya pulang ke tanah miliknya (Im 25:1.8-17)

Tuhan bersabda kepada Musa di Gunun Sinai, “Engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun. Jadi tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun. Lalu engkau harus membunyikan sangkakala di mana-mana dalam bulan ketujuh, pada tanggal sepuluh. Pada Hari Raya Perdamaian kalian harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu. Kalian harus menguduskan tahun yang kelima puluh dan memaklumkan kebebasan bagi segenap penduduk negeri. Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan masing-masing kalian harus pulang ke tanah miliknya, dan kembali kepada kaumnya. Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu. Janganlah kalian menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kalian tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kalian petik buahnya. Karena tahun itu tahun Yobel, maka haruslah menjadi kudus bagimu; hasil tahun itu yang hendak kalian makan harus diambil dari ladang. Dalam tahun Yobel itu semua harus pulang ke tanah miliknya. Apabila kalian menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli dari padanya, janganlah kalian merugikan satu sama lain. Apabila engkau membeli dari sesamamu, haruslah menurut jumlah tahun sesudah tahun Yobel. Dan apabila ia menjual kepadamu haruslah menurut jumlah tahun panen. Makin besar jumlah tahun itu makin besarlah pembeliannya, makin kecil jumlah tahun itu makin kecillah pembeliannya, karena jumlah panenlah yang dijualnya kepadamu. Janganlah kalian merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takwa kepad Allahmu. Akulah Tuhan, Allahmu.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 67:2-3.5.7-8; R: 4)

Refrein: Hendaknya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah.
                 Hendaknya semua bangsa bersyukur kepada-Mu

  1. Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, Kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
  2. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.
  3. Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya!
 

Herodes menyuruh memenggal kepala Yohanes Pembaptis. Kemudian murid-murid Yohanes memberitahukan hal itu kepada Yesus (Mat 14:1-12)

Sekali peristiwa sampailah berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Maka ia berkata kepada pegawai-pegawainya, “Inilah Yohanes Pembaptis. Ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalamNya.” Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggu dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus, saudaranya. Sebab Yohanes pernah menegur Herodes, “Tidak halal engkau mengambil Herodias!” Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut kepada orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah puteri Herodias di tengah-tengah mereka dan menyenangkan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Maka setelah dihasut oleh ibunya, puteri itu berkata, “Berikanlah kepadaku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.” Lalu sedihlah hati raja. Tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya, diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya orang memenggal kepala Yohanes di penjara, dan membawanya di sebuah talam, lalu diberikan kepada puteri Herodias, dan puteri Herodias membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil jenazah itu dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahu Yesus.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge