Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2015
  MASA BIASA PEKAN 22
   

Tetap Waspada Terhadap Kuasa Gelap

PENOLAKAN orang Nazaret membuat Yesus beralih ke kota Kapernaum yang terletak di pinggir danau Galilea. Yesus menjadikan kota itu sebagai basis untuk pelayananNya. Kitab Suci tidak mencatat, apakah orang-orang di tempat itu sudah mengenal Yesus sebelumnya, atau memiliki hubungan kekeluargaan dengan Yesus. Tapi dengan peralihanNya, Yesus memberi kita identitas hingga hari ini, di mana Gereja adalah sebuah bahtera dan kita utusanNya adalah penjala jiwa-jiwa.

MEMULAI karya di tempat yang baru, Ia langsung berhadapan dengan tantangan dari tokoh sentral hancurnya martabat manusia, yakni iblis. Di Taman Eden, keutuhan martabat manusia dihancurkan oleh dosa manusia pertama yang terjadi karena jeratan iblis. Sekarang di hadapan Yesus, ada manusia yang kehilangan martabatnya oleh iblis yang merasukinya. Jelas ia tak mungkin hidup seperti manusia normal, mungkin tanpa pakaian yang sopan, menebar ketakutan, dan sebagainya. Yesus bertindak menunjukkan kuasaNya. Iblis tunduk, manusia dibebaskan. Inilah indikator awal, bahwa Yesus berkuasa atas alam semesta dan segenap isinya.

WALAUPUN masyarakat modern cenderung mengesampingkan peranan iblis, itu tidak berarti eksistensi iblis lenyap. Malah dalam bungkusan ketidapercayaan manusia, iblis bisa bekerja lebih efektip. Kewaspadaan terhadap kegelapan ini harus digalakkan sepanjang waktu, agar kita tidak sampai terbawa ke dalam pemahaman yang salah. Ketika kita tidak lagi memandang peranan iblis sebagai hal yang nyata, sikap tobat pun menurun. Kita menutup pintu pengampunan, padahal pengampunan itu penting untuk keselamatan. (ap)

  1. Apa pengalaman konkrit Tuhan menyertai anda?
  2. Sejauh mana pengalaman itu semakin meneguhkan iman anda?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Selasa, 1 September 2015
     
 

APA YANG MASUK KE DALAM SESEORANG TIDAK MENAJISKAN, TETAPI APA YANG KELUAR DARI SESEORANG ITU YANG MENAJISKAN

   
   
   
 
1 Tes 5:1-6.9-11 | Mzm 27:1.4.13-14 | Luk 4:31-37

 

Kristus telah wafat untuk kita, agar kita hidup bersama Dia (1 Tes 5:1-6.9-11)

Saudara-saudara, tentang zaman dan masa kedatangan Tuhan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kalian sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri di waktu malam. Bila orang mengatakan, bahwa semuanya damai dan aman, maka tiba-tiba kebinasaan menimpa mereka seperti seorang wanita hamil ditimpa oleh sakit bersalin. Maka pasti mereka takkan terluput! Tetapi saudara-saudara, kalian tidak hidup dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kalian seperti pencuri, karena kalian semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu janganlah kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadarlah! Sebab Allah menetapkan kita bukan untuk mengalami kemurkaan melainkan untuk memperoleh keselamatan oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersama dengan Dia, entah kita berjaga entah kita tidur. Maka dari itu hendaklah kalian saling menasihati dan saling membina, sebagaimana memang sudah kalian lakukan.

Mazmur Tanggapan (Mzm 27:1.4.13-14; R: 13)

Refrein: Aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang hidup.

  1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
  2. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam dirumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
  3. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!
 

Aku tahu siapa Engkau, Yang Kudus dari Allah (Luk 4:31-37)

Sekali peristiwa Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea. Di situ Ia mengajar pada hari-hari Sabat. Orang-orang takjub mendengar pengajaranNya, sebab perkataanNya penuh kuasa. Di rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan. Ia berteriak dengan suara keras, “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusanMu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Engkaulah Yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus menghardik dia, kataNya, “Diam, keluarlah dari padanya!” Maka setan menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya, dan sama sekali tidak menyakitinya. Semua orang takjub, dan berkata satu sama lain, “Alangkah hebatnya perkataan ini! Dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat, dan mereka pun keluar.” Maka tersiarlah berita tentang Yesus ke mana-mana di daerah itu.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge