Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2015
  MASA BIASA PEKAN 31
   

Menyatu Di Seputar Altar Kristus

SIAPA sesungguhnya orang kudus itu? Secara sederhana Gereja men- definisikan orang kudus sebagai persekutuan semua orang yang telah mempercayakan dirinya kepada Yesus Kristus (Schneiders, N.M. Orang Kudus Sepanjang Tahun. Jakarta: Obor, 2010. hal. 544). Dengan demikian, sebutan orang kudus itu berdimensi ganda. Satu sisi, persekutuan tersebut mencakup semua umat beriman yang membentuk Gereja, Tubuh Kristus. Sisi lain, persekutuan itu merujuk pada yang telah wafat untuk semua orang dalam kesaksian iman (bdk. Katekismus Gereja Katolik 960-961. Edisi Indonesia, 1998. hal. 249). Maka secara singkat dapat kita katakan, para kudus ialah semua orang yang disatukan oleh iman akan Yesus Kristus, berhimpun di seputar altar Yesus Kristus, dan mengambil bagian dalam perjamuan keselamatan yang disiapkan oleh Yesus Kristus.

Karena dasar persatuan kita adalah iman, tak pernah ada persekutuan orang kudus tanpa Yesus Kristus. Meminjam bahasa fisika, Kristus adalah inti atom, kita adalah electron yang berputar di seputar nucleus tersebut. Dengan itu kita memiliki daya untuk berkarya atas nama Kristus, demi KerajaanNya dan keselamatan semua orang. Para kudus yang kita hormati hari ini adalah mereka yang telah mengalami kebahagiaan. Mereka sudah menerima ganjarannya di surga (Mat 5:12). Sedangkan bagi kita, harapan kita adalah pemenuhan janjiNya, bahwa “Dia akan menghapus air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan atau ratap tangis atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu” (Why 21:4). Atas alasan itulah kita “menanggalkan semua beban dosa yang merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan. Kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Kristus, yang membawa iman kita menuju kesempurnaan” (bdk. Ibr 12:1b-2a). (ap)

  1. Apakah anda menghormati orang kudus pelindung anda?
  2. Apakah anda meneladani keistimewaan para kudus di dalam Gereja, khususnya orang kudus pelindungmu?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 1 2 3 4 5
  Minggu, 1 November 2015
  Hari Raya Semua Orang Kudus  
 

BERBAHAGIALAH ORANG YANG MEMBAWA DAMAI, KARENA MEREKA AKAN DISEBUT
ANAK-ANAK ALLAH

   
   
   
 
Why 7:2-4.9-14 | Mzm 24:1-6 | 1 Yoh 3:1-3 | Mat 5:1-12a

 

Aku melihat satu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya. Mereka terdiri dari segala suku dan bangsa, kaum dan bahasa (Why 7:2-4.9-14)

Aku, Yohanes, melihat seorang malaikat muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup. Dengan suara nyaring ia berseru kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya, “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka.” Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu, seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua keturunan Israel.
Kemudian dari pada itu aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, dari segala suku dan bagsa, kaum dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dengan suara nyaring mereka berseru, “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di takhta, dan bagi Anak Domba.” Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta, tua-tua dan keempat makhluk yang ada di sekitar takhta itu. Mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah sambil berkata, “Amin! Puji-pujian dan kemuliaan, hikmat dan syukur, hormat, kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!”
Seorang di antara tua-tua itu berkata kepadaku, “Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?” Maka kataku kepadanya, “Tuanku, Tuan mengetahuinya!” Lalu ia berkata kepadaku, “Mereka adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan besar. Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 24:1-6)

Ref: Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan.

  1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagad dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
  2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempatNya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan dan tidak bersumpah palsu.
  3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, Penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajahMu, ya Allah Yakub.
 

Kita melihat Kristus dalam keadaanNya yang sebenarnya (1 Yoh 3:1-3)

Saudara-saudara terkasih, lihatlah betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita sungguh anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang terkasih, sekarang kita ini sudah anak-anak Allah, tetapi bagaimana keadaan kita kelak belumlah nyata. Akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akanmelihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepadaNya, ia menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

 

Bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga (Mat 5:1-12a)

Sekali peristiwa, ketika melihat banyak orang yang datang, Yesus mendaki lereng sebuah bukit. Setelah Ia duduk, datanglah murid-muridNya. Lalu Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kataNya, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berduka cita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuas-kan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika demi Aku kamu dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan begembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge