Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2015
  MASA ADVEN PEKAN 1
   
Berjaga Menanti Pemenuhan Sukacita

DRAMATISASI Kisah Natal menjadi sebuah ceritera yang selalu melekat di memori masa kecilku. Satu adegan yang selalu saya kenang ialah ketika para gembala di padang berceritera di antara mereka, bahwa akan datang Sang Penebus yang membebaskan seluruh bangsa Israel. Mereka lalu berdoa dan menyanyikan lagu kerinduan yang dikutip dari buku JUBILATE: “Ya surga, utus apalah, embunkanlah yang adil!” Agak lucu untuk telinga sekarang, maklum bahasa Melayu tua. Adegan itu diakhiri dengan seorang gembala tua yang mengeluh, bahwa usianya sudah tua, mungkin sudah tidak sempat lagi melihat Sang Penebus itu. Di saat itulah malaikat menampakkan diri dan menyampaikan kabar tentang kelahiran Yesus. Bisa dibayangkan, sukacita yang muncul di atas panggung pentas maupun di antara penontong yang menyaksikannya.

Kisah ini bukanlah sebuah detil Kitab Suci melainkan imajinasi seorang sutradara, tetapi setidaknya mengungkapkan kebenaran Injil hari ini. “Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kalian lihat, namun tidak melihatnya, dan ingin mendengar ap ayang kalian dengar namun tidak mendengarnya”, kata Yesus. Gembala imajinatip dalam kisah fiktip di atas sesungguhnya mencerminkan sukacita yang seharusnya ada di dalam hati orang beriman yang mengalami langsung pemenuhan janji keselamatan Bapa dalam diri Yesus. Tidak semua orang bisa melihat dan memahami, namun bagi mereka yang sanggup, karunia ini terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja. Para murid Yesus harusnya bersuka ria, karena mereka beruntung mengalami langsung pemenuhan janji keselamatan yang dinubuatkan oleh nabi-nabi dari jaman Perjanjian Lama.

Pemenuhan rencana keselamatan itu sudah terjadi, kita umat Kristiani saat ini menikmati buah-buah keselamatan. Dengan kata lain, kita tidak perlu berada dalam periode penantian tanpa kepastian. Namun kita tetap juga ada dalam masa penantian dengan tujuan yang berbeda, yakni kedatangan Kristus untuk menutup segala jaman. Kita tidak pernah tahu, kapan dan di mana kedatangan kedua kalinya itu akan terjadi. Untuk itulah kita perlu selalu mempersiapkan diri. Dalam masa Adven ini, mempersiapkan diri dapat kita wujudkan dalam bentuk memperbanyak sesal dan tobat dari dosa, melakukan amal kasih, memperbaiki relasi dan komunikasi dengan orang lain, dan sebaainya. Ketika semuanya bertumbuh dari kesadaran, rahmat Tuhan akan mengalir ke dalam sanubari kita. (ap)

  1. Apa makna Adven untuk anda pribadi?
  2. Apa wujud penantian masa kini yang paling mengesankan diri anda?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
29 30 1 2 3 4
27 28 29 30 31 1 2
  Selasa, 1 Desember 2015
  Beato Dionisius dan Redemptus, martir di Aceh  
 

APABILA SEMUANYA ITU MULAI TERJADI, BANGKITLAH DAN ANGKATLAH MUKAMU, SEBAB PENYELAMATMU SUDAH DEKAT

   
   
   
 
Yes 11:1-10 | Mzm 72:2.7-8.12-13.17 | Luk 10:21-24

 

Roh Tuhan akan ada padanya (Yes 11:1-10)

Pada akhir zaman sebuah tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh Tuhan akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh penasehat dan keperkasaan, roh pengenal dan takut akan Tuhan; ya, kesenangannya ialah takut akan Tuhan. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan dengan kejujuran akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri. Ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan. Seperti ikat pinggang yang tetap terikat pada pinggangnya.
Pada waktu itu serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan merumput besama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anak-anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Bayi akan bermain-main dekat liang ular tedung, dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tanganya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Mu yang kudus. Sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan, seperti air laut yang menutupi dasarnya. Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi para bangsa. Dia akan dicari oleh suku-suku bangsa, dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.

Mazmur Tanggapan (Mzm 72:2.7-8.12-13.17; R: lh. 7)

Ref: Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya,dan damai sejahtera berlimpah sampai selama-
       lamanya.

  1. Ya Allah, kiranya raja mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
  2. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut sampai ke laut, dari Sungai Efrat sampai ke ujung bumi.
  3. Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas dan orang yang tidak punya penolong; Ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.
  4. Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.
 

Yesus bergembira dalam Roh Kudus (Luk 10:21-24)

Pada waktu itu bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil, Ya Bapa, itulah yang berkenan di hatiMu. Semua telah diserahkan kepadaKu oleh BapaKu dan tiada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan seorang yang oleh Anak diberi anugerah mengenal Bapa.” Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-muridNya dan berkata, “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kalian lihat. Sebab Aku berkata kepadamu, banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kalian lihat, namun tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kalian dengar, namun tidak mendengarnya.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge