Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2016
  MASA BIASA PEKAN 4
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 1 2 3 4 5
  Senin, 1 Februari 2016
   
 

PADA HARI INI GENAPLAH NAS KITAB SUCI, NAMUN AKU BERKATA KEPADAMU, TAK ADA NABI YANG DIHARGAI DI TEMPAT ASALNYA

 
 
 
 
2 Sam 15:13-14.30; 16:5-13a | Mzm 3:2-7 | Mrk 5:1-20

Daud melarikan diri dari Absalom, dan Simei mengutuk dia sesuai perintah Tuhan (2 Sam 15:13-14.30; 16:5-13a)

Waktu itu Absalom, putera Daud memberontak. Maka datanglah seseorang kepada Daud, katanya “Hati orang Israel telah condong kepada Absalom.” Kemudian berbicaralah Daud kepada semua pegawainya yang ada bersama-sama dengan dia di Yerusalem, “Bersiaplah, marilah kita melarikan diri, jangan sampai kita tidak dapat luput dari tangan Absalom. Pergilah dengan segera, supaya ia tidak dapat lekas menyusuli kita, dan mendatangkan celaka atas kita serta memukul kota ini dengan mata pedang!” Maka Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis. Ia mengenakan selubung kepala, dan ia berjalan dengan kaki tidak berkasut. Juga seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia: masing masing mengenakan selubung kepala, dan mereka mendaki sambil menangis.
Ketika Raja Daud sampai ke Bahurim, keluarlah dari sana seorang dari kaum keluarga Saul; ia bernama Simei bin Gera. Sambil mendekati raja, ia terus-menerus mengutuk. Daud dan semua pegawainya ia lempari dengan batu, walaupun segenap tentara dan semua pahlawan berjalan di kiri-kanannya. Beginilah perkataan Simei pada waktu itu mengutuk, “Enyahlah, enyahlah, engkau penumpah darah, orang dursila! Tuhan telah membalas kepadamu segala darah keluarga Saul, yang engkau gantikan menjadi raja. Tuhan kini menyerahkan kedudukan raja kepada anakamu Absalom. Sungguh engkau sekarang dirundung malang, karena engkau seorang penumpah darah.”
Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja, “Mengapa bangkai anjing ini mengutuki Tuanku Raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya.” Tetapi kata raja, “Tak usahlah campur tangan, hai anak Zeruya! Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila Tuhan bersabda kepadanya, ‘Kutukilah Daud’, siapakah yang akan bertanya mengapa engkau berbuat demikian?” Kata Daud pula kepada Abisai dan kepada semua pegawainya, “Sedangkan anak kandungku saja ingin mencabut nyawaku, apa lagi si orang Benyamin ini! Biarkanlah dia, dan biarlah ia mengutuk, sebab Tuhanlah yang telah bersabda kepadanya demikian. Mungkin Tuhan akan memperhatikan kesengsaraanku ini, dan Tuhan membalasku dengan sesuatu yang baik sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini.” Demikianlah Daud melanjutkan perjalanan bersama orang-orangnya.

BERBEDA dari orang-orang di Kapernaum atau kota-kota Galilea lainnya, orang-orang Gerasa tidak menahan Yesus untuk melanjutkan pengusiran setan bagi orang lain. Di hadapan mereka ada orang kerasukan yang telah dibebaskan, sehat dan berpakaian normal. Sebuah problem praktis sudah selesai. Tetapi ada problem lain, yakni ribuan babi tenggelam di danau dan mati. Mereka bukan kaum Israel, karena babi haram bagi mereka. Di Gerasa babi menjadi sumber nafkah. Maka orang-orang ini jelas merasa terganggu dengan kehadiran Yesus. Mereka meminta Yesus untuk meninggalkan tempat itu. "Jangan menggangu kami", kurang lebih begitu kata-kata mereka. "Tinggalkan kami dengan cara hidup kami, anda boleh berkarya di tempat lain." Orang Gerasa adalah tipe orang yang nyaman dengan dirinya dan tidak ingin ada pembaharuan.

Ketika Daud mulai mapan di dalam kekuasaannya, ia tergoda untuk berbuat yang tercela di mata Tuhan. Dengan cara licik, ia mengambil Batsyeba, isteri Uria, menjadi isterinya. Walaupun Daud kemudian menyatakan tobat hatinya (Mzm 51), Tuhan melihat ada penurunan kualitas iman Daud. Maka goncangan baru diperlukan. Itulah pemberontakan Abasalom. Ketika anak raja itu melakukan konspirasi untuk merebut tahta Yerusalem, Daud tak punya pilihan lain selain dari pada berpaling kepada Tuhan. Pemulihan iman terjadi, kedudukannya kembali, tetapi untuk itu kemapanan hidup dalam dosa perlu digoncang terlebih dahulu.

Kisah Kitab Suci ini mengingatkan kita akan pembaharuan diri yang harus dilakukan orang beriman. Kemapanan, baik dalam sukacita iman maupun kenikmatan dosa, membuat orang merasa terlena, lalu lupa untuk berusaha meningkatkan kualitas relasi dan komunikasi dengan Tuhan. Ritus-ritus agama itu indah dan memberi inspirasi, tetapi kenyamanan dalam perayaan bisa membuat orang lalai melakukan kewajiban cinta, yakni pelayanan kepada sesama. Kemewahan dan kemudahan hidup dalam dosa membuat orang segan menerima Kristus yang menuntut jalan hidup penuh mati raga. Apapun wujud kemapanan itu, selalu ada akibat negatipnya. Maka teruslah membaharui diri dalam Kristus. (ap)

Tuhan, janganlah biarkan kami tenggelam dalam rasa puas diri, tetapi doronglah kami untuk terus mencari, menemukan dan mewujudkan kehendakmu dalam hidup dan pelayanan kami.

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm3:2-3.4-5.6-7; R: 7b)

Ref: Bangkitkanlah, ya Tuhan, selamatkanlah aku.

  1. Ya Tuhan, betapa banyak lawanku! Betapa banyak orang yang bangkit menyerang aku; Banyak orang berkata tentang aku, “Baginya tidak ada pertolongan dari Allah.”
  2. Tetapi, Tuhan, Engkaulah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku, Engkaulah yang mengangkat kepalaku! Dengan nyaring aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus.
  3. Maka, aku dapat membaringkan diri dan tertidur; dan kemudian bangun lagi, sebab Tuhan menopang aku! Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang mengepung aku dari segala penjuru, Bangkitlah, ya Tuhan! Tolonglah aku, ya Allahku!
 

Hai roh jahat, keluarlah dari orang ini! (Mrk 5:1-20)

Sekali peristiwa, sampailah Yesus dan murid-murid-Nya di seberang danau Galilea, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah kepada-Nya seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan. Orang itu diam di sana dan tidak ada lagi yang sanggup mengikatnya, dengan rantai sekalipun! Sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantai itu diputuskannya dan belenggu itu dimusnakannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli diri dengan batu. Ketika melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya. Ia lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak, “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah yang Mahatinggi? Demi Allah jangan siksa aku!” Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya, “Hai, engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!” Kemudian Yesus bertanya kepada orang itu, “Siapa namamu? Jawabnya, “Namaku Legion, karena kami banyak.” Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.
Adalah di sana, di lereng bukit, sekawanan babi sedang mencari makan. Lalu roh-roh itu meminta kepada Yesus, katanya, “Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, dan biarkanlah kami memasukinya!” Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu, dan memasuki babi-babi itu. Maka kawanan bagi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. Maka larilah penjaga-penjaga babi itu! Mereka menceritakan hal itu di kotan dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang telah terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk; orang yang tadinya kerasukan legion itu, kini berpakaian dan sudah waras. Maka takutlah mereka. Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceritakan apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
Pada waktu itu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta supaya ia diperkenankan menyertai Yesus. Tetapi Yesus tidak memperkenankannya. Yesus berkata kepada orang itu “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala yang telah diperbuat Tuhan atasmu, dan ceritakan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!” Orang itu pun pergi, dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala yang telah diperbuat Yesus atas dirinya, dan mereka semua menjadi heran.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge