Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2016
  MASA PRAPASKAH PEKAN 3
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
28 29 1 2 3 4
27 28 29 30 31 1 2
  Selasa, 1 Maret 2016
   
 

JIKA KAMU TIDAK BERTOBAT,
MAKA KAMU JUGA AKAN BINASA DENGAN
CARA YANG DEMIKIAN

 
 
 
 
Dan 3:25.34-43 | Mzm 25:4b-5b.6.7c.8-9 | Mat 18:21-35

Semoga kami diterima baik karena jiwa yang remuk redam dan roh yang rendah (Dan 3:25. 34-43)

Tatkala dicampakkan ke dalam tanur api, Azarya berdiri dan berdoa. Ia membuka mulut di tengah-tengah api itu, katanya, “Demi nama-Mu, ya Tuhan, janganlah kami Kau tolak selamanya, dan janganlah Kau batalkan perjanjian-Mu; janganlah Kau tarik kembali dari pada kami belas kasihan-Mu, demi Abraham kekasih-Mu, demi Ishak hamba-Mu, dan demi Israel, orang suci-Mu, yang kepadanya Engkau telah berjanji memperbanyak keturunan mereka menjadi laksana bintang-bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut. Ya Tuhan, jumlah kami telah menjadi paling kecil di antara sekalian bangsa dan sekarang kami pun dianggap rendah di seluruh bumi oleh karena dosa kami. Dewasa ini pun tidak ada pemuka, nabi atau penguasa, tiada kurban bakaran atau kurban sembelihan, kurban sajian atau ukupan; tidak ada pula tempat untuk mempersembahkan buah bungaran kepada-Mu dan mendapat belas kasihan. Tetapi semoga kami diterima baik, Karena jiwa yang remuk redam dan roh yang rendah, seolah-olah kami datang membawa kurban domba dan lembu serta ribuan anak domba tambun. Demikian hendaknya korban kami di hadapan pada hari ini berkenan seluruhnya kepada-Mu. Sebab tidak dikecewakanlah mereka yang percaya kepada-Mu. Kini kami mengikuti Engkau dengan segenap jiwa dan dengan takwa kepada-Mu, dan wajah-Mu kami cari. Janganlah kami Kau permalukan, tetapi perlakukanlah kami sesuai dengan kemurahan-Mu dan menurut besarnya belas kasihan-Mu. Lepaskanlah kami sesuai dengan perbuatan-Mu yang ajaib, dan nyatakanlah kemuliaan nama-Mu, ya Tuhan.”

SECARA logis, kisah Azarya berdoa di dalam tanur api, sulit dipahami. Akan tetapi kisah ini sesungguhnya membawa pesan simbolis. Azarya tidak mengutuk para penghukumnya, melainkan berdoa menyerahkan diri ke dalam penyelenggaraan Tuhan, bahkan berharap agar Tuhan tidak me- nolak bangsanya yang menderita penganiayaan di mana-mana. Azarya tak tunduk pada kekuasaan penderitaan dalam rasa kasihan diri. Ia meneguh- kan kualias dirinya sebagai pribadi yang kuat, yang tak terbawa oleh gerak dunia yang kejam. Ia menunjukkan, bahwa manusia bisa menyangkal dunia dan berjalan sesuai hakekatnya sebagai orang pilihan Tuhan.

Ada banyak cara mengungkapkan hakekat diri sebagai ciptaan Tuhan yang bermartabat. Yesus memberi contoh tentang pengampunan. Tuan itu mau mengampuni, karena itu adalah karakter dirinya. Sang hamba menyangkal hakekat dirinya dan tidak mau mengampuni. Karena penyangkalan itu, ia pun tak berhak memperoleh pengampunan, karunia yang seharusnya jadi buah-buah kebaikan yang meneguhkan dirinya.

Karena penderitaan, kita dapat menjadi manusia pendendam dan bertekad untuk membalasnya. Atau karena tak berdaya, kita mengasihani diri dan tak ingin berjuang, lalu menyalahkan pihak lain. Di sini kita tunduk pada arah yang ditentukan kegelapan. Namun kita dapat mengendalikan diri dan menentukan arah perjalanan kita, kalau kita mengambil sikap sesuai citra diri sebagai ciptaan Tuhan, yakni mau mengampuni dan rela membantu orang yang diperlakukan tak adil. Inilah misi kita hari ini. (ap)

Tuhan, jadikanlah kami anak-anakMu yang siap mengampuni sesama yang bersalah dan menolong mereka yang menderita. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 25:4b-5b.6.7.7.8-9; R: 6a)

Ref: Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan.

  1. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.
  2. Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan.
  3. Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.
 

Jika kamu tidak mau mengampuni saudaramu, Bapa pun tidak akan mengampuni kamu (Mat 18:21-35)

Sekali peristiwa Petrus datang kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, sampai berapa kalikah aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya, “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Ketika ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isteri dan segala miliknya untuk membayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah Dia, katanya, ‘Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.’ Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya, ‘Bayar hutangmu!’ Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya, ‘Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.’ Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskan segala hutang itu. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih, lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Maka raja itu menyuruh memanggil hamba pertama tadi dan berkata kepadanya, ‘Hai hamba yang jahat! Seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonnya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihi engkau?’ Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkan dia kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Demikianlah BapaKu yang di sorga akan berbuat terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge