Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2016
  MASA PASKAH PEKAN 6
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31 1 2 3 4
  Minggu, 1 Mei 2016
  St. Yoseph, pekerja
 

AKU YANG MEMILIH DAN MENETAPKAN KAMU SUPAYA KAMU PERGI DAN MENGHASILKAN BANYAK BUAH

 
 
 
 
Kis 15:1-2.22-29 | Mzm 67:2-3.5-6.8; R.4 | Why 21:10-14.22-23 | Yoh 14:23-29

Adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban daripada yang perlu (Kis 15:1-2.22-29)

Sekali peristiwa ada beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ sebagai berikut, “Jika kamu tidak disunat menurut adat-istiadat yang diwariskan oleh Musa, maka kamu tidak dapat diselamatkan.” Tetapi Paulus dan Barnabas, dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas, serta beberapa orang lain dari jemaat itu, pergi kepada rasul-rasul dan para penatua jemaat di Yerusalem untuk membicarakan soal itu. Maka diadakan sidang di Yerusalem.
Pada akhir sidang itu, rasul-rasul dan para penatua lainnya beserta seluruh jemaat mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas. Yang terpilih ialah Yudas yang disebut Barsabas,dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu. Kepada mereka diserahkan surat dengan hasil sidang, bunyinya, “Salam dari rasul-rasul dan para penatua jemaat serta dari saudara-saudaramu. Kepada saudara-saudara di Antiokhia Siria, dan Kilikia, yang berasal dari bangsa-bangsa lain. Kami telah mendengar bahwa ada beberapa orang di antara kami – yang tidak mendapat pesan dari kami – telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka. Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya demi nama Tuhan kita Yesus Kristus. Maka kami telah mengutus Yudan dan Silas, yang dengan lisan akan menjelaskan pesan yang tertulis ini kepada kamu. Sebab telah menjadi kuputusan Roh Kudus dan keputusan kami, bahwa kepadamu jangan ditanggungkan beban lebih banyak daripada yang perlu, yakni: Kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik, dan dari pencabulan. Jika kamu berpantang dari hal-hal tersebut, kamu berbuat baik. Sekian. Salam!”

 

DILIHAT dari sudut pandang misi masa kini, apa yang dibuat misionaris tua di masa lalu dianggap tidak mendidik, memanjakan umat, membuat mereka bergantung, dan sebagainya. Para misionaris yang datang dari Eropa dan Amerika, rata-rata hadir dengan kemampuan finansial yang lebih tinggi. Mereka membangun gereja, sekolah, klinik, rumah sakit, pertukangan, sistem irigasi, dan sebagainya, praktis dengan dana misi dari luar negeri. Partisipasi umat setempat mungkin terbatas pada tenaga kerja dan makan mereka sendiri. Namun ada sisi lain yang sering lalai dipantau, yakni iman yang teguh dan pelayanan yang tak kenal lelah. Semuanya itu menjadi meterai yang tak pernah lapuk oleh usia. Saya masih melihat bagaimana para misionaris tua ini dikunjungi dan dihargai di rumah-rumah jompo misi. Di saat kematian, umat bergelombang datang dan mengungkapkan rasa cinta dan penghargaan. Semua itu merupakan balasan sederhana atas cinta yang telah dicurahkan misionaris itu kepada mereka. Jika seseorang mencintai dengan tulus, ia juga dicintai dengan tulus.

Oleh cinta yang tulus itu, Yesus rela berkorban hingga wafat di salib, untuk membuka jalan keselamatan bagi umat manusia yang berdosa. Ia telah mewariskan ajaran kasih itu dengan sederhana namun meneguhkan. "Tak ada kasih yang lebih besar dari kasih seorang yang menyerahkan nyawa- nya untuk sahabat-sahabatnya", kata Yesus. Contoh tersempurna ialah diriNya sendiri. Dengan itu Yesus mengingatkan, bahwa cinta tanpa korban diri itu sebetulnya masih egosentris, masih demi kepentingan diri sendiri. Yesus mendorong umatnya melangkah melewati batas cinta manusiawi ini. Dalam cinta itulah Paulus dan Barnabas berkorban, atau para rasul dan penatua Yerusalem memutuskan ajaran baru yang membebaskan. Dalam cinta itu lah Yerusalem Baru, Kerajaan Allah, terbangun oleh Anak Domba, di atas dasar dua belas rasul, yakni Gereja Kudus. Dari semangat cinta yang sama, perutusan diwariskan kepada para murid, sehingga warta keselamatan itu menyebar hingga ke seluruh dunia.

Mengapa cinta itu begitu penting untuk dipahami, dihayati dan diwartakan? Alasannya ialah, bahwa cinta itu merupakan inti komunikasi pribadi-pribadi Allah Tritunggal, yang menjadi dasar seluruh rencana keselamatan, dasar adanya Gereja, dasar seluruh karya pelayanan, dan jiwa bagi relas dan komunikasi di antara umat beriman, dan antara umat beriman dengan dunia luas. Ketika ada cinta yang tulus, orang sanggup menerima kekurangan orang lain; sanggup menghargai perbedaan; sanggup mengampuni dan setia mencari jalan untuk mengatasi masalah. Oleh cinta orang melupakan diri dan mau berbuat sesuatu demi kebaikan bersama. Dengan kata lain, ketika ada cinta ada di antara kita, di saat itu Tuhan sedang berbicara kepada kita. Lalu mengapa kita segang mencintai sesama? (ap)

Kami sadar dan percaya, ya Tuhan, ada cintaMu di setiap desah nafas hidup kami. Doronglah kami untuk selalu menyiapkan diri menjadi alat perwujudan cintaMu kepada sesama kami setiap hari. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 7:2-3.5.6.8; R: 4)

Ref: Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya
         bersyukur kepada-Mu.

  1. Kiranya Allah mengasihi dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya. Kiranya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
  2. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.
  3. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya.
 

Ia menunjukkan kepadaku kota kudus yang turun dari surga ( Why 21:10-14.22-23)

Di dalam Roh, aku, Yohanes, dibawa oleh seorang malaikat ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi. Di sana ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus, yakni Yerusalem, turun dari surga, dari Allah. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah, dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti k ristal. Temboknya besar lagi tinggi, pintu gerbangnya dua belas buah. Di atas pintu gerbang itu ada dua belas malaikat, dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel. Di sebelah Timur terdapat tiga pintu gerbang, di sebelah Utara tiga pintu gerbang, di sebelah Selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah Barat tiga pintu gerbang. Tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar, dan di atasnya tertulis nama kedua belas rasul Anak Domba. Di dalam kota itu tidak kulihat Bait Suci, sebab Allah, Tuhan yang maha esa sendirilah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itiu. Kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk meneranginya, sebab kemuliaan Allah lah yang meneranginya, dan Anak Domba itulah lampunya.

 

Roh Kudus akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu (Yoh 14: 23-29)

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak lagi menyebut kamu hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya. Tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge