Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2016
  MASA PASKAH PEKAN 7
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31 1 2 3 4
  Jumat, 13 Mei 2016
   
 

ENGKAU TELAH MENGUTUS AKU DAN
MENGASIHI MEREKA SAMA SEPERTI ENGKAU TELAH MENGASIHI AKU

 
 
 
 
Kis 25:13-21 | Mzm 103:1-2.11-12.19-20b | Yoh 21:15-19

Yesus telah mati, tetapi dengan yakin Paulus mengatakan, bahwa Ia hidup (Kis 25:13-21)

Waktu Paulus ditahan dalam penjara di kota Kaisarea, datanglah Raja Agripa dengan Bernike ke Kaisarea untuk mengadakan kunjungan kehormatan kepada Gubernur Festus. Karena mereka beberapa hari lamanya tinggal di situ, Festus memaparkan perkara Paulus kepada raja itu, katanya, “Di sini ada seorang tahanan yang ditinggalkan Gubernur Feliks pada waktu dia pergi. Ketika aku berada di Yerusalem, imam-imam kepala dan tua-tua orang Yahudi mengajukan dakwaan terhadap orang itu dan meminta supaya ia dihukum. Aku menjawab mereka, bahwa bukanlah kebiasaan pada orang-orang Roma untuk menyerahkan seorang terdakwa sebagai suatu anugerah sebelum ia dihadapkan dengan orang-orang yang menuduhnya dan diberi kesempatan untuk membela diri terhadap tuduhan itu. Karena itu mereka turut bersama-sama dengan aku ke mari. Pada keesokan harinya aku segera mengadakan sidang pengadilan dan menyuruh menghadapkan orang itu. Tetapi ketika para pendakwa berdiri di sekelilingnya, mereka tidak mengajukan suatu tuduhan pun tentang perbuatan jahat, seperti yang telah aku duga. Mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agama mereka, dan tentang seorang yang bernama Yesus, yang sudah mati, tetapi dengan yakin Paulus mengatakan bahwa Ia hidup. Karena aku ragu-ragu bagaimana harus memeriksa perkara-perkara seperti itu, aku menanyakan apakah Paulus mau pergi ke Yerusalem, supaya perkaranya dihakimi di situ. Tetapi Paulus naik banding. Ia minta, supaya ia tinggal dalam tahanan, dan menunggu sampai perkaranya diputuskan oleh Kaisar. Karena itu aku menyuruh menahan dia sampai aku dapat mengirim dia kepada Kaisar.”

 

DUA TOKOH yang begitu berperanan di dalam sejarah Gereja dibicarakan bersamaan dalam liturgi hari ini dari konteks yang berbeda. Petrus di tepi Danau Galilea, dalam suasana pemulihan kepercayaan diri pasca salib dan kebangkitan Yesus; sementara Paulus ada di penjara Kaisarea, menanti perjalanan ke Roma untuk banding di hadapan kaisar. Yang menarik, dua peristiwa ini memiliki alasan yang sama, yakni karena Yesus Kristus, yang telah wafat di salib dan bangkit. Karena mewartakan wafat dan kebangkitan inilah, keduanya memperoleh penugasan untuk berperanan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Petrus diserahi tugas menjadi gembala umat, sedangkan Paulus diteguhkan agar gigih membela dan dan mewartakan Yesus wafat, bangkit dan tetap hidup.

Inti iman Kristiani sesungguhnya terletak dalam keyakinan ini, bahwa ada salib dan kebangkitan yang membuka jalan keselamatan bagi semua orang beriman. Semua refleksi teologis, spiritualis, filosofis hingga seni dan sosial budaya kekristenan sesungguhnya berpusat pada tema ini. Karena itu, kita sebagai umat beriman perlu membuat identifikasi diri dengan dua tokoh besar tersebut, di dalam mengemban tugas kita. Pertama, kita menerima tugas kegembalaan, tidak harus mengurus banyak umat yang lain, tetapi paling kurang melekat pada kewajiban menggembalakan diri sendiri, dalam kata dan perbuatan, sehingga menjadi kesaksian bagi sesama. Kita perlu gigih mempertahankan iman seperti Paulus, walaupun dengan itu kita menghadapi berbagai kesulitan. Selama kita meyakini ada kebangkitan, salib hanyalah jalan menuju kemuliaan. (ap)

Sebagaimana Engkau meneguhkan Petrus dan Paulus, ya Yesus, teguhkanlah kami agar menjadi rasulMu yang tangguh. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 103:1-2.11-12.19-20b; R: 19a)

Ref: Tuhan sudah menegakkan takhta-Nya di surga.

  1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwa, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!
  2. Setinggi langit dari bumi, demikianlah besarnya kasih setia Tuhan atas orang-orang yang takwa kepada-Nya! Sejauh Timur dari Barat, demikianlah pelanggaran-pelanggaran kita dibuang-Nya.
  3. Tuhan sudah menegakkan takhta-Nya di surga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu. Pujilah Tuhan, hai malaikat-malaikat-Nya, agungkanlah Dia hai pahlawan-pahlawan perkasa.
 

Gembalakanlah domba-domba-Ku (Yoh 21:15-19)

Yesus yang telah bangkit menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Sesudah mereka sarapan, Yesus berkata kepada Simon Petrus, “Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya, “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya,”Gembalakanlah domba-domba-Ku.!” Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya. “Benar, Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya, “Gembalakanlah domba-domba-Ku!” Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedihlah hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya, “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu! Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya, “Gembalakanlah domba-domba-Ku! Aku berkata kepadamu, sesungguhnya ketika masih muda engkau sendiri mengikat pinggangmu dan engkau berjalan ke mana saja kau kehendaki. Tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu, dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kau kehendaki.” Hal ini dikatakan Yesus untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus, “Ikutlah Aku.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge