Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2016
  MASA BIASA PEKAN 7
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31 1 2 3 4
  Kamis, 19 Mei 2016
   
 

SANG PENGHIBUR AKAN MENGAJARKAN
SEGALA SESUATU KEPADAMU DAN MENGINGATKAN KAMU AKAN SEMUANYA

 
 
 
Yak 5:1-6 | Mzm 49:14-20 | Mrk 9:41-50

Upah para buruh yang ditahan berteriak-teriak, dan teriakan itu sampai ke telinga Tuhan (Yak 5:1-6)

Hai kalian orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kalian. Kekayaanmu sudah membusuk dan pakaianmu sudah dimakan ngengat. Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kalian, dan akan makan dagingmu seperti api. Kalian telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar karena kalian telah menahan upah para buruh yang telah menuai hasil ladangmu. Dan keluhan mereka yang menyabit panenmu telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam. Kalian telah hidup dalam kemewahan dan berfoya-foya di bumi. Kalian telah memuaskan hati sama seperti pada hari pembantaian. Kalian telah menghukum, bahkan membunuh orang jujur, dan ia tidak dapat melawan kalian.

 

MELAKUKAN kebaikan merupakan ajaran moral umum yang praktis bisa diterima di dalam lingkungan mana pun. Dengan melakukan kebajikan, kita tidak hanya melayani sesama manusia yang membutuhkan, tetapi juga mendidik diri kita sendiri untuk selalu berpikir, berkata dan bertindak secara positip. Dengan demikian, orang bisa mengalami kebajikan itu sebagai wujud cinta Tuhan, sementara kita sendiri membentuk kualitas diri yang selalu berada di jalan yang benar. Itulah inti pewartaan Yesus, yang lalu dijabarkan secara lebih praktis oleh St. Yakobus. Kita haruslah berlaku benar dan adil terhadap diri dan sesama.

Perilaku benar dan adil kepada sesama dianjurkan oleh Yesus menjadi nilai penting di dalam hidup. Perilaku ini menuntut korban diri yang besar, sebab banyak kali manusia harus mengingkari apa yang ada pada dirinya untuk bisa menegakkan kebenaran tersebut. "Jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, kaena lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk dalam kehidupan, daripada dengan utuh kedua belah tangan masuk dalam neraka", kata Yesus. Ketika nilai-nilai manusiawi yang kita hayati menghalangi kita untuk melakukan kebajikan, kita harus bisa menentukan sikap, karena jalan kebenaran itu menuntut kita meninggalkan nilai-nilai tersebut. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, doronglah kami untuk mengutamakan kebajikan iman dan rela mengorbankan diri untuk menegakkannya. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 49:14-20; R: Mat 5:3)

Ref: Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, sebab merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

  1. Inilah jalan orang-orang yang mengandalkan dirinya sendiri, ajal orang-orang yang bangga akan perkataannya sendiri. Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati. Gembalanya ialah maut.
  2. Mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka. Tetapi Allah membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku.
  3. Janganlah takut apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah, sebab pada waktu mati semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.
  4. Sekalipun pada masa hidupnya ia menganggap dirinya berbahagia, sekalipun orang menyanjungnya karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri, namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.
 

Lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk dalam kehidupan, daripada dengan kedua belah tangan masuk dalam api yang tak terpadamkan (Mrk 9:41-50)

Pada suatu hari berkatalah Yesus kepada murid-muridNya, “Barang siapa memberi kalian minum air secangkir oleh karena kalian adalah pengikut Kristus, ia tak akan kehilangan ganjarannya. Barangsiapa menyesatkan salah seorang dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk dalam kehidupan, daripada dengan utuh kedua belah tangan masuk dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan. Dan jika kaki menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik bagimu dengan kaki timpang masuk ke dalam hidup, daripada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam kerajaan Allah dengan bermata satu daripada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tak pernah padam. Sebab setiap orang akan digarami dengan api. Garam itu memang baik! Tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kalian akan mengasinkannya? Hendaklah kalian selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai seorang dengan yang lain.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge