Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2016
  MASA BIASA PEKAN 8
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31 1 2 3 4
  Sabtu, 28 Mei 2016
   
 

ROH KEBENARAN AKAN DATANG DAN MEMIMPIN KAMU; IA TIDAK BERBICARA DARI DIRI SENDIRI TETAPI YANG DIDENGARNYA DARI PADAKU

 
 
 
Yud 17:20b-25 | Mzm 63:2-6 | Mrk 11:27-33

Allah berkuasa menjaga kalian jangan sampai tersandung, dan membawa kalian penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya (Yud 17:20b-25)

Saudara-saudara terkasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepadamu oleh rasul-rasul Tuhan kita Yesus Kristus. Maka bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci, dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu sendiri dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, renggutlah mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai rasa takut kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa. Allah berkuasa menjaga kalian supaya jangan sampai tersandung. Ia membawa kalian tanpa noda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya. Bagi Dia, Allah yang Esa, juru selamat kita, dengan perantaraan Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia kemuliaan, kebenaran, kekuatan dan kuasa, sebelum segala abad, sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

 

PERTARUNGAN para lawan politik seringkali tidak harus didasarkan pada logika berpikir. Begitu ada kesempatan, kelemahan lawan yang mungkin tak ada kaitan dengan situasi konkrit, langsung diangkat, disebarluaskan, dikritik dan diserang habis-habisan, dengan tujuan meruntuhkan citra positip diri sang lawan. Karena jualan utama di dalam politik adalah citra diri, serangan yang walaupun tak ada kaitan langsung dengan masalah yang dihadapi harus segera ditanggapi, sebelum lawan politik menemukan manipulasi baru dan masyarakat luas berubah pandangannya. Serangan balik digalang untuk melemahkan sang penyerang.

Ketika imam-imam kepala mendatangi Yesus dan bertanya tentang kuasa yang dimiliki Yesus, sesungguhnya mereka sedang bermain politik. Mereka tahu, bahwa khalayak ramai setuju dengan tindakan Yesus, perbuatan yang seharusnya menjadi tugas para imam kenisah. Mereka tidak melakukannya maka Yesus pun bertindak. Jika sekarang mereka melawan Yesus, citra diri mereka akan semakin rusak. Maka yang mereka pertanyakan adalah kuasa yang dimiliki Yesus, karena dengan itu mereka bisa menuduh Dia dengan dosa penghujatan Allah. Namun Yesus menggunakan cara mereka untuk menyerang balik. "Baptisan Yohanes, dari Tuhan atau dari manusia?" tanya Yesus. Efektip, kedok para imam pun terbuka.

Kendatipun terjadi saling menyerang di dalam kontra-argumen ini, ada dua motivasi yang sangat berbeda. Motivasi para imam kenisah adalah untuk menjatuhkan Yesus, sementara motivasi Yesus adalah memurnikan iman umat Allah, termasuk iman para imam sendiri. Maka yang satu menghantar ke keburukan, yang lain menghantar ke kebaikan. Dilema seperti inilah yang sering kali kita hadapi sebagai umat Allah. Pada satu sisi kita dituntut untuk berlaku lurus, pada sisi lain kita berhadapan dengan dunia yang penuh tipu muslihat. Berlaku lurus bisa menghancurkan, bermain penuh muslihat membua peluang dosa ketidakjujuran. Maka kita pun berpedoman pada Yesus, yakni niat kita haruslah murni, semata-mata demi mewujud- kan cinta Tuhan yang menyelamatkan kepada sesama. (ap)

Tuhan Yesus, teguhkanlah hati kami senantiasa, agar di tengah muslihat dunia, kami selalu setia pada jalan kebenaranMu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 63:2-6; R: 2b)

Ref: Jiwaku haus akan Dikau, ya Tuhan, Allahku.

  1. Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus akan Dikau, tubuhku rindu kepadamu, seperti tanah yang kering dan tandus, yang tiada berair.
  2. Demikianlah aku rindu memandangMu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan dan kemuliaanMu. Sebab kasih setiaMu lebih baik daripada hidup; bibirku akan memegahkan Dikau.
  3. Aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi namaMu. Seperti dijamu lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, bibirku bersorak-sorai, mulutku memuji-muji.
 

Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? (Mrk 11:27-32)

Beberapa waktu sesudah mengusir para pedagang dari halaman Bait Allah, Yesus dan murid-murid-Nya tiba kembali di Yerusalem. Ketika Yesus sedang berjalan-jalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada- Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan kaum tua-tua. Mereka bertanya kepada Yesus, "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepadaMu, sehingga Engkau melakukan itu semua?" Yesus menjawab mereka, "Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepada kalian. Jawablah Aku, dan Aku akan mengatakan, dengan kuasa mana Kulakukan hal-hal itu. Pembaptisan Yohanes itu dari surga atau dari manusia? Jawablah!"
Mereka memperbincangkannya seraya berkata, "Jikalau kita katakan dari Allah, Ia akan berkata, 'Kalau begitu, mengapa kalian tidak percaya kepadanya?' Tetapi masakan kita katakan dari manusia." Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap, bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi. Mereka menjawab kepada Yesus, "Kami tidak tahu." Maka Yesus berkata kepada mereka, "Jikalau demikian, Aku takkan mengatakan kepada kalian, dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge