Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2016
  MASA BIASA PEKAN 9
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31 1 2 3 4
  Selasa, 31 Mei 2016
  Pesta Maria Mengunjungi Elisabet
 

IA MENGAMBIL ROTI DAN IKAN, MENENGADAH KE LANGIT, BERSYUKUR DAN MEMBAGI-BAGIKAN- NYA DAN MEREKA MAKAN SAPAI KENYANG

 
 
 
Zef 3: 14-18a | Yes 12:2-3.4bcd.5-6 | Luk 1:39-56

Tuhan, Raja Israel, ada di tengah-tengahmu (Zef 3:14-18a)

Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bergembiralah, hai Israel. Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! Tuhan telah menyingkirkan hukuman yang dijatuhkan atasmu. Ia telah menebas binas musuh-musuhmu. Raja Israel, yakni Tuhan, ada di tengah-tengahmu. Engkau tidak akan taku lagi kepada malapetaka. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem, "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lunglai! Tuhan Allahmu ada di tengah-tengahmu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bersukaria karena engkau. Ia membaharui engkau dalam kasihNya, dan Ia bersora gembira karena engkau seperti pada hari pertemuan raya."

 

HENRY J.M. NOUWEN, melukiskan pertemuannya dengan Fred Bratman, seorang ateis, jurnalis New York Times, yang mewawancarai dirinya untuk kolom di koran tersebut. Pertemuan yang pada tahap itu tak lebih daripada sebuah jalinan profesional kemudian berkembang menjadi persahabatan yang diwarnai dialog intensip. Bratman, yang berlatar belakang Yahudi, tidak pernah menjadi orang Kristiani, namun dia telah memberikan Nouwen alasan untuk merenung lebih mendalam tentang makna hidup sebagai orang Kristiani. Permenungan itu melahirkan buku Life of the Beloved: spiritual living in a secular world (New York: Crossroad Publishing Company, 1995). Perbedaan pandangan di antara keduanya ternyata tidak menghalangi terbangunnya sukacita persahabatan, yang didasarkan pada penghargaan atas kemanusiaan sebagai anugerah Tuhan.

Pertemuan Maria dan Elisabet dalam refleksi Injil hari ini mengingatkan kita akan peranan manusia yang begitu penting di dalam karya keselamatan Tuhan. Walaupun Tuhan merencanakan segala jalan keselamatan itu, Ia tak pernah memaksa manusia untuk masuk ke dalam kehendak-Nya. Tuhan tak mengabaikan kebebasan pribadi yang dipanggilnya. Panggilan Maria dan Elisabet tetap merupakan sebuah tawaran Tuhan kepada manusia, agar manusia mengalami kepenuhan hakekat dirinya. Elisabet mencapai kepenuhan diri sebagai perempuan yang mampu melahirkan seorang anak, sementara Maria menggapai kepenuhan hakekat diri sebagai pribadi bebas yang dengan sadar menerima salib keselamatan.

Yang menariknya, buah dari semua ini adalah sukacita. Mungkin di saat itu, mereka belum sepenuhnya menyadari apa salib yang akan mereka pikul di kemudian hari. Hati mereka dipenuhi dengan kegembiraan karena karunia istimewa Tuhan. Dan justru sukacita ini yang meneguhkan mereka di saat-saat yang berat, ketika Tuhan menuntut korban diri yang luar biasa untuk menegakkan jalan keselamatan. Injil tidak mencatat perjalan lanjut hidup Elisabet, tetapi Maria jelas menyertai Yesus, mulai dari hari Sabda Tuhan menjadi manusia di rahimnya hingga masuknya Yesus ke liang kubur pada hari kematian-Nya. Semangat sukacita inilah yang mau kita tumbuhkan dalam hidup dan pelayanan kita, sehingga salib yang kita pikul tidak menjadi momok yang menakutkan, tetapi pengorbanan bernilai tinggi yang membawa keselamatan bagi banyak orang.. (ap)

Tuhan, berikanlah kami pemahaman akan sukacita iman, sehingga ketika salib menuntut korban diri kami, kami tak mundur. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Yes 12:2-3.4bcd.5-6; R: 6b)

Ref: Agunglah di tengah-tengahmu: Yang Kudus, Allah Israel.

  1. Sungguh, Allah itu keselamatanku, aku percaya dengan tidak gemetar. Sebab Tuhan Allah itu kekuatan dan mazmurku, ia telah menjadi keselamatanku.
  2. Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
  3. Bersyukurlah kepada Tuhan, panggilah namaNya, beritahukanlah karyaNya di antara bangsa-bangsa, mahsyurkanlah bahwa namaNya tinggi luhur!
  4. Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karyaNya. Baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!
 

Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? (Luk 1:39-56)

Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju ke sebuah kota di wilayah Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai ke telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.”
Lalu kata Maria, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia mem-perlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan yang hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama dengan Elisabet, lalu pulang ke rumahnya.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge