Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2016
  MASA BIASA PEKAN 9
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
29 30 31 1 2 3
26 27 28 29 30 1 2
  Rabu, 1 Juni 2016
  St. Yustinus, martir
 

IA MENGAMBIL ROTI DAN IKAN, MENENGADAH KE LANGIT, BERSYUKUR DAN MEMBAGI-BAGIKAN- NYA DAN MEREKA MAKAN SAPAI KENYANG

 
 
 
2 Tim 1:1-3.6-12 | Mzm 123:1-2 | Mrk 12:18-27

Kobarkanlah karunia Allah yang ada padamu berkat penumpangan tanganku (2 Tim 1:1-3.
6-12)

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, untuk mewartakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus, kepada Timotius, anakku yang terkasih. Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai engkau.
Aku mengucap syukur kepada Allah yang kulayani dengan hati nurani yang murni, seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. Karena itu lah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu berkat pe- numpangan tanganku. Sebab Allah memberi kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita, dan janganlah malu karena aku, orang hukuman karena Dia. Tetapi berkat kekuatan Allah, ikutlah menderita bagi Injil-Nya. Allah menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri. Semua itu dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman, dan semua itu sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juru- selamat kita, Yesus Kristus. Dengan Injil-Nya Kristus telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pewarta, sebagai rasul dan sebagai guru. Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu. Sebab aku tahu siapa yang kuandalkan, dan aku yakin, bahwa Dia yang berkuasa memelihara apa yang dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

 

SANTO YUSTINUS adalah seorang intelektual pada jamannya. Ia belajar dan mengajar filsafat kepada banyak orang. Di saat yang sama, ia belajar juga Kitab Suci dan akhirnya percaya kepada Kristus. Imannya mengubah paradigma hidupnya. Yang menjadi ukuran hidupnya adalah Kristus, bukan kualitas intelektual. Ia berkata, "Meski dibunuh dengan pedang, disalibkan atau dibuang ke moncong binatang buas, atau disiksa dengan pelenggu dan api, kami orang Kristen tidak akan murtad. Sebaliknya, semakin hebat penyiksaan, semakin banyak orang bertobat dan menjadi saleh, demi nama Yesus" (Shneiders, N.M. Orang Kudus Sepanjang Tahun. Jakarta: Obor, 2010. hal. 272). Dengan ukuran baru ini, Santo Yustinus dapat menerima kemartirannya sendiri dengan sukacita.

Orang-orang Saduki mendatangi Yesus bukan untuk mencari kebenaran tetapi pembenaran diri. Mareka tidak percaya pada kebangkitan, karena itu pertanyaan mereka tak punya arti. Ukuran duniawi dari hidup sehari-hari mereka pakai untuk mengukur kehidupan di alam kebangkitan. Yesus tahu, cara untuk mengoreksi mereka adalah mengoreksi ukuran yang mereka pakai. Hanya dengan mengubah paradigma berpikir mereka, ada peluang mereka akan melihat kebenaran. Akan tetapi, kemapanan hidup membuat mereka berteguh dalam pembenaran diri. Dialog dengan Yesus berhenti dan mereka tidak menemukan nilai baru. Sikap orang Saduki inilah yang harus kita perhatikan, agar tidak menjadi ukuran di dalam pola iman kita. Mari berpaling pada Yesus, agar jalan hidup kita lapang menuju surga. (ap)

Tuhan Yesus, tegurlah kami di saat kami bersalah, ingatkan kami selalu untuk berpegang hanya pada jalan kebenaran-Mu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 123:1-2a.2bcd; R: 1a)

Ref: Kepada-Mu, ya Tuhan, aku melayangkan mataku.

  1. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di surga. Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya.
  2. Seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikian mata kita me- mandang kepada Tuhan, Allah kita, sampai ia mengasihani kita.
 

Allah bukanlah Allah orang mati melainkan Allah orang hidup (Mrk 12:18-27)

Pada suatu hari datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya, “Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita, ‘Jika seseorang yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.’ Ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang wanita, lalu mati tanpa meninggalkan keturunan. Maka yang kedua mengawini dia, tetapi juga mati tanpa meninggalkan keturunan. Demikian juga yang ketiga. Dan begitulah seterusnya, ketujuh-tujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Akhirnya wanita itu pun mati. Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami wanita itu? Sebab ketujuh-tujuhnya telah beristrikan dia.” Jawab Yesus kepada mereka, “Kalian sesat, justru karena kalian tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab di masa kebangkitan orang mati, orang tidak kawin atau dikawinkan; mereka hidup seperti malaikat di surga. Mengenai kebangkitan orang mati, tidakkah kalian baca dalam kitab Musa, yaitu dalam ceritera tentang semak berduri, bahwa Allah bersabda kepada Musa, ‘Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge