Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2016
  MASA BIASA PEKAN 13
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 1
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6
  Jumat, 1 Juli 2016
   
 

SETIAP ORANG YANG SIAP MEMBAJAK
TETAPI MENOLEH KE BELAKANG, IA TIDAK
LAYAK UNTUK KERAJAAN ALLAH

 
 
 
Am 8:4-6.9-12 | Mzm 119:2.10.20.30.40.131 | Mat 9:9-13

Aku akan mengirimkan kelaparan, bukan kelaparan akan makanan, melainkan kelaparan akan sabda Tuhan (Am 8:4-6.9-12)

Dengarkanlah ini, kalian yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini. Kalian yang berpikir, kapan pesta bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum? Kapan hari Sabat berlalu, supaya kita boleh berdagang terigu? Kita akan memperkecil takaran, menaikkan harga dan menipu dengan neraca palsu. Kita akan membeli orang papa dengan uang dan membeli orang miskin karena sepasang kasut. Kita akan menjual terigu tua. "Pada hari itu akan terjadi”, demikianlah sabda Tuhan Allah, “Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah. Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Kalian akan berkabung seperti atas kematian anak tunggal. Sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih.”
“Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikianlah sabda Tuhan Allah, “Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan kelaparan akan mendengar sabda Tuhan. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari Utara ke Timur untuk mencari sabda Tuhan. Tetapi tidak akan menemukannya.”

 

NASEHAT itu sudah begitu sering saya dengar, sejak dari masa kecilku, tapi entah mengapa aku tetap ingin mendengarnya. "Jangan lalai berbuat baik kepada orang, karena hanya dengan itu Tuhan membalasnya kepada dirimu melalui orang lain", demikian nasihat dari kesederhanaan ibu yang sudah sering saya dengar. Dengan profesiku sebagai imam, banyak kali orang datang kepadaku untuk dinasihati, dan banyak orang yang merasa diri tertolong. Tapi, bagi diriku sendiri, kata-kata peneguhan sederhana itu selalu kurindukan, padahal ada banyak nasehat lain yang lebih baik dapat aku peroleh dari pembimbing rohani, para konselor profesional, atau dari rekan misionaris dan superior. Kasih tulus ibu, itulah sesungguhnya yang aku perlukan, jauh lebih berharga daripada yang lain.

Ketika Yesus memanggil Matius untuk mengikuti-Nya, tanpa ragu ia pun meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Yesus. Ketika perjamuan itu diadakan di rumah Matius untuk menghormati Yesus, sahabat-sahabat Matius, sesama pemungut cukai yang dianggap orang berdosa, bergabung untuk ambil bagian. Mereka tanpa ragu menikmati sukacita ini, karena mereka tahu Yesus tidak menolak mereka. Kasih-Nya yang tulus telah menyentuh hati mereka. Kasih itulah yang dirindukan oleh orang Israel, sehingga kepada mereka yang tidak setia, Nabi Amos mengingatkan, akan datang saatnya mereka merindukan Sabda Tuhan, nilai agung yang menjadi pedoman hidup mereka.

Kebutuhan orang berbeda-beda, kemampuan orang untuk memenuhinya juga berbeda-beda. Ada yang membutuhkan lebih, yang lain kurang. Ada yang sanggup memenuhinya, yang lain tidak. Karena itu kita membangun solidaritas antar umat beriman. Kita saling menolong satu sama lain, baik kehidupan ragawi maupun kehidupan rohaniah. Bagi semua ini, kita dituntut menggunakan pedomans yang sama, yakni melakukan segalanya sebagai wujud kasih Kristus. Kita perlu melakukan semuanya dengan tulus, agar orang yang mendapat pertolongan sungguh mengalami perwujudan kasih Kristus yang tulus itu di dalam hidupnya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, panggilah kami sesering mungkin, agar hati kami selalu dipenuh dengan kasih-Mu yang menyelamatkan. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 119:2.10.20.30.40.131; R: Mat 4:4)

Ref: Manusia hidup bukan hanya dari roti tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

  1. Berbahagialah orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut sabda Tuhan.
  2. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, jangan biarkan aku menyimpang dari perintah-Mu.
  3. Hancurlah jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu.
  4. Aku telah memilih jalan kebenaran dan menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.
  5. Sesungguhnya aku rindu akan titah-titah-Mu, hidupkanlah aku dengan keadilan-Mu!
  6. Mulutku kungangakan dan mengap-mengap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.
 

Bukan orang sehat yang memerlukan dokter; Aku menginginkan kasih sayang, bukan persembahan (Mat 9:9-13)

Pada suatu hari Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku.” Matius segera berdiri dan mengikuti Yesus. Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa, makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Melihat itu orang-orang Farisi berkata kepada murid-murid Yesus, “Mengapa Gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarkan dan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Maka pelajarilah arti sabda ini, ‘Aku menginginkan belas kasihan, bukan persembahan, Aku datang bukannya untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge