Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2016
  MASA BIASA PEKAN 18
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 30 31 1 2 3
  Senin, 1 Agustus 2016
  St. Alfonsus Liguori, uskup dan pujangga gereja
 

WASPADALAH TERHADAP KETAMAKAN,
KARENA HIDUP SESEORANG TIDAK BERGANTUNG PADA HARTA BENDANYA

 
 
 
Yer 28:1-17 | Mzm 119:29.43.79-80.95-102 | Mat 14:13-21

Hai Hananya, Tuhan tidak mengutus engkau! Engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta (Yer 28:1-17)

Peristiwa ini terjadi di kota Yerusalem pada awal pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, yaitu dalam bulan yang kelima tahun yang keempat. Nabi Hananya bin Azur, yang berasal dari Gibeon, berkata kepadaku di rumah Tuhan, di hadapan para imam dan seluruh rakyat, “Beginilah sabda Tuhan semesta alam, Allah Israel: Aku telah mematahkan penindasan raja Babel. Dalam dua tahun ini segala perkakas rumah Tuhan yang telah diambil dari rumah ini oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang diangkutnya ke Babel, akan Kukembalikan ke tempat ini. Juga Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta semua orang buangan dari Yehuda yang dibawa ke Babel akan Kukembalikan ke tempat ini,’ demikianlah sabda Tuhan. ‘Sungguh, Aku akan mematahkan penindasan raja Babel itu!”
Lalu berkatalah Nabi Yeremia kepada Nabi Hananya di depan para imam dan seluruh rakyat yang berdiri di rumah Tuhan. Kata Nabi Yeremia, “Amin. Semoga Tuhan berbuat demikian! Moga-moga Tuhan menepati perkataan-perkataan yang kaunubuatkan itu dengan mengembalikan perkakas-perkakas rumah Tuhan dan semua orang buangan dari Babel ke tempat ini. Hananya, dengarlah perkataan yang hendak kukatakan kepadamu dan kepada seluruh rakyat ini. Nabi-nabi yang ada sebelum aku dan sebelum engkau, dari dahulu kala telah bernubuat kepada banyak negeri dan terhadap kerajaan-kerajaan yang besar, tentang perang dan malapetaka dan penyakit sampar. Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh Tuhan.”
Kemudian Nabi Hananya mengambil gandar yang terpasang pada tengkuk Nabi Yeremia, lalu mematahkannya. Berkatalah Hananya di depan seluruh rakyat, “Beginilah sabda Tuhan: Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan kuk Nebukadnezar, raja Babel, dari tengkuk segala bangsa!” Kemudian pergilah Nabi Yeremia dari sana. Dan sesudah Nabi Hananya mematahkan gandar dari tengkuk nabi Yeremia, bersabdalah Tuhan kepada Yeremia, “Pergilah dan katakanlah kepada Hananya, ‘Beginilah sabda Tuhan: Engkau telah mematahkan gandar kayu, tetapi Aku akan membuat gandar besi sebagai gantinya!’ Sebab beginilah sabda Tuhan semesta Allam, Allah Israel, ‘Kuk besi akan Kutaruh ke atas tengkuk segala bangsa ini, sehingga mereka takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel. Sungguh, mereka akan takluk kepadanya! Malahan binatang-binatang di padang telah Kuserahkan kepadanya.”
Lalu berkatalah Nabi Yeremia kepada Nabi Hananya, “Dengarkanlah, hai Hananya! Tuhan tidak mengutus engkau, dan engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta. Sebab itu beginilah sabda Tuhan, ’Sungguh, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah menghasut rakyat murtad kepada Tuhan.” Maka matilah Nabi Hananya dalam tahun itu juga, pada bulan yang ketujuh.

 

PRESIDEN DUTERTE dari Filipina, yang baru dilantik beberapa waktu lalu, secara terang-terangan mengakui dirinya sebagai penggemar wanita cantik, memiliki beberapa isteri, dan tidak peduli dengan nilai-nilai moralitas Katolik, agama yang juga dianutinya. Ia bahkan dengan berani mengeritik para uskup Filipina yang dianggapnya munafik, karena walaupun mereka tidak mendukung dirinya, mereka memanfaatkannya untuk sejumlah urusan seperti soal kepemilikan tanah dan properti. Tetapi, program kerakyatan yang ditawarkannya menghantarnya ke kursi presiden dengan kemenangan mutlak dalam pemilihan umum. Menurut banyak pengamat, kuncinya ada pada kejujurannya, menampilkan diri apa adanya, tidak menutup-nutupi keburukannya, tetapi menawarkan jalan alternatip yang memberi harapan bagi masyarakat yang terjajah korupsi dan kejahatan lain.

Nabi Yeremia dan Hananya bertentangan di dalam menyampaikan nubuat tentang Yerusalem, Bait Allah dan orang Israel. Hananya adalah nabi yang menjilat, menyampaikan nubuat palsu untuk menyenang-nyenangkan raja dan masyarakat. Ia memberi harapan palsu, Sementara itu, Yeremia tidak menutup-nutupi kekawatirannya, menyerukan pertobatan dan meramalkan kehancuran jika tobat tidak dijalani. Yeremia jujur dengan panggilannya. Kejujuran yang sama ditampilkan para murid Yesus yang tidak sanggup menolong orang banyak yang kelaparan. Namun kejujuran mereka dihargai Yesus. Dengan kuasa Ilahi-Nya, Yesus membuat mujizat melengkapi modal yang sudah dimiliki para murid. Orang yang kelaparan ditolong, iman para murid pun diteguhkan.

Semua orang beriman selalu berharap pada Tuhan, agar hidupnya damai dan sejahtera. Namun harapan itu harus dilengkapi dengan permohonan agar selalu diteguhkan. Orang-orang benar selalu berusaha melakukan yang baik untuk diri sendiri dan sesama, tetapi ada banyak orang jahat yang hanya ingin merusak damai dan sukacita orang lain. Menghadapi mereka, kita tetap mengandalkan Tuhan agar meneguhkan iman, memberi inspirasi dan kreativitas, sehingga kita mampu memberdayakan potensi kecil yang kita miliki, mengatasi aneka tantangan dan berbuat sesuatu untuk melayani sesama yang membutuhkan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, lengkapilah iman kami dengan harapan dan cinta yang berkanjang, agar kami siap menjadi utusanMu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 119:29.43.79.80.95.102; R: 68)

Ref: Ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku, ya Tuhan.

  1. Jauhkanlah jalan dusta dari padaku dan karuniakanlah Hukum-Mu kepadaku.
  2. Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.
  3. Biarlah orang-orang takwa berpihak kepadaku, orang-orang yang paham akan peringatan-peringatan-Mu.
  4. Biarlah hatiku tulus dalam ketetapan-ketetapan-Mu, supaya jangan aku mendapat malu.
  5. Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan aku; tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu.
  6. Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.
 

Sambil menengadah ke langit Yesus mengucapkan doa berkat, dibagi-bagi-Nya roti itu, dan diberikan-Nya kepada para murid.
Lalu para murid membagi-bagikannya kepada orang banyak
(Mat 14:13-21)

Sekali peristiwa, setelah mendengar berita pembunuhan Yohanes pembaptis, menyingkirlah Yesus. Dengan naik perahu Ia bermaksud mengasingkan diri ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia, dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasih kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Menjelang malam para murid Yesus datang kepada-Nya dan berkata, “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya dapat membeli makanan di desa-desa.” Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Mereka tidak perlu pergi. Kalian saja memberi makan mereka.” Jawab mereka, “Pada kami hanya ada lima buah roti dan dua ekor ikan.” Yesus berkata, “Bawalah ke mari.” Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Setelah itu Ia mengambil kelima buah roti dan kedua ekor ikan. Sambil menengadah ke langit diucapkan-Nya doa berkat. Di bagi-bagi-Nya roti itu dan diberikan-Nya kepada para murid. Para murid itu lalu membagi-bagikannya kepada orang banyak. Mereka semua makan sampai kenyang. Kemudian potongan-potongan roti yang sisa dikumpulkan sampai dua belas bakul penuh. Yang turut makan kira-kira lima ribu orang pria; tidak termasuk wanita dan anak.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge