Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2016
  MASA BIASA PEKAN 26
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
25 26 27 28 29 30
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
  Sabtu, 1 Otkober 2016
  Pesta St. Teresia Lisieux, perawan dan pelindung misi
 

IA TELAH MENERIMA SEGALA YANG BURUK, SEKARANG IA MENIKMATI GANJARAN SUKACITA KEKAL DI PANGKUAN ABRAHAM

 
 
 
Yes 66:10-14b atau 1 Kor 12:31-13:13 | Mzm 131:1-3 | Mat 23:20-23a

Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai (Yes 66:10-14b)

Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-sorailah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang pernah berkabung karenanya! Hendaknya kamu minum susu yang menyegarkan dan menjadi kenyang, hendaknya kamu menghirup dan menikmati susu yang bernas. Sebab beginilah firman Tuhan: Sungguh, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir. Kamu akan menyusu, akan digendong, dan akan dibelai-belai di pangkuan. Seperti seorang yang dihibur ibunya, demikianlah kamu yang Kuhibur; kamu akan dihibur di Yerusalem. Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh lebat.

ATAU Bacaan Lain:
Sekarang tinggal iman, harapan dan kasih, namun yang terbesar ialah kasih (1 Kor 12:31-13:13 )

Saudara-saudara, berusahalah memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi. Sekalipun aku dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan malaikat, tetapi tidak mempunyai kasih, aku seperti gong bergaung atau canang yang gemerincing. Sekali pun aku mempunyai karunia bernubuat dan aku tahu segala rahasia serta memiliki seluruh pengetahuan; sekalipun aku memiliki iman sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih itu sabar, murah hati dan tidak cemburu. Kasih tidak memegahkan diri, tidak sombong dan tidak bertindak kurang sopan. Kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak cepat marah dan tidak menyimpan kesalahan orang lalin. Kasih tidak bersukacita atas kelaliman, tetapi atas kebenaran. Kasih menutupi segala sesuatu, percaya akan segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, dan sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan. Nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, dan pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi bila yang sempurna tiba, hilanglah yang tidak sempurna. Ketika masih kanak-kanak, aku berbicara seperti kanak-kanak, merasa seperti kanak-kanak, dan berpikir seperti kanak-kanak pula. Tetapi sekarang, setelah menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Sekarang ini kita melihat gambaran samar-samar seperti dalam cermin, tetapi nanti dari muka ke muka. Sekarang aku mengenal secara tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal secara sempurna sebagaimana aku sendiri dikenal. Demikianlah tinggal ketiga hal ini: iman, harapan dan kasih; namun yang terbesar di antaranya ialah kasih.

 

PESTA St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus selalu mengingatkan diriku akan paroki asalku, Paroki St. Teresia, Kiwangona, Adonara Timur. Paroki ini memberiku banyak cerita, mulai dari pendidikan dasar, pembentukan karakter, hingga penelusuran jalan panggilan. Saya berasal dari kampung Tobi, sebuah stasi kecil, mungkin yang terkecil dari semua stasi di paroki ini. Namun sejak awal stasi ini selalu aktip membangun diri dan terlibat di dalam kehidupan paroki. Saya suka mengibaratkannya dengan riwayat St. Teresia, pelindung paroki, karena sebagai biarawati tanpa peranan khusus, ia memberi sumbangan besar dalam doa dan kontemplasi, puasa dan mati raga, tobat dan pembaharuan diri. Sumbangan kecil itu pun menjadi pesan luar biasa bagi seluruh gereja, bahwa Tuhan menggunakan yang kecil untuk menunjukkan kemuliaan-Nya dan kebesaran keselamatan-Nya..

Ambisi menjadi orang besar dan penting masih tetap menggerogoti hati nurani para murid yang mengikuti Yesus. Untuk menjelaskan pertanyaan mereka tentang siapa yang terbesar dalam Kerajaan Surga, Yesus justru menggunakan anak kecil sebagai ilustrasi. "Barangsiapa merendahkan diri seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar di dalam Kerajaan Surga", kata Yesus. Siapakah yang terkecil tersebut? Ternyata itu adalah gelar Yesus sendiri, karena ia telah merendahkan diri, menjadi manusia, melayani orang-orang dan akhirnya wafat di salib, demi keselamatan manusia. Para rasul tidak hanya perlu merendahkan diri seperti anak kecil tetapi juga turut serta di dalam salib pelayanan. Hanya dengan cara itu, mereka layak untuk disebut "orang besar" di dalam Kerajaan Surga.

Bagi kita, teladan Kristus itu menjadi model, namun sering kali kita tidak mampu menjangkaunya karena kelemahan kita. Belajar dari kelemahan itu, kita berusaha menerima dan menghayati kehendak Tuhan dengan sepenuh hati. Model kita ialah Bunda Maria yang mengandung dan melahirkan Yesus. Bulan Oktober ini menjadi bulan penuh rahmat, di mana kita secara khusus menghormati Sang Bunda. Dari Bunda Maria kita belajar rendah hati dan setia pada kehendak Tuhan. Tak ada manusia yang lebih dalam mengenal Yesus daripada dirinya, karena Ia menyertai Yesus sejak dari kandungan hingga pemakaman-Nya. Kepada pribadi ini, kita memohonkan doa yang berkanjang, agar rahmat Tuhan menaungi kita selalu. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami menjadi kecil, meneladani St. Teresia dan Bunda Maria, pendoa setia kami umat-Mu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 131:1-3)

Ref: Jagalah aku dalam damaiMu, ya Tuhan.

  1. Tuhan, aku tidak tinggi hati dan tidak memandang dengan sombong, aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
  2. Sungguh, aku telah menyenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
  3. Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya.
 

Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga (Mat 18:1-5)

Sekali peristiwa, datanglah murid-murid Yesus dan bertanya, "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata, "Aku berkata kepadamu, sungguh, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam namaKu, ia menyambut Aku."

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge