Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2017
  MASA BIASA PEKAN 4
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28        
  Rabu, 1 Februari 2017
   
 

BERBAHAGIALAH ORANG YANG MISKIN
DI HADAPAN ALLAH, KARENA MEREKALAH
YANG EMPUNYA KERAJAAN SURGA

 
 
 
Ibr 12:4-7.11-15 | Mzm 103:1-2.13-14.17-18a | Mrk 6:1-6

Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya (Ibr 12:4-7.11-15)

Saudara-saudara, dalam pergumulanmu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah. Janganlah kamu lupa akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak, "Hai anakku, janganlah meremehkan didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan olehNya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya dan menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak." Jika kamu menerima hajaran, maka di situ Allah memperlakukan kamu seperti anai. Di manakah ada anak yang tidak dihajar oleh ayahNya? Memang tiap-tiap hajaran, pada waktu diberikan, tidak mendatangkan sukacita tetapi dukacita. Namun kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang dilatih olehnya. Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah. Dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok tetapimenjadi sembuh. Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencermarkan banyak orang.

 

HUKUMAN fisik untuk para murid demi disiplin merupakan hal yang lumrah ketika saya duduk di Sekolah Dasar (SD). Banyak psikolog atau konselor menilai hukuman itu berakibat buruk para psikologi anak. Sambil tidak membenarkan hukuman fisik jenis ini, haruslah saya akui, bahwa penegakan disiplin dengan caa itu membentuk pola pikir baru tentang pendidikan. Ketika saya kecil, anak-anak harus didorong untuk meneruskan pendidikan pasca SD. Sekarang tak ada lagi anak yang tidak ingin mencapai pendidikan tinggi. Kemajuan ini antara lain merupakan buah dari penegakan disiplin bergaya "kekerasan" di jaman dulu.

PENULIS Surat kepada umat Ibrani mengingatkan peranan Tuhan yang selalu "menghajar" orang yang dikasihinya, bukan karena Tuhan itu sadis melainkan agar umat yang dikasihi itu tidak tinggi hati dan berpaling dari jalan kebenaran. Mengasihi tidaklah boleh mengorbankan kebenaran. Prinsip inilah yang dipegang oleh Yesus Kristus. Orang-orang di tempat asalnya memandangnya dengan sinis dan merendahkan, Yesus tetap konsekuen pada tugasnya, yakni mengungkapkan kebenaran. "Mujizat-mujizat yang demikian, bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya", kata orang- orang Nazaret. Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Mengapa mereka kecewa? Karena mereka tidak sanggup menerima, bahwa kebenaran itu terungkap oleh orang-orang yang biasa, yang telah mereka kenal. Harusnya kebenaran itu diungkapkan dengan luar biasa, dahsyat, menakutkan, dan seterusnya. Yesus mungkin orang kudus, tetapi Mesias? Tidak terbayangkan.

PENOLAKAN yang ditampilkan oleh orang-orang Nazaret menjadi gambaran orang yang tidak cukup rendah hati dalam memandang dan memahami kehendak Tuhan. Banyak dari orang Kristiani justru bersikap seperti ini. Kita tidak cukup rendah hati menerima kasih karunia Tuhan yang diwujudkan dengan cara-cara sederhana. Kita memandang rendah pihak-pihak lain yang justru bersaksi tentang kebenaran. Kita menolak menerima kehadiran Tuhan yang membawa perubahan. Jika demikian adanya, layaklah tangan Tuhan menghajar kita, agar suara hati kita dimurnikan kembali dan bisa melihat kebenaran Firman Tuhan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, runtuhkanlah kesombongan hati kami, jamahlah suara hati kami agar selalu bisa menyelami kehendakMu. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 103:1-2.13-14.17-18a; R: lih. 17)

Ref: Kekal abadi lah kasih setia Tuhan atas orang yang takwa.
  1. Pujilah Tuhan, hai katiku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, jangan lupa akan segala kebaikanNya.
  2. Seperti bapa yang saya kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takwa. Sebab Dia sendiri tahu dari apa kita dibuat, Dia sadar bahwa kita ini debu.
  3. Tetapi kekal abadil ah kasih setia Tuhan atas orang-orang yang takwa kepadaNya, sebagaimana kekal abadi lah kebaikanNya asal saja mereka tetap berpegang pada perjanjianNya.
 

Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri (Mrk 6:1-6)

Pada suatu ketika, Yesus tiba kembali di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Yesus mengajar di rumah ibadat, dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia. Mereka berkata, “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pula kah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian, bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya. “ Maka Yesus tidak mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidak-percayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge