Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2017
  MASA BIASA PEKAN 4
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28        
  Kamis, 2 Februari 2017
  Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah
 

BERBAHAGIALAH ORANG YANG MISKIN
DI HADAPAN ALLAH, KARENA MEREKALAH
YANG EMPUNYA KERAJAAN SURGA

 
 
 
Mal 3:1-4 | Mzm 24:7-10; R.10b | Ibr 2:14-18 | Luk 2:22-40

Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya (Mal 3:1-4)

Beginilah firman Tuhan semesta alam, "Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Tuhan yang kamu cari itu dengan mendadak akan masuk ke bait-Nya. Malaikat perjanjian yang kamu kehendaki itu sesungguhnya datang. Siapakah yang dapat tetap berdiri apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia laksana api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan perak, dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan kurban yang benar kepada Tuhan. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati Tuhan seperti pada hari-hari dahulu kala, dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah."

 

BERITA kelahiran anak itu menggembirakan hatiku, karena sudah lama ditunggu oleh semua anggota keluarga besarku. Tetanggaku ini sudah mempunyai tiga anak perempuan. Maka kelahiran anak keempat yang laki-laki membawa sukacita tersendiri. Aku mencari hadiah yang cocok bagi mereka, sekedar turut berbagi sukacita. Dan, aku melihat hidup orang tuanya berubah. Ayahnya menjadi lebih tenang menghadapi masalah, ibunya lebih sering tersenyum, anak-anak perempuan seperti mendapat mainan. Relasi dengan para tetangga lebih berwarna, keharmonisan menjadi lebih terasa. Semua karena kelahiran sang putera itu.

SIMEON DAN HANA menjadi gambaran sukacita yang terpenuhi. Mereka mengetahui janji Allah untuk mengirim Mesias. Mereka rindu menyaksikan pemenuhan janji itu. Mata batin mereka diasah untuk melihat benih-benih harapan. Batin yang terasah ini mampu melihat, bahwa keluarga muda yang miskin ini, Yosef, Maria dan Yesus, bukan keluarga miskin biasa. Aura ilahi terpancar kuat. Dan harapan mereka itu terpenuhi. Bayi yang dipersembahkan di Bait Allah ini lah Mesias yang dinanti-nantikan. Pewahyuan datang dari Roh, bukan dari ceritera manusia. Hanya iman sepeka Simeon dan Hana yang mampu memahaminya.

KEWAJIBAN kita menanggapi pesan iman hari ini ialah membina kepekaan iman, untuk bisa membaca tanda-tanda pewahyuan diri Tuhan, baik melalui orang, peristiwa maupun alam semesta. Hati manusiawi kita perlu dilatih dengan refleksi yang terus menerus, meditasi tentang Firman Tuhan, merenung penik-pernik kehidupan dan sebagainya, dan berusaha memungut mutiara-mutiara yang meneguhkan kehidupan. Jangan berpikir, bahwa pengalaman biasa itu tidak berarti. Kelihatannya tidak, tapi jika didalami maknanya, betapa indahnya. Maka, hargailah hidup, hargailah Firman Tuhan, renungkan dengan seksama dan petiklah buahnya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga nurani kami selalu peka memahami apa rencanaMu atas diri kami, agar kami dapat menjawabinya. Amin!

(c) 2017 twm

BACAAN LAIN:
Dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudaraNya (Ibr 2:14-18)

Saudara-saudara, orang-orang yang dipercayakan Allah kepada Yesus adalah anak-anak dari darah dan daging. Maka Yesus menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematianNya Ia memusnahkan Iblis yang berkuasa atas maut, dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham. Itulah sebabnya dalam segala hal Yesus harus disamakan dengan saudara-saudaraNya, supaya Ia menjadi Imam Agung yang menaruh belas kasihan, yang setia kepada Allah, untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Karena Ia sendiri telah menderita karena percobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 24:7-10; R: 10b)

Ref: Tuhan semesta alam, Dia lah Raja Kemuliaan.
  1. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan!
  2. Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan yang jaya dan perkasa, Tuhan yang perkasa dalam peperangan.
  3. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintun-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan!
  4. Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan semesta alam, Dia lah Raja Kemuliaan!
 

Mataku telah melihat keselamatan yang datang dari padaMu (Luk 2:22-40)

Ketika genap waktu pentahiran menurut hukum Taurat Musa, Maria dan Yusuf membawa Anak Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkanNya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan, “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.” Juga mereka datang untuk mempersembahkan kurban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
Waktu itu adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seoran gyang benar dan saleh hidup-nya, yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya dan kepadanya telah dinyata-kan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Atas dorongan Roh Kudus, Simeon datang ke bait Allah. Ketika Anak Yesus dibawa masuk oleh orang tuaNya untuk melakukan kepadaNya apa yang ditentukan hukum Taurat, Simeon menyambut Anak itu dan menatangNya sambil memuji Allah, katanya, “Sekarang Tuhan, biarkanlah hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan FirmanMu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari padaMu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi kemuliaan bagi umatMu, Israel.” Yusuf dan Maria amat heran akan segala sesuatu yang dikatakan tentang Anak Yesus. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel, dan untuk mennadi suatu tanda yang me-nimbulkan perbantahan – dan satu pedang akan menembus jiwamu sendiri – supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”
Ada juga di situ seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer, namanya Hana. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah menikah, ia hidup tujuh tahun bersama suaminya, dan sekarang ia sudah janda, berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Pada hari kanak-kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah, Hana pun datang ke Bait Allah dan mengucap syukur kepada Allah, serta berbicara tentang kanak Yesus kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
Setelah menyelesaikan semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah Maria dan Yusuf beserta Kanak Yesus ke kota kediaman mereka, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge