Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2017
  MASA BIASA PEKAN 4
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28        
  Jumat, 3 Februari 2017
  St. Blasius, uskup dan martir
 

BERBAHAGIALAH ORANG YANG MISKIN
DI HADAPAN ALLAH, KARENA MEREKALAH
YANG EMPUNYA KERAJAAN SURGA

 
 
 
Ibr 13:1-8 | Mzm 27:1.3.5.8b-9abc | Mrk 6:14-29

Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya (Ibr 13:1-8)

Saudara-saudara, peliharalah kasih persaudaraan. Jangan kamu enggan memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang, tanpa menyadarinya, telah menjamu malaikat-malaikat. Ingatkan akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri pun adalah orang-orang hukuman. Ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri masih hidup di dunia ini. Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan, dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. Janganlah kamu menjadi hamba uang, tetapi cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman, "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau, dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata, "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" Ingatlah akan pemimpin-pemimpinmu, yang telah menyampaikan sabda Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka. Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, hari ini, maupun selama-lamanya.

 

PERTEMUAN SVD Sumatera Utara, 24-26 Januari 2017, ditandai oleh perpisahan umat Paroki Pinangsori dengan P. Quirinus Sutrisno yang beralih ke Pulau Nias. Saya mendapat kehormatan untuk berkotbah. Saya menekankan pentingnya para misionaris belajar bahasa dan budaya sebagai pintu masuk mewartakan Sabda Tuhan. Yesus yang diwartakan itu tidak berubah selama-lamanya, namun ketrampilan para misionaris yang menentukan berhasil tidaknya pewartaan itu. Misionaris harus memadukan iman dengan intelek dan ketrampilan yang memadai. Itulah yang ditekankan oleh Surat kepada orang Ibrani dan dihayati oleh Yohanes Pembaptis yang menerima kemartiran sebagai buahnya. Dalam dua model kesaksian ini, intinya tetap sama, yakni Tuhan tidak membiarkan utusan-Nya berjalan sendirian.

KESAKSIAN iman itu banyak wujudnya. Yang paling biasa ialah pengajaran iman dalam kotbah, katekese dan latihan rohani lain. Namun kesaksian yang efektip justru muncul di dalam pelayanan. "Janganlah enggan memberi tumpangan, sebab dengan itu tanpa disadari kamu telah menjamu malaikat Tuhan" (bdk. Ibr 13:2). Ini masih dilengkapi oleh kesaksian darah (kemartiran) gaya Yohanes Pembaptis. Marilah kita memanfaatkan peluang kesaksian sebaik mungkin, agar pesan Injil mencapai hati banyak orang. Pada sisi lain, marilah kita meneguhkan iman, sebab bukan tak mungkin kemartiran akan dituntut dari kita. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, ingatkanlah kami akan penderitaan salibMu, agar kami tidak segan bersaksi tentang pengorbananMu. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 27:1.3.5.8b-9abc; R: 1a)

Ref: Tuhanlah terang dan keselamatanku.
  1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar.
  2. Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takutlah hatiku; sekalipun pecah perang melawan aku, dalam hal ini pun aku tetap percaya.
  3. Sebab di kala ada bahaya, Tuhan melindungi aku dalam pondokNya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemahNya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.
  4. WajahMu kucari, ya Tuhan, maka janganlah menyembunyikan wajahMu dari padaku, janganlah menolak hambaMu ini dengan murka. Engkaulah pertolonganku, ya Allah, Penyelamataku, janganlah membuang aku.
 

Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya kini bangkit lagi (Mrk 6:14-29)

Pada waktu itu Raja Herodes mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya memang terkenal, dan orang mengatakan, “Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati, dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.” Yang lain mengatakan, “Dia itu Elia!” Yang lain lagi mengatakan,”Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.” Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata, “Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan kini bangkit lagi.”
Memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegur Herodes, “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” Karena kata-kata itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci; jadi ia melindunginya. Tetapi setiap kali mendengar Yohanes, hati Herodes selalu terombang-ambing; namun ia merasa senang juga mendengar dia.
Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes – pada hari ulang tahunnya – mengadakan perjamuan untuk para pembesar, para perwira dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu puteri Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes serta tamu-tamunya. Maka Raja berkata kepada gadis itu, “Mintalah dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!” Lalu Herodes bersumpah kepadanya, “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun itu setengah dari kerajaanku!” Anak itu pergi dan menanyakan ibunya, “Apa yang harus kuminta?” Jawab ibunya, “Kepala Yohanes Pembaptis!” Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta, “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis dalam sebuah talam!” Maka sangat sedihlah hati raja! Tetapi karena sumpahnya dan karena segan terhadap tamu-tamunya, ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu dalam sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu, dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kubur.

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge