Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2017
  MASA BIASA PEKAN 4
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28        
  Sabtu, 4 Februari 2017
   
 

BERBAHAGIALAH ORANG YANG MISKIN
DI HADAPAN ALLAH, KARENA MEREKALAH
YANG EMPUNYA KERAJAAN SURGA

 
 
 
Ibr 13:15-17.20-21 | Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6 | Mrk 6:30-34

Semoga Allah damai sejahtera memperlengkapi kamu dengan segala yang baik (Ibr 13:15-17.20-21)

Saudara-saudara, marilah kita, dengan pengantaraan Yesus, senantiasa mempersembahkan kurban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan namaNya. Di samping itu, janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab kurban-kurban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah. Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka menjaga keselamatan jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggungjawab atasnya. Dengan sikap yang demikian mereka akan melakukan tugasnya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu. Oleh darah perjanjian yang kekal, Allah damai sejahtera, telah menghidupkan kembali Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita. Semoga Allah memperlengkapi kalian dengan segala yang baik untuk melakukan kehendakNya. Dan semoga Ia mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepadaNya, berkat Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

 

OLAHRAGA mendaki gunung disukai banyak orang yang berjiwa petualang. Menjelajahi hutan, menuruni lembah dan ngarai lintas alam, menghirup udara segar, menikmati keheningan pegunungan dan seterusnya. Ada seribu satu keindahan yang bisa dideretkan. Walaupun demikian, kegiatan mendaki gunung membutuhkan persiapan yang memadai, baik fisik maupun mental. Orang harus tahu pertolongan pertama pada kecelakaan, peralatan-peralatan yang diperlukan, ketahanan tubuh terhadap perubahan cuaca, dan terutama kerja sama tim dalam menghadapi situasi. Jika tak siap, kegiatan mendaki gunung malah berujung pada mimpi buruk yang mengubah hidup seseorang.

KARYA PEWARTAAN itu ibarat mendaki gunung. Secara sambil lalu, kelihatannya mudah dan indah, namun ketika serius ditekuni, ada begitu banyak yang harus dihadapi. Kita harus mengetahui dan memahami dengan baik Firman Tuhan dan kehendakNya. Lalu kita perlu membekali diri dengan strategi, metode dan keahlian yang baik. Kita perlu membangun kerja sama dengan para pelayan umat yang lain, menciptakan jejaring kerja dengan aneka pihak, dan seterusnya. Namun di atas semua itu, kita mesti memiliki iman yang kokoh menghadapi gempuran kegelapan yang tak berhenti menyerang. Penulis Surat Ibrani berdoa, kiranya umat Allah dilengkapi dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak Tuhan (bdk. Ibr 13:21). Oleh Yesus, karunia itu diwujudkan dengan mengajak para murid ke tempat yang sunyi, di mana mereka dapat menimba daya baru dalam refleksi dan doa. Hadirnya orang-orang banyak menggagalkan niat itu, tapi rencana itu sudah mengingatkan para murid pentingnya menarik diri sejenak dari rutinitas karya untuk merenung dalam doa.

MELAYANI sesama dalam karya pastoral itu seringkali sangat menyenangkan. Melihat sukacita umat yang didampingi, misionaris sering kali lupa, bahwa ia harus memelihara keutuhan iman dan misinya sendiri. Situasi yang demikian membuat kita berubah dari pewarta iman menjadi aktivis iman. Aktivisme tanpa asupan rohani yang memadai hanya memabukkan tetapi tidak membawa karunia peneguhan yang justru sangat kita perlukan. Marilah kita serius menanggapi tugas dari Tuhan, tetapi di saat yang sama kita juga harus serius menata jiwa dan raga kita sendiri. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, buatlah kami tak lelah berjuang demi Kerajaan- Mu, namun ingatkanlah kami untuk tidak meninggalkanMu. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 23:1-6; R: 1)

Ref: Tuhanlah gembalaku, aku takkan kekurangan.
  1. Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang dan menyegarkan aku.
  2. Ia menuntun aku di jalan yang lurus demi namaNya yang kudus. Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam, aku tidak taku bahaya, sebab Engkau besertaku. Tongkat gembalaanmu, itulah yang menghibur aku.
  3. Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan segala lawanku. Engkau mengurapi kelapaku dengan minyak, pialaku penuh berlimpah.
  4. Kerelaan dan kemurahanMu mengiringi aku seumur hidupku. Aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa.
 

Mereka itu bagaikan domba-domba tak bergembala (Mrk 6:30-34)

Pada waktu itu Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil. Setelah menunaikan tugas itu mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak!” Memang begitu banyaknya orang yang datang dan pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu ke tempat sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat, dan mereka mengetahui tujuannya. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu dan mereka malah mendahului Yesus. Ketika mendarat, Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka.
 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge