Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2017
  MASA BIASA PEKAN 5
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28        
  Minggu, 5 Februari 2017
  St. Agata, perawan dan martir
 

HENDAKLAH ORANG-ORANG MELIHAT PERBUATANMU YANG BAIK DAN MEMULIAKAN BAPAMU YANG DI SURGA

 
 
 
Yes 58:7-10 | Mzm 112:4-8a.9; R.4a | 1 Kor 2:1-5 | Mat 5:13-16

Terangmu akan merekah laksana fajar (Yes 58:7-10)

Beginilah firman Tuhan, “Aku menghendaki supaya engkau membagi-bagikan rotimu kepada orang yang lapar, dan membawa ke rumah-mu orang-orang miskin yang tak punya rumah. Dan apabila engkau melihat orang telanjang supaya engkau memberi dia pakaian, dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itu lah terangmu akan merekah laksana fajar, dan luka-lukamu akan pulih dengan segera. Kebenaran menjadi barisan di depanmu dan kemuliaan Tuhan menjadi pengiringmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil Tuhan dan Ia akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata, 'Ini Aku.' Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauingin sendiri, dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap, dan kegelapan akan seperti rembang tengah hari.”

 

BERTAHUN-TAHUN sudah aku meninggalkan masa pendidikan di tingkat SMA. Masa itu kukenang sebagai periode penempaan diri dan pembentukan karakter kepemimpinan. Saya dipilih menjadi ketua OSIS, dan privilese ini bisa dibilang sebagai peletakkan dasar kepemimpinan. Yang tidak saya perhatikan ialah, adik-adik kelas saat itu begitu patuh dan selalu melakukan apa saja yang disampaikan. Puluhan tahun berlalu, saya bertemu lagi dengan salah satu dari mereka. "Waktu itu saya mengagumimu", katanya, "begitu tenang dan berwibawa di hadapan para siswa. Saya lalu bertekad, saya harus seperti ini. Bertahun-tahun, tentu situasi hidup berubah, tetapi kesan itu kuat tertanam dan terus memberi motivasi bagi diriku." Aku merasa geli karena tidak merasa diri sehebat itu, tetapi juga terharu, karena apa yang aku anggap biasa, bagi orang lain itu inspirasi.

KITA MULAI dengan inti pewartaan dalam refleksi hari ini. Paulus dengan jelas menegaskan, bahwa yang diwartakan kepada orang banyak tak lain daripada Yesus Kristus yang disalibkan. Mengapa salib itu begitu penting? Karena di dalam salib itulah pemenuhan keselamatan manusia terjadi, di mana kematian Kristus membawa maut kepada kehancuran, sehingga kebangkitan yang terjadi sesudah itu menumbuhkan kehidupan baru bagi manusia berdosa. Salib yang diterima dan diimani oleh umat manusia menjadikan mereka manusia baru yang seluruh hidupnya dijiwai oleh Kristus. Orang yang dijiwai oleh Kristus tidak dapat tidak berbicara dan bertindak menurut Sabda Kristus. Itulah peranan sebagai garam dan terang dunia. Orang-orang yang bersaksi ini telah menjadi kota yang terletak di atas bukit, yang tidak mungkin tersembunyi. Dengan kata lain, pewartaan iman itu otomatis berjalan dalam hidup orang yang percaya kepada Kristus, karena tutur kata dan perbuatan mereka sudah mencerminkan Sabda Kristus, sejalan dengan ramalan Nabi Yesaya, "Terangmu akan mereka laksana fajar, dan luka-lukamu akan pulih segera" (Yes 58:8).

SESUNGGUHNYA Kristus tidak menuntut kita harus menjadi seperti diriNya. Ia menuntut kita berjuang maksimal, agar peranan sebagai garam dan terang dunia itu membawa hasil bagi Kerajaan Allah. Ada banyak kontribusi kecil yang dapat kita lakukan, namun itu tidak kita sadari atau kurang kita hargai. Kita sering bermimpi terlalu besar bagaimana menjadi utusan Tuhan. Lakukanlah tugas dan tanggung jawabmu setiap hari dengan penuh cinta. Hargailah sumbangan kecil sesama dan dirimu sendiri. Tuhan sendiri yang bersinar di dalam hidup dan pelayanan kita. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, segarkanlah kami selalu dengan cintaMu, agar kami dapat menjadi garam dan terang bagi sesama kami. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 112:4-8a.9 ; R: 4b)

Ref: Bagi orang benar Tuhan bercayaha, laksana lampu di dalam gulita.
  1. Bagi orang benar Tuhan bercahaya, laksana lampu di dalam gelap. Ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil. Orang baik menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya.
  2. Orang jujur tidak penah goyah, ia akan dikenang selama-lamanya. Ia tidak taku kepada kabar buruk, hatinya tabah, penuh kepercayaan kepada Tuhan.
  3. Hatinya teguh, ia tidak takut, ia murah hati, orang miskin diberinya derma. Kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.
 

Aku menyampaikan kepadamu kesaksian tentang Yesus Kristus yang disalibkan (1 Kor 2:1-5)

Saudara-saudara, ketika aku datang kepadamu, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa pun di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Aku pun datang kepadamu dalam kelemahan, dengan sangat taku dan gentar. Baik ajaran maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, melainkan dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya imanmu jangan ber-gantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.

 

Kamu adalah terang dunia (Mat 5:13-16)

Dalam khotbah di bukit, Yesus bersabda kepada murid-muridNya, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak-injak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin ter-sembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkan di bawah gantang melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.”
 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge