Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2017
  MASA BIASA PEKAN 5
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28        
  Senin, 6 Februari 2017
  St. Paulus Miki, dkk, martir Jepang
 

HENDAKLAH ORANG-ORANG MELIHAT PERBUATANMU YANG BAIK DAN MEMULIAKAN BAPAMU YANG DI SURGA

 
 
 
Kej 1:1-19 | Mzm 104:1-2a.5-6.10.12.24.35c | Mrk 6:53-56

Allah bersabda dan terjadilah demikian (Kej 1:1-19)

Pada awal mula Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan masih kosong. Gelap gulita meliputi samudera raya. Dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Allah bersabda, “Jadilah terang!” Maka jadilah terang. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nya dari gelap. Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Maka jadilah petang dan pagi: Hari pertama.
Allah bersabda, “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Maka Allah menjadikan cakrawala, dan Ia memisahkan air di bawah cakrawala dari air di atasnya. Dan jadilah demikian. Allah menamai cakrawala itu langit. Maka jadilah petang dan pagi: Hari kedua.
Allah bersabda, “Hendaklah segala air di bawah langit berkumpul pada satu tempat sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian. Allah menamai yang kering itu darat dan kumpulan air itu laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Allah bersabda, “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Maka jadilah petang dan pagi: Hari ketiga.
Allah bersabda, “Jadilah benda-benda penerang di cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap, menunjukkan hari dan tahun; dan sebagai penerang pada cakrawala, biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian. Maka Allah menjadikan dua benda penerang yang besar, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang kecil untuk menguasai malam; dan Allah menjadikan juga bintang-bintang. Semuanya itu ditaruh Allah di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Maka jadilah petang dan pagi: Hari keempat.

 

KETIKA masih bertugas sebagai Sekretaris Provinsi SVD Jawa di Surabaya, saya punya banyak waktu untuk memelihara tanaman. Sebetulnya saya tak terlalu suka merawat tanaman, tetapi kantor harus dihijaukan. Banyak tanaman dicari dan ditanam di halaman yang tidak seberapa luas itu. Ternyata kebanyakan bertumbuh dengan baik. Tetangga sebelah kantor pun tergerak untuk merawat tanaman di halamannya. Ternyata seorang staf kantor memperhatikan apa yang kami kerjakan dan berkomentar, "Pater itu tangannya dingin, apa saja yang ditanam pasti jadi." Tangan dingin! Ini gelar baruku. Ketika alam dipelihara dengan sepenuh hati, ia selalu memberi balasan yang setimpal.

REFLEKSI BIBLIS hari ini sesungguhnya memberikan penekanan yang sama, yakni manusia menjadi pusat dan mahkota dari karya Tuhan. Ketika Tuhan menciptakan alam semesta, ia tidak mulai dengan menciptakan manusia. Ia lebih dahulu menciptakan segala sesuatu: bumi dan cakrawala serta segala isinya. Ada tumbuh- tumbuhan yang menjadi sumber makanan bagi banyak makluk yang lain: hewan dan manusia. Ada air dan sinar matahari yang memberi hidup kepada tumbuhan. Dan seterusnya. Namun semua itu hanya akan mendapat nilainya, ketika Tuhan menciptakan manusia dan memberinya kuasa mengelola alam semesta. Di sini alam ciptaan itu mulai menemukan arti dan harga masing-masing. Sebesar apapun kekuatan alam, tak ada artinya kalau manusia tak memberi nilai. Dengan tujuan yang sama, Yesus memelihara keutuhan martabat manusia yang tercemar dosa.

MARTABAT manusia itu begitu penting walaupun dari segi ragawi tidaklah sekuat hewan di padang, burung di udara, ikan di laut atau pohon-pohon yang bisa mencapai ratusan Tahun. Namun iman dan budi membuat manusia itu begitu mulia. Ia bisa menjadi monster yang kejam tetapi juga utusan Tuhan yang menebar kasih kepada semesta. Karena itu Tuhan begitu mengasihi kita yang diciptakan menurut gambarNya sendiri. Jika Bapa menjadikan kita pusat semesta, jika Kristus memulihkan kita dari kecemaran dosa, kita pun wajib memelihara martabat kita sebagai jawaban kita atas cinta Ilahi yang tak berujung. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, doronglah kami lebih menghargai diri kami melalui kasih dan perhatian kepada sesama dan alam semesta. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 104:1-2a.5-6.10.12.24.35c; R: 31b)

Ref: Semoga Tuhan bersukacita atas karya-Nya.
  1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Tuhan, Allahku, Engkau sungguh besar! Engkau berpakaian keagungan dan semarak berselimutkan terang ibarat mantol.
  2. Engkau telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyah untuk selama-lamanya. Dengan samudera raya bumi ini Kau selubungi,air telah naik melampaui gunung-gunung.
  3. Di lembah-lembah Engkau membualkan mata air yang mengalir di antara gunung-gunung, burung-burung di udara bersarang di dekatnya, bersiul-siul dari antara dedaunan.
  4. Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan, semuanya Kaubuat dengan kebijaksanaan, bumi penuh denga ciptaan-Mu. Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
 

Semua orang yang menjamah Yesus, menjadi sembuh (Mrk 6:53-56)

Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Yesus pergi, ke desa-desa, ke kota-kota atau kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamahnya menjadi sembuh.

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge