Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2017
  MASA BIASA PEKAN 5
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28        
  Selasa, 7 Februari 2017
   
 

HENDAKLAH ORANG-ORANG MELIHAT PERBUATANMU YANG BAIK DAN MEMULIAKAN BAPAMU YANG DI SURGA

 
 
 
Kej 1:20-2:4a | Mzm 8:4-9 | Mrk 7:1-13

Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita (Kej 1:20-2:4a)

Ketika menciptakan alam semesta, Allah bersabda, “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung berterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.” Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah memberkati semuanya itu, sabda-Nya, “Berkembang biaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.” Jadilah petang dan pagi: Hari kelima.
Bersabdalah Allah, “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata serta segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar, segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Bersabdalah Allah, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara; atas ternak dan atas seluruh bumi, serta atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya; menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah bersabda kepada mereka, “Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut, burung-burung di udara, dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Bersabdalah Allah, “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji. Itulah akan menjadi makananmu. Sedang kepada segala binatang di bumi dan burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu sungguh amat baik. Maka jadilah petang dan pagi: Hari keenam.
Demikianlah diselesaikan langit dan bumi beserta segala isinya. Pada hari ketujuh Allah telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu. Maka berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan.

 

SEORANG seniman biasanya membuat banyak karya seni yang digemari oleh banyak orang. Namun biasanya, dia sendiri selalu melihat satu karyanya sebagai puncak dari seluruh ekspresi dirinya dalam dunia seni. Kita menyebutnya sebagai masterpiece seni yang selalu mengingatkan orang-orang akan sosok pribadinya itu. Demikian juga profesi lain seperti penulis, pebisnis, pejuang hak azasi manusia, praktisi hukum dan sebagainya. Ada peristiwa khusus yang akan dikenang sebagai puncak dari karier, yang akan terus mengobarkan rasa bangga.

KARYA PENCIPTAAN manusia dan alam semesta merupakan satu bentuk ungkapan diri Tuhan yang dikenal dalam sejarah hidup manusia. Jika dipahami secara harafiah dan diukur menurut ilmu pengetahuan modern, banyak bagian dari kisah-kisah penciptaan itu tidak logis. Namun pengungkapan kisah penciptaan itu sebagai ilustrasi rohani memberi kita gambaran sekilas, bagaimana hakekat Tuhan yang menjadi asal segala sesuatu itu. Kisah penciptaan manusia memberi pesan yang khusus, karena Tuhan menjadikan manusia menurut gambaranNya sendiri, dan kepadanya diserahi kuasa untuk mengelola alam semesta. Maka, selain badan ragawi, manusia juga diberi jiwa, kehendak bebas dan akal budi yang memungkinkannya membuat keputusan. Maka sesungguh manusia itu masterpiece ciptaan Tuhan, mahkota seluruh ciptaan. Karena itu martabat manusia harus dihargai. Mesikpun ajaran ini dikenal oleh orang-orang Israel, pada kenyataannya mereka membuat banyak aturan yang menyepelekan martabat manusia. Yesus tak membiarkan semua ini berlalu. Ia mengeritik sikap orang-orang Israel yang merendahkan martabat manusia. Ingat prinsip Yesus: Sabat itu ada untuk manusia, bukan sebaliknya.

MARTABAT manusia tetap menjadi tema yang relevan untuk dibahas dalam aneka pendalaman iman. Walaupun manusia bukan pencipta, peranannya di dalam karya keselamatan sangat besar. Karya itu ada karena Tuhan hendak menyelamatkan manusia dari perbudakan dosa. Tuhan dikenal dalam sejarah karena manusia membicarakan, menanggapi dan mewartakan firman-Nya. Karena itu, dalam situasi apapun, perjuangan kita haruslah menempatkan martabat manusia sebagai nilai yang harus dihargai. Jadilah orang beriman, dan jadilah manusia sejati. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, berikanlah kami pemahaman tentang karya penciptaanMu, dan ajarilah kami menghargai sesama kami. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 8:4-9; R: 2a)

Ref: Ya Tuhan, Allah kami, betapa mulia nama-Mu diseluruh bumi.
  1. Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kaupasang: Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
  2. Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah, Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak. Kauberi dia kuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kautundukkan di bawah kakinya.
  3. Domba, sapi dan ternak semuanya, hewan di padang dan margasatwa; burung di udara dan ikan di laut, dan semua yang melintasi arus lautan.
 

Kamu mengabaikan perintah Allah untuk berpegang pada adat istiadat manusia (Mrk 7:1-13)

Pada suatu hari serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. Mereka melihat beberapa murid Yesus makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. Sebab orang-orang Farisi – seperti orang-orang Yahudi lainnya – tidak makan tanpa membasuh tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang. Dan kalau pulang dari pasar mreka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas tembaga. Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada Yesus, “Mengapa murid-murid-Mu tidak mematuhi adat istiadat nenek moyang kita? Mengapa mereka makan dengan tangan najis?” Jawab Yesus, kepada mereka,”Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hal orang-orang munafik! Sebab ada tertulis, ‘Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadat kepada-Ku, sebab ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.’ Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”
Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. Karena Musa telah berkata, ‘Hormatilah ayahmu dan ibumu!’ dan ‘Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.’ Tetapi kamu berkata, ‘Kalau seorang berkata kepada bapa dan ibunya, Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, adalah digunakan untuk kurban, yaitu persembahan kepada Allah, maka kamu membiarkan dia untuk tidak lagi berbuat sesuatu pun bagi bapa atau ibunya. Dengan demikian sabda Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan!”

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge