Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2017
  MASA BIASA PEKAN 5
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28        
  Kamis, 9 Februari 2017
   
 

HENDAKLAH ORANG-ORANG MELIHAT PERBUATANMU YANG BAIK DAN MEMULIAKAN BAPAMU YANG DI SURGA

 
 
 
Kej 2:18-25 | Mzm 128:1-5 | Mrk 7:24-30

Tuhan membawa Hawa kepada Adam, dan keduanya menjadi satu daging (Kej 2:18-25)

Tuhan Allah bersabda, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja! Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Maka Tuhan Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nya lah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana manusia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak. Ketika ia tidur, Tuhan Allah mengambil satu rusuk daripadanya lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangun-Nya lah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu, “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

 

SEORANG perempuan berpakaian seksi berjalan melintasi tempat sekelompok orang muda duduk ngobrol. Kehadirannya langsung mengundang reaksi. Ada yang bersuit-suit, yang lain memberi komentar yang vulgar, yang lain menunjukkan sikap tergoda oleh penampilannya. Hanya ada seorang pemuda yang menunjukkan sikap tidak suka dengan teman-temannya. "Andaikata yang lewat tadi adalah ibu atau saudarimu, akankah kamu berbuat serupa?" tanyanya mangkel. "Tentu saja tidak", sahut salah seorang temannya. "Masa aku menggoda ibu atau saudari sendiri?" "Ingat", sahut pemuda yang tersinggung, "perempuan itu saudari atau ibu atau isteri seseorang. Mereka pasti tak suka. Murnikan hatimu, maka penampilan seksi itu tidak masalah. Bukan dia yang menggodamu, tetapi pikirmu sendiri."

ADAM DAN HAWA berjalan telanjang di dalam Taman Eden, dan keduanya tidak merasa malu satu sama lain. Mengapa? Karena hati dan budi mereka masih murni. "Inilah tulang dari tulangku dan daging dari dagingku", kata Adam menyambut Hawa yang dihantar Tuhan kepadanya. Namun kemurnian cara pandang itu berumur pendek. Hati mereka dibelokkan oleh godaan kegelapan. Ketika dosa mencederai jiwa mereka, cara pandang mereka pun berubah satu terhadap yang lain. Kegelapan telah mengambil hati murni itu dan menggantinya dengan hawa nafsu. Dengan cara berbeda, kegelapan yang sama merongrong hidup perempuan Siro Fenisia yang menjumpai Yesus. Ini sesungguhnya alasan campur tangan Tuhan ke dalam hidup manusia, yakni membebaskannya dari kuasa kegelapan dan memulihkan kembali martabat dirinya yang sudah dirobek-robek oleh dosa.

SERANGAN kegelapan itu datang dengan berbagai cara, bahkan ia bisa tampil seperti malaikat. Manusia lemah akan mudah tertipu dan masuk dalam perangkapnya. Maka harapan kita adalah Tuhan sendiri yang hadir dan membawa pembebasan. Karena itu, kita perlu membuka hati agar Tuhan senantiasa bertahta di dalam hati kita. Ketika hati kita dipenuhi oleh doa dan Firman, dikuatkan oleh rahmat sakramen-sakramen, ruang gerak kegelapan dipersempit dan energi rohaniah kita diperkuat. Dengan demikian, nurani kita semakin jernih untuk melihat di mana kebenaran. Jika Tuhan datang, semoga kita siap menyambutNya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, janganlah membiarkan kami dikuasai iblis, tetapi gerakkan hati kami untuk berpatut selalu padaMu. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 128:1-2.3.4-5; R: 1a)

Ref: Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan.
  1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
  2. Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu!
  3. Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan orang laki-laki yang takwa hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion; boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.
 

Anjing-anjing pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak (Mrk 7:24-30)

Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Galilea dan berangkat ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya. Tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah di situ ada seorang ibu yang anak perempuannya kerasukan roh jahat. Begitu mendengar tentang Yesus, ibu itu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Ibu itu seorang Yunani berkebangsaan Siro-Fenisia. Ia mohon kepada Yesus supaya mengusir setan dari anaknya. Yesus lalu berkata kepadanya, “Biarlah anak-anak kenyang dahulu! Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Tetapi ibu itu menjawab, “Benar, Tuhan! Tetapi anjing di bawah meja pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Lalu Yesus berkata kepada ibu itu, “Karena kata-katamu itu, pulanglah, sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” Ibu itu pulang ke rumah dan mendapati anaknya terbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.
 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge