Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2017
  MASA BIASA PEKAN 5
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28        
  Jumat, 10 Februari 2017
  St. Skolastika, perawan
 

HENDAKLAH ORANG-ORANG MELIHAT PERBUATANMU YANG BAIK DAN MEMULIAKAN BAPAMU YANG DI SURGA

 
 
 
Kej 3:1-8 | Mzm 32:1-2.5-7 | Mrk 7:31-37

Kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat (Kej 3:1-8)

Ular adalah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan Tuhan Allah. Ular itu berkata kepada wanita, “Tentulah Allah bersabda, ‘Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, ‘bukan?” Wanita itu menjawab, “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan. Tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah taman, Allah bersabda, ‘Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” Tetapi ular itu berkata kepada wanita itu, “Sekali-kali kamu tidak akan mati! Tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya, matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Perempuan itu melihat bahwa buah itu baik untuk di makan dan sedap kelihatannya, lagi pula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Maka ia mengambil buah itu, lalu dimakan dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia; dan suaminya pun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Ketika mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap Tuhan Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

 

BANYAK film atau bacaan diberi label untuk orang dewasa, paling kurang 18 tahun ke atas, terutama yang memuat pornografi dan kekerasan. Tujuannya ialah untuk melindungi perusakan mental anak-anak di bawah umur, yang belum cukup mampu membeda- kan yang baik dari yang buruk. Pornografi dan kekerasan itu sangat merusak kestabilan mental anak-anak. Walaupun demikian, ada juga orang yang tega memanipulasi kepolosan anak-anak dan menjerumuskan mereka ke dalam kejahatan. Ada kelompok teroris melatih anak-anak menjadi pembunuh berdarah dingin. Untuk merusak suatu bangsa, salah satu cara ialah merusak generasi mudanya. Jika generasi muda terobsesi dengan alkohol, seks, pergaulan bebas, dan sebagainya, sangat mencemaskan masa depan bangsa tersebut.

KEJATUHAN Adam dan Hawa karena godaan ular (iblis) menjadi contoh bagaimana batin yang polos diracuni, dikuasai serta dibelokkan ke arah yang dikehendaki kegelapan. Begitu mereka sadar akan pelanggaran mereka terhadap perintah Tuhan, batin mereka sudah tidak lagi memandang masalah hidup dengan polos dan jujur, melainkan penuh prasangka. Selain melalui mindset yang rusak, kegelapan juga bisa menguasai manusia melalui kebodohan. Ketika hati dan budi tidak sanggup mencerna dengan baik apa kehendak Tuhan, manusia berada di dalam kebutaan rohani. Situasi ini sangat berbahaya, karena ia mudah percaya apa saja yang disampaikan kepadanya. Kegelapan dapat memberi banyak masukan yang menyesatkan. Kisah Yesus menyembuhkan orang yang tuli menjadi simbolisasi campur tangan Tuhan untuk menyembuhkan nurani yang buta dan tuli terhadap kebenaran. Ketika kita tidak lagi berdaya menolong diri sendiri, kita berharap Tuhan turun tangan dan menyelamatkan kita.

WALAUPUN kita percaya Tuhan tidak meninggalkan kita, kita wajib memelihara diri kita sendiri dengan cara hidup yang baik dan benar di mata Tuhan. Mari kita menjauhkan diri dari aneka hiburan tak sehat berupa pornografi, seks bebas, alkohol, narkotik dan aneka gaya hidup hedonis yang lain. Kita perlu melatih diri dalam disiplin rohani yang baik, agar martabat diri kita terjaga dengan baik. Selanjutnya, kita perlu mengasah pengetahuan kita lewat belajar berbagai macam bidang ilmu, sehingga kita sanggup menarik hubungan antara satu bidang hidup dengan bidang hidup yang lain. Dengan akal budi yang baik, kita memiliki filter untuk melihat masalah. Semoga dengan itu kita lebih kuat menghadapi tantangan kegelapan dan kreatif mengatasinya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, tolonglah kami bangun dari dosa dan kebodohan, agar kami lebih mampu menghadapi kegelapan. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 32:1-2.5-7; R: 1a)

Ref: Berbahagialah orang, yang pelanggarannya diampuni.
  1. Berbahagialah orang yang pelanggarannya diampuni dan dosa-dosanya ditutupi! Berbahagialah orang yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan dan tidak berjiwa penipu!
  2. Akhirnya dosa-dosaku kuangkapkan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata, “Aku akan menghadap Tuhan, dan mengakui segala pelanggaranku.” Maka Engkau sudah mengampuni kesalahanku.
  3. Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi ditimpa kesesakan; kendati banjir besar terjadi ia tidak akan terlanda.
  4. Engkaulah persembunyian bagiku, ya Tuhan! Engkau menjagaku, terhadap kesesakan Engkau melindungi aku, sehingga aku luput dan bersorak.
 

Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berbicara (Mrk 7:31:37)

Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Tirus, dan lewat Sidon pergi ke Danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang tuli dan gagap dan memohon supaya Yesus meletakkan tangan-Nya atas orang itu. Maka Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian. Kemudian Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya, “Effata!” Artinya: Terbukalah! Maka terbukalah telinga orang itu, dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceritakannya kepada siapa pun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang, dan berkata, “Ia menjadikan segala-galanya baik! Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berbicara.”
 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge