Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2017
  MASA BIASA PEKAN 5
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28        
  Sabtu, 11 Februari 2017
  Bunda Maria dari Lourdes
 

HENDAKLAH ORANG-ORANG MELIHAT PERBUATANMU YANG BAIK DAN MEMULIAKAN BAPAMU YANG DI SURGA

 
 
 
Kej 3:9-24 |Mzm 90:2-6.12-13 | Mrk 8:1-10

Tuhan Allah mengusir manusia dari Taman Eden supaya mengolah tanah (Kej 3:9-24)

Pada suatu hari, di Taman Eden, Tuhan Allah memanggil manusia dan bersabda kepadanya, ‘Dimanakah engkau?” Ia menjawab, “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” Tuhan bersabda, “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon yang Kularang engkau makan itu?” Manusia itu menjawab, “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberikan buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian bersabdalah Tuhan kepada perempuan itu, “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu, “Ular itu memperdayakan aku, maka kumakan buah itu.” Lalu bersabdalah Tuhan Allah kepada ular itu, “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan. Dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah yang akan kau makan seumur hidupmu! Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
Dan kepada perempuan itu Tuhan Allah bersabda, “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu, dan ia akan berkuasa atasmu.” Lalu sabda-Nya kepada manusia itu, “Karena engkau mendengarkan isterimu dan memakan buah pohon yang telah Kularang untuk kaumakan maka terkutuklah tanah karena engkau! Dengan bersusah payah engkau akan mencari rezeki dari tanah seumur hidupmu; semak duri dan rumput duri akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau berasal dari debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”
Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. Dan Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. Bersabdalah Tuhan Allah, “Sesungguhnya manusia telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang, jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.” Lalu Tuhan Allah mengusir dia dari Taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Tuhan Allah menghalau manusia itu, dan di sebelah Timur Taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

 

PENGAKUAN bersalah diikuti penyesalan atas kejahatan oleh terdakwa di depan pengadilan bisa menjadi pertimbangan hamim untuk meringankan hukuman terdakwa ketika vonis dijatuhkan. Secara tidak langsung, terdakwa tampil sebagai seorang yang rendah hati, yang sadar akan konsekuensi kejahatannya, dan sekarang siap menerima hukuman. Di depan hukum, sikap ini dianggap sebagai niat baik dan kerjasama terdakwa. Akan sangat berbeda kalau terdakwa terus berusaha berkelit dan berusaha menghindar dari konsekuensi hukum, padahal semua bukti dan kesaksian jelas-jelas menggambarkan dirinya bersalah. Hukuman atas terdakwa seperti ini bisa diperberat karena dianggap tidak berniat baik dan tidak bekerja sama, sehingga menyulitkan proses penegakan hukum.

KENDATIPUN sempat berdalih dan mencari kambing hitam atas dosa yang telah dilakukan, Adam dan Hawa tidak bisa berbuat lain daripada menerima hukuman Tuhan. Mereka dikeluarkan dari Taman Eden dan ditempatkan di sebelah Timur taman itu, di tanah yang kering dan tandus, tempat Adam akan berjuang bermandi peluh untuk mencari rejekinya. Tuhan menempatkan malaikat dengan pedang bernyala untuk menutup jalan ke Taman Eden. Adam harus mengalami hidup tanpa cinta Allah, sehingg ia dapat belajar menghargai cinta tersebut. Pengalaman hidup di luar cinta Tuhan ini tidak berlangsung satu dua tahun, tetapi ternyata bergenerasi-generasi hingga berabad-abad kemudian. Tetapi Tuhan menunjukkan belas kasihnya kepada manusia dengan mengutus Yesus Kristus, yang menjadi pemenuh harapan segala bangsa. Dalam diri Yesus, Tuhan langsung campur tangan ke dalam hidup manusia, memberi anugerah yang diperlukan manusia, di saat mereka sendiri belum sanggup memohonnya sendiri. Mujizat perbanyakan roti dilakukan Yesus karena belas kasih, ketika Ia melihat mereka seperti domba tanpa gembala.

PERTOBATAN, silih dosa dan belas kasih Tuhan, berada dalam satu lingkaran keselamatan yang berkenan di mata Tuhan. Tidak ada manusia yang tidak pernah berdosa, sehingga tobat dan pengampunan adalah bagian hakiki dari penghayatan iman. Ketika kita berdosa, kita mengakui kelemahan kita di hadapan Tuhan dan memohon belas kasih. Kita tak sanggup menghapus dosa tetapi Tuhan berkenan melakukannya. Kita bisa membaharui diri sebagai bagian dari silih dosa, sehingga Tuhan menganugerahkan belas kasihNya, agar kita memulai hidup baru. Maka, sebagai orang beriman, mari kita saling menolong satu sama lain, agar bertobat dan melakukan silih dosa dengan tulus. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, anugerahilah kami belas kasihMu, sehingga kami dapat terus hidup dalam harapan akan keselamatan. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 90:2-6.12-13; R: 1)

Ref: Tuhan, Engkaulah tempat perlindungan kami turun-temurun.
  1. Sebelum gunung-gunung dilahirkan, sebelum bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari sediakala sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.
  2. Engkau mengembalikan manusia kepada debu, hanya dengan berkata, “Kembalilah, hai anak-anak manusia!” Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin atau seperti satu giliran jaga di waktu malam.
  3. Engkau menghanyutkan manusia seperti orang mimpi, seperti rumput yang bertumbuh: di waktu pagi tumbuh dan berkembang, di waktu petang sudah lisut dan layu.
  4. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Kembalilah, ya Tuhan, berapa lama lagi? Dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
 

Mereka semua makan sampai kenyang (Mrk 8:1-10)

Sekali peristiwa sejumlah besar orang mengikuti Yesus. Karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata, “Hatiku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.” Murid-murid-Nya menjawab, “Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?” Yesus bertanya kepada mereka, “Berapa roti yang ada padamu?” Jawab mereka, “Tujuh.” Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Yesus mengambil ke tujuh roti itu, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan. Dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka mempunyai juga beberapa ikan. Sesudah mengucap berkat atasnya, Yesus menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak tujuh bakul. Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. Akhirnya Yesus segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge