Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2017
  MASA BIASA PEKAN 6
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28        
  Senin, 13 Februari 2017
   
 

JIKA YA, KATAKAN YA; JIKA TIDAK,
KATAKAN TIDAK; APA YANG LEBIH DARIPADA
ITU DATANG DARI SI JAHAT

 
 
 
Kej 4:1-15.25 | Mzm 50:1.8.16c-17.20-21 | Mrk 8:11-12

Kain memukul Habel, adiknya, lalu membunuh dia (Kej 4:1-15.25)

Adam menghampiri Hawa, isterinya. Maka mengandunglah wanita itu, lalu melahirkan Kain. Hawa berkata, “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan Tuhan”. Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain. Habel menjadi gembala kambing domba, sedang Kain menjadi petani. Setelah beberapa waktu lamanya, Kain mempersembahkan sebagaian dari hasil tanah itu kepada Tuhan sebagai kurban persembahan. Habel juga mempersembahkan kurban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya. Maka Tuhan mengindahkan Habel dan kurban persembahannya itu, Tetapi Kain dan kurban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas dan mukanya muram. Sabda Tuhan kepada Kain, “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Masakan mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu. Dosa itu sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”
Pada suatu hari Kain berkata kepada Habel, adiknya, “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. Sabda Tuhan kepada Kain, “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawab Kain, “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” Sabda Tuhan pula, “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah. Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. Apabila engkau mengusahakan tanah, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu. Engkau akan menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.” Berkatalah Kain kepada Tuhan, “Hukumanku itu lebih besar daripada yang dapat kutanggung. Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan bersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi. Barangsiapa bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.” Sabda Tuhan kepadanya, "Sekali-kali tidak! Barangsiapa membunuh Kain, ia akan dibalas tujuh kali lipat.” Kemudian Tuhan menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh siapa pun yang bertemu dengan dia.
Adam menghampiri pula isterinya. Lalu wanita itu melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamainya Set, sebab katanya, “Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya.”

 

PERLINDUNGAN Tuhan atas Kain, berkat atau kutukan? Pada satu sisi, Kain merasa, bahwa oleh perbuatannya membunuh Habel, adiknya, ia pasti akan dimusuhi seluruh dunia, dan ke mana ia pergi ia akan dilawan, dianiaya dan dibunuh. Tetapi Tuhan berkata, bahwa Ia akan memberi tanda pada Kain, sehingga tidak ada orang yang membunuh dia. Kutuk atau berkat? Saya yakin kedua-duanya. Kain masih memiliki nurani, maka ia ketakutan dan mengeluh, "Hukumanku ini lebih besar daripada yang dapat kutanggung." Dengan dibiarkan Tuhan hidup, hukuman itu akan terus berlanjut, lebih lama dan lebih menyakitkan. Tetapi dengan itu ada juga pintu pertobatan. Kain menjadi prototipe manusia yang menolak kasih Tuhan dan tenggelam dalam nafsu jahat, sehingga tega mengorbankan orang lain, hanya karena orang lain itu memperoleh karunia lebih banyak karena kebaikannya. Tetapi dalam diri Kain juga ada perlindungan Tuhan, karena ia kemudian membangun bangsanya sendiri (bdk. Kej 4:17-24).

DOSA KAIN itu tercatat dalam Kitab Taurat (Kejadian) yang telah menjadi tuntunan hidup orang-orang Israel selama berabad-abad. Akan tetapi perilaku orang-orang Israel tetap sama: melawan Tuhan ketika ada kesempatan. Orang-orang Farisi meminta tanda surgawi dari Yesus. Sebagai Putera Allah, Yesus berkuasa untuk melakukan tanda-tanda itu, tetapi motivasi di balik permintaan kaum Farisi ini membuat tanda surgawi menjadi tidak relevan. Jika mereka mempelajari Kitab Taurat dan tulisan-tulisan para nabi, mereka akan tahu, bahwa para nabi di masa lalu mengalami hal yang sama. Seorang yang ditolak kenabiannya justru terbukti dia adalah nabi yang diutus Tuhan. Bukankah Elia, Yesaya, Yeremia, Amos, Zakaria dan berbagai nabi lain selalu mengalami penolakan dan penganiayaan? Hal yang sama dapat terjadi pada Yesus, tetapi orang Farisi tidak belajar dari situ.

PENGALAMAN Kain dan sikap orang-orang Farisi adalah contoh dosa kesombongan yang ada pada manusia. Mungkin sesudah Yesus pergi, orang-orang Farisi itu tertawa-tawa dan merasa diri menang. Padahal dengan itu mereka justru terbuai dalam dosa dan semakin dalam terperosok. Bertemu dengan Yesus merupakan berkat, mendengar pengajaranNya adalah benih baru, percaya kepadaNya adalah jalan kebenaran. Orang Farisi tidak melakukan demikian, merekapun tersingkir dari jalan keselamatan. Inilah yang sering terjadi pada anak-anak manusia, kita semua. Jika kita tidak cukup rendah hati dan membuka diri pada karunia Tuhan, bukan tidak mungkin kita akan termasuk dalam bilangan orang-orang yang tidak selamat di hadapan Tuhan. Sebuah tulisan di media sosial bisa mengilustrasi situasi kita, "Bagi orang yang percaya Tuhan, tidak perlu ada argumen logis dengan bukti-bukti yang mendukung; bagi orang yang tidak percaya Tuhan, penjelasan seistimewa apapun tidak pernah cukup." (ap)

Tuhan Yesus Kristus, kikislah kesombongan kami dengan salib dan kerendahan hati, dan antarlah kami dengan selamat kepada Bapa, agar kami mencapai pemenuhan diri kami bersamaMu. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 50:1.8.16bc-17.20-21; R: 14a)

Ref: Persembahkanlah puji syukur kepada Allah sebagai kurban.
  1. Yang Mahakuasa, Tuhan Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya. Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku.
  2. “Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?”
  3. “Engkau duduk, dan menjelek-jelekkan saudaramu, engkau memfitnah saudara kandungmu. Itulah yang engkau lakukan! Apakah Aku akan diam saja? Apakah kau kira Aku ini sederajad dengan kamu? Aku menggugat engkau dan ingin berperkara denganmu.”
 

Mengapa angkatan ini meminta tanda? (Mrk 8:11-12)

Sekali peristiwa datanglah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari padaNya suatu tanda dari surga. Maka mengeluhlah Yesus dalam hati dan berkata, “Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, Sungguh, kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberikan tanda.” Lalu Yesus meninggalkan mereka. Ia naik ke perahu dan bertolak ke seberang.
 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge