Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2017
  MASA BIASA PEKAN 6
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28        
  Selasa, 14 Februari 2017
   
 

JIKA YA, KATAKAN YA; JIKA TIDAK,
KATAKAN TIDAK; APA YANG LEBIH DARIPADA
ITU DATANG DARI SI JAHAT

 
 
 
Kej 6:5-8; 7:1-5.10 | Mzm 29:1a.2.3ac-4.3b.9b-10 | Mrk 8:14-21

Aku akan menghapuskan manusia yang Kuciptakan dari muka bumi (Kej 6:5-8; 7:1-5.10)

Tuhan melihat bahwa kejahatan manusia di bumi semakin besar, dan kecendrungan hati mereka selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Bersabdalah Tuhan, “Aku akan menghapuskan manusia yang Kuciptakan dari muka bumi, baik manusia maupun hewan, dan binatang-binatang melata maupun burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.”
Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di hadapan Tuhan. Maka bersabdalah Tuhan kepada Nuh, “Masuklah ke dalam bahtera, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. Dari segala binatang yang tidak haram, haruslah kau ambil tujuh pasang, jantan dan betina. Juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpeliharalah keturunannya di seluruh bumi. Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya. Dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu.” Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi.

 

ALMARHUM ayahku selalu memberi nasehat, jika suatu pekerjaan dapat dilakukan sendiri, tidak usahlah meminta orang lain turut serta, karena itu berarti menyita waktu dan konsentrasi mereka, yang mungkin harus memperhatikan sesuatu yang lebih penting bagi dirinya. Namun ketika orang lain memerlukan bantuanmu, kamu tidak boleh menunda, karena jika dirimu tidak membantu, mungkin orang itu tidak memperoleh sesuatu yang sangat penting bagi hidupnya. Pada prinsipnya, hati dan pikiran tidak boleh disia- siakan untuk memikirkan hal-hal yang tak penting, seperti irihati, cemburu, dendam, dan sebagainya.

PERINTAH Tuhan kepada Nuh itu sangat tidak logis, dan ditilik dari logika ilmu pengetahuan, sangatlah tidak mungkin. Akan tetapi sikap Nuh adalah gambaran sikap manusia yang seharusnya di hadapan Tuhan, yakni percaya penuh pada penyelenggaran- Nya dan yakin sungguh, bahwa kehendak Tuhan selalu bermuara pada kebaikan. Pada ilustrasi lain, para murid Yesus justru terlalu mengisi hati dan budinya dengan kecemasan-kecemasan yang tak perlu. Yesus mengingatkan para murid tentang bahaya ragi orang Farisi dan ragi Herodes. Yang dimaksudkan di sini ialah pola hidup yang mempengaruhi orang lain. Ragi Farisi ialah kemunafikan, ragi Herodes ialah kekejian. Para murid tidak boleh melayani dua hal ini, sebaliknya percaya penuh pada Guru yang telah berkuasa memperbanyak roti.

BAGAIMANA kita dapat percaya penuh kepada Tuhan? Tentu saja pengalaman kita tidaklah seperti pengalaman Nuh atau para murid yang menyertai Yesus. Secara personal saya dapat menulis demikian. Sebagai imam, saya mengimani dan mengajari orang bagaimana hidup dalam penyelenggaraan Ilahi. Ketika saya mulai mengatur strategi ekonomi komunitas dengan pendekatan pola untung rugi, rejeki komunitas seret. Ketika harta dipergunakan seperlunya dan menjadi sarana menolong orang lain, rejeki tidak pernah berhenti mengalir. Tidak pernah berlebihan tetapi tidak pernah kurang. Pesannya ialah, abdikan diri pada Tuhan dan yakin penuh, bahwa Ia akan memberikan semua yang diperlukan untuk hidup sebagai manusia yang bermartabat. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, ingatkanlah kami agar tidak cemas dengan hidup duniawi dan yakni penuh akan penyelenggaraanMu. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 29:1a.2.3ac-4.3b.9b-10; R: 11b)

Ref: Tuhan memberkati umat-Nya dengan damai sejahtera.
  1. Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga, sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan!
  2. Suara Tuhan terdengar di atas air, suara Tuhan mengguruh di atas air yang besar. Suara Tuhan penuh kekuatan, suara Tuhan penuh semarak.
  3. Allah yang mulia mengguntur, di dalam bait-Nya setiap orang berseru, “Hormat!” Tuhan bersemayam di atas air bah, Tuhan bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.
 

Awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes (Mrk 8:14-21)

Pada suatu hari murid-murid Yesus lupa membawa roti. Hanya sebuah roti saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kataNya, “Berjaga-jaga dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi orang Herodes.” Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain, “Itu dikatakanNya karena kita tidak mempunyai roti.” Ketika Yesus tahu, apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata, “Mengapa kalian memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kalian memahami dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kalian mempunyai mata tidakkah kalian melihat? Dan kalian mempunyai telinga, tidakkah kalian mendengar? Sudah lupakah kalian waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti yang kalian kumpulkan?” Jawab mereka, “Dua belas bakul.” “Dan pada waktu tujuh roti, yang kalian kumpulkan?” Jawab mereka, “Tujuh bakul.” Lalu Kata Yesus kepada mereka, “Masihkah kalian belum mengerti?”
 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge