Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2017
  MASA BIASA PEKAN 6
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28        
  Kamis, 16 Februari 2017
   
 

JIKA YA, KATAKAN YA; JIKA TIDAK,
KATAKAN TIDAK; APA YANG LEBIH DARIPADA
ITU DATANG DARI SI JAHAT

 
 
 
Kej 9:1-13 | Mzm 102:16-21.29.22-23 | Mrk 8:27-33

Pelangi-Ku akan Kutempatkan di awan sebagai tanda perjanjian antara Aku dan bumi (Kej 9:1-13)

Sesudah air bah, Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta bersabda kepada mereka, “Beranak cucu dan bertambah banyaklah, serta penuhilah bumi. Kalian akan ditakuti oleh segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut. Ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan. Segala yang bergerak dan hidup akan menjadi makananmu. Aku memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau. Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kalian makan. Tetapi mengenai darahmu, yakni nyawamu, Aku akan menuntut balasnya. Dari segala binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia, Aku akan menuntut nyawa sesama manusia. Siapa yang menumpahkan darah, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia menurut gambar-Nya sendiri. Tetapi kalian, beranak cucu dan bertambah banyaklah, sehingga tak terbilang jumlahmu di atas bumi, ya, bertambah banyaklah di atasnya.”
Bersabdalah Allah kepada Nuh dan anak-anaknya, “Camkanlah, Aku mengadakan perjanjian dengan kalian dan keturunanmu, dan dengan segala makhluk hidup yang ada besertamu, yakni burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi, segala yang keluar dari bahteramu, segala binatang di bumi. Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kalian, bahwa sejak kini segala yang hidup takkan dilenyapkan oleh air bah lagi dan takkan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.” Allah bersabda pula, “Inilah perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kalian serta segala makhluk hidup yang ada sertamu, turun-temurun untuk selama-lamanya: Busur-Ku akan Kutempatkan di awan sebagai tanda perjanjian antara Aku dan bumi.”

 

PELANGI adalah busur spektrum warna besar berbentuk lingkaran yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Cahaya matahari yang melewati butiran air membias seperti ketika menembus prisma kaca dan keluar menjadi spektrum warna pelangi. Jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda-beda berderet dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air. Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, dengan posisi pengamat berada di antara hujan dan matahari yang bersinar (lihat: WIKIPEDIA).

PERJANJIAN Tuhan dan manusia ditandai oleh pelangi. Menurut deskripsi ilmiah di atas, pelangi hanya terjadi ketika hujan turun bersamaan dengan matahari bersinar. Maka itu bukan hujan lebat. Dalam kasus air bah, itu menandai akhir dari badai yang melanda bumi, akhir dari kehancuran. Sesudah kehancuran, datang hidup baru, bersemi harapan baru karena belas kasih Tuhan. Pesan ini selaras dengan pesan Yesus kepada para murid-Nya. Ketika Petrus membuat pengakuan iman, bahwa Yesus adalah Mesias, Yesus merasa mereka sudah siap menghadapi badai iman, yakni salib dan kematianNya, namun diikuti oleh kebangkitan sesudah hari ketiga. Seperti pelangi bersemi sesudah badai, hidup baru bersemi bersama kebangkitan sesudah kematian.

SEPERTI para murid, kita juga sering tidak siap menghadapi badai kehidupan. Kita hanya mau menerima karunia sukacita tapi tidak mau menerima karunia salib. Padahal salib adalah pemurni jiwa yang sangat diperlukan, sehingga kebangkitan mrmberi arti baru bagi hidup dan pelayanan. Sadar akan penyertaan Tuhan yang tak pernah berakhir, mari kita dengan sadar membangun pola iman baru. Nikmatilah sukacita tapi jangan takabur, siapkan diri untuk salib tetapi jangan putus harapan. Selama kita percaua pada kasih Tuhan, tak ada yang perlu ditakuti. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, berilah kami salib yang sanggup kami pikul, dan ajarilah kami menemukan karunia indah di jalan salib itu. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 102:16-21.29.22-23; R: 20b)

Ref: Tuhan memandang dari surga ke bumi.
  1. Bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi menyegani kemuliaan-Mu, bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu; bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa, dan tidak memandang hina doa mereka.
  2. Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan, seba Ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari surga ke bumi, untuk mendengarkan keluhan orang tahanan, dan membebaskan orang-orang yang ditentukan harus mati.
  3. Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu, supaya nama Tuhan diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem, apabila para bangsa berkumpul bersama-sama dan kerajaan-kerajaan berhimpun untuk beribadah kepada Tuhan.
 

Engkaulah Kristus ! Anak Manusia harus menderita banyak (Mrk 8:27-33)

Pada suatu hari Yesus bersama murid-muridNya pergi ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-muridNya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Para murid menjawab, “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis ; ada juga yang mengatakan: Elia ; ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.” Yesus bertanya lagi kepada mereka, “Tetapi menurut kamu, siapakah Aku ini?” Maka Petrus menjawab, “Engkaulah Mesias!” Dan Yesus melarang mereka dengan keras, supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia.
Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan. Ia akan ditolak oleh para tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. Hal ini dikatakanNya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegurNya. Maka berpalinglah Yesus, dan sambil memandang murid-muridNya Ia memarahi Petrus, katanya, “Enyahlah Iblis! Sebab Engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah. melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge