Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2017
  MASA BIASA PEKAN 7
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28        
  Senin, 20 Februari 2017
   
 

KASIHILAH SESAMAMU DAN DOAKANLAH MEREKA YANG MEMBENCIMU, AGAR DIRIMU LAYAK MENJADI ANAK-ANAK ALLAH

 
 
 
Sir 1:1-10 | Mzm 93:1ab.1c-2.5 | Mrk 9:14-29

Kebijaksanaan diciptakan sebelum segala-galanya (Sir 1:1-10)

Segala kebijaksanaan berasal dari Tuhan da n ada pada-Nya selama-lamanya. Siapa dapat menghitung pasir di pantai, titik-titik air hujan, atau hari-hari segala abad? Siapa dapat menduga tingginya langit, luasnya bumi, dalamnya samudera atau dalamnya kebijaksanaan? Kebijaksanaan diciptakan sebelum segalanya, dan pengertian yang arif ada sejak dahulu kala. Kepada siapakah pangkal kebijaksanaan telah disingkapkan, dan siapakah mengenal segala akalnya? Hanya satu yang bijaksana, teramat menggetarkan, yaitu Yang Bersemayam di atas singasana-Nya. Tuhan sendirilah yang menciptakan kebijaksanaan. Ia melihatnya serta membilangnya. Segala ciptaan-Nya Ia penuhi dengan kebijaksanaan. Setiap makhluk menerimanya sekedar pemberian Tuhan. Ia membagikannya kepada orang yang mencintai-Nya.

 

MADAH PUJIAN atas kebijaksanaan yang ditulis oleh Yesus bin Sirakh ini sesungguhnya merupakan madah pujian bagi Tuhan, Sang Pemberi Kebijaksanaan kepada manusia. Barangsiapa yang kemudian bertindak bijaksana menuruti kata hatinya, ia bertindak menurut ketentuan Tuhan. Saya teringat akan doa Salomo meminta hikmat di hadapan Tuhan. "Ya Tuhan, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?" (1 Raj 3:7-9). Kisah sesudah doa itu (1 Raj 3:16-28) menunjukkan implementasi kebijaksanaan yang dikaruniakan Tuhan tersebut.

PENGHAYATAN iman secara tepat juga menuntut kebijaksanaan di dalam menilai diri. Pengalaman Yesus sendiri menunjukkan, jika salah menilai kekuatan diri, seseorang bisa membuat dirinya terperosok ke dalam kuasa kegelapan. Ketika mengusir setan, Yesus berhadapan dengan pihak-pihak yang secara tidak sadar bersekutu melawan diriNya. Pertama ialah kuasa kegelapan yang merasuki anak yang bertindak di luar kendali dirinya. Kedua ialah ayah si anak yang tidak percaya penuh pada kehendak Allah. Ketiga ialah para murid yang sebenarnya tidak mampu tetapi coba-coba mengusir setan dan tidak berhasil. Aliansi tak sengaja ini dapat menumbuhkan keraguan orang banyak atas hidup dan pelayanan Yesus. "Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?" tanya para murid sesudah peristiwa itu. "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa", sahut Yesus. Yesus menekankan berdoa, yang berarti menyerahkan diri sepenuhnya ke bawah perlindungan Tuhan. Hanya kekuatan dari Tuhan yang sanggup menaklukkan kegelapan.

JIKA kunci melawan kegelapan itu adalah berdoa, maka setiap orang beriman memiliki peluang untuk mewujudkannya. Berdoa berarti mengisi hati dan budi kita dengan kerinduan untuk selalu berada di bawah perlindungan Tuhan. Berdoa mengarahkan pikiran kita kepada Tuhan yang melindungi umatNya, sehingga kita mempersempit ruang batin kita bagi godaan kegelapan. Jika kita tidak dikuasai kegelapan, kita dapat berharap Tuhan memberi kita daya lebih untuk mengalahkan kegelapan. Ketika diri kita dibaharui oleh doa itu, kita berpeluang untuk membaharui komunitas umat beriman, yang pada gilirannya membaharui masyarakat. Senjata kita mengusir kegelapan adalah membangun rantai doa dengan melibatkan semua orang. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, penuhilah dan rajailah hati kami, agar tak ada jalan bagi kegelapan menjadikan kami alat-alatnya. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 93:1-2.5; R: 1a)

Ref: Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan.
  1. Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, dan kekuatanlah ikat pinggang-Nya.
  2. Sungguh, telah tegaklah dunia, tidak lagi goyah. Takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada.
  3. Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu berhiaskan kekudusan, ya Tuhan, sepanjang masa!
 

Aku percaya, ya Tuhan! Tolonglah aku yang kurang percaya ini ( M rk 9:14-29)

Pada suatu hari Yesus bersama Petrus, Yakobus dan Yohanes, turun dari gunung, lalu kembali pada murid-murid lain. Mereka melihat orang banyak mengerumuni para murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu dengan mereka. Ketika melihat Yesus, orang bany ak itu tercengang-cengang semua dan bergegas menyambut Dia. Yesus lalu bertanya kepada mereka, “Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?” Kata seorang dari orang banyak itu, “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. Setiap kali roh itu menyerang, anakku dibantingnya ke tanah. Lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan, dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah minta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.” Maka kata Yesus kepada mereka, “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”
Lalu mereka membawanya kepada Yesus. Dan ketika roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya; dan anak itu terpelanting di tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. Kemudian Yesus bertanya kepada ayah anak itu, “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya, “Sejak masa kecilnya! Seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api atau pun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu, jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” Jawab Yesus, “Katamu‘jika Engkau dapat?’ Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Segera ayah anak itu berteriak, “Aku percaya! Tolonglah aku yang kurang percaya ini!”
Ketika melihat makin banyak orang berkerumun, Yesus menegur roh jahat itu dengan keras, kata-Nya, “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau: Keluarlah dari anak ini, dan jangan memasukinya lagi!” Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncangkan anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang mengatakan, “Ia sudah mati.” Tetapi Yesus memegang tangannya dan membangunkannya, lalu ia bangkit berdiri. Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka, “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?” Jawab Yesus, “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.”
 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge