Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2017
  MASA BIASA PEKAN 7
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28        
  Rabu, 22 Februari 2017
  Pesta Tahta St. Petrus
 

KASIHILAH SESAMAMU DAN DOAKANLAH MEREKA YANG MEMBENCIMU, AGAR DIRIMU LAYAK MENJADI ANAK-ANAK ALLAH

 
 
 
1 Ptr 5:1-4 | Mzm 23:1-6 | Mat 16:13-19

Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu (1 Ptr 5:1-4)

Saudara-saudara yang terkasih, sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak, aku menasehati para penatua di antara kamu: Gembalakanlah kawanan domba Allah yang da padamu, jangan dengan terpaksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

 

NUANSA yang muncul kalau kita berbicara tentang tahta ialah kekuasaan. Orang-orang di negeri ini mau bertarung dengan cara apapun, termasuk cara-cara tak bermoral, untuk bisa meraih tahta kekuasaan. Bukan rahasia lagi kalau suap seakan-akan sudah menjadi bagian dari budaya sehari-hari. Nepotisme turut meramaikan kepincangan ini. Segala cara dipergunakan, karena tahta kekuasaan itu memberi banyak privilese. Kekuasaan yang diraih dengan cara demikian biasanya membuat orang serakah dan melalaikan tanggung jawab. Sebaliknya orang yang meraih posisi itu dengan cara yang bermartabat, rata-rata memanfaatkannya untuk pelayanan umum demi kebaikan bersama.

PESTA TAHTA ST. PETRUS memberi kita peluang merenungkan makna kekuasaan dalam pelayanan Gereja. Yesus sungguh raja bagi kita, karena kebangkitan-membawa keselamatan. Kekuasaan itu diwariskan kepada Gereja, dan para rasul mengambil alih tugas penggembalaan. Tetapi, makna tahta berbeda dari pemahaman dunia. Kekuasaan, jabatan dan tahta ini disiapkan untuk menjadi teladan bagi umat beriman yang mencari kebenaran, sehingga syarat utama yang dituntut Yesus ialah pengakuan iman. Petrus memberi pengakuan tanpa syarat itu, dan kepadanya diserahkan kunci kerajaan surga. Satu tugas khusus ialah menentukan apa yang dilepaskan di dunia, sebagai ukuran untuk pengadilan surga. Mungkinkah ia bertindak di luar rencana Tuhan?

MAKNA BARU kekuasaan di sini perlu disebarkan ke seluruh dunia, agar semua orang yang diutus Tuhan menjadi penguasa harus menyadari hakekat kekuasaannya, yakni untuk melayani sesama dan menolong mereka hidup sebagai manusia yang bermartabat. Kekuasaan yang menindas bukanlah berkat Tuhan. Kekuasaan yang menegakkan keadilan dan mengusahakan perdamaian harus menjadi pegangan bagi semua orang beriman, karena dengan itu kita menjadikannya instrumen keselamatan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga para penguasa sipil dan gereja belajar hakekat tahta anugerahMu, agar mau melayani sesama. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 23:1-6; R: 1)

Ref: Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan.
  1. Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. ia membimbing aku ke air yang tenang dan menyegarkan daku. Ia menuntun aku di jalan yang lurus demi namaNya yang kudus.
  2. Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam, aku tidak takut bahaya sebab Engkau besertaku. Tongkat gembalaanMu itulah yang menghibur aku.
  3. Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan segala lawanku. Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh berlimpah.
  4. Kerelaan dan kemurahanMu mengiringi aku seumur hidupku. Aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa.
 

Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaatKu! (Mat 16:13-19)

Sekali peristiwa Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka, “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, dan ada pula yang mengatakan Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaat-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga, dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”
 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge