Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2017
  MASA BIASA PEKAN 8
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28        
  Minggu, 26 Februari 2017
   
 

JANGANLAH KAWATIR TENTANG HARI
ESOK, KARENA HARI ESOK MEMPUNYAI KESUDAHANNYA SENDIRI

 
 
 
Yes 49:14-15 | Mzm 62:2-3.6-9ab; R.6a | 1 Kor 4:1-5 | Mat 6:24-34

Aku tidak akan melupakan engkau (Yes 49:14-15)

Sion berkata, “Tuhan telah meninggalkan aku, dan Tuhanku telah melupakan aku.” Maka berfirmanlah Tuhan, “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.”

 

NABI YESAYA tampil sebagai tokoh yang membawa penghiburan bagi umat Israel yang kehilangan harapan karena pendudukan bangsa itu oleh Kerajaan Asyur. Orang-orang Israel mendambakan kembalinya masa kejayaan dan kemakmuran Israel di bawah Daud, raja yang kuat dan berkuasa. "Tuhan telah meninggalkan aku", demikian keluhan orang Israel, tetapi Yesaya memberi harapan dengan menyampaikan firman Tuhan untuk meneguhkan mereka. "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya? Sekalipuna dia melakukannya, Aku tidak akan melupakan Engkau", kata Tuhan. Dengan kata lain, Yesaya mendorong umat Israel untuk tetap teguh berpegang pada janji Tuhan, walaupun di saat ini mereka menderita karena dihimpit kuasa asing yang tidak menyembah Tuhan.

HARAPAN akan pembebasan merupakan satu tema penting yang diwartakan oleh Yesus Kristus. Dalam kotbah di bukit, Ia memberi tekanan pada harapan ini dengan mengambil ilustrasi kehidupan alam di sekitar. Bunga di ladang itu berumur pendek, hidup hari ini dan besok sudah melayu dan dapat dibakar, tetapi keindahan bunga-bunga itu tak terkatakan. Apa arti keindahan itu kalau hanya bertahan sehari? Demikian juga burung di udara yang tak pernah mengolah tanah dan menabur benih, tetapi bagi mereka tersedia makanan dari Tuhan sendiri. Jika Tuhan memperhatikan ciptaan sederhana itu sedemikian besarnya, dengan seharusnya manusia menyadari, bahwa sebagai mahkota semua ciptaan, ia lebih mendapat perhatian dan kasih Tuhan. Puncak perhatian Tuhan itu ialah perutusan Yesus Kristus yang menjadi manusia, sehingga oleh kematian-Nya maut dikalahkan dan kehidupan baru bersemi berkat kebangkitan-Nya. Inilah tema penting yang lalu digarisbawahi oleh Paulus ketika menjalankan pelayanannya. Ia menemukan kurangnya iman di dalam jemaat-jemaat yang telah ia bangun dengan susah payah. Yang berhak menghakimi manusia adalah Tuhan, sedangkan tugas manusia ialah membangun tali persaudaraan yang tulus, menciptakan keharmonisan sebagai ladang subur yang menumbuhkan benih-benih hidup, sehingga manusia tak lagi cemas akan hidupnya.

TANGGAPAN manusiawi kita perlu dirumuskan dengan baik agar tidak mengundang persepsi yang keliru. Dengan penegasan itu, Tuhan tidak mengatakan, bahwa kita tak perlu bekerja. Yang ia inginkan ialah kita tak perlu membuang energi untuk kecemasan yang tidak berdasar. Karena itu, satu misi kita ialah membangun komunitas, baik umat beriman maupun masyarakat luas, menjadi lingkungan yang memungkinkan setiap orang berkembang sesuai dengan martabatnya. Dalam konteks hari ini, komunitas yang menghargai keragaman adalah wujud idealnya. Kita hidup bersama dalam keragaman budaya, bahasa, agama, etnis dan sebagainya. Sikap mau berdialog sangat kita perlukan, karena di sini kita mempertemukan ide-ide dan meredam egoisme yang membawa kehancuran. Ketika orang merasa nyaman dengan hidupnya, ia lebih tergerak untuk membuat orang lain nyaman. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, buatlah kami lebih mengabdi Engkau melalui perhatian yang tulus kepada sesama di sekitar kami. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 62:2-3.6-9a; R: 6a)

Ref: Hanya pada Tuhan lah hatiku tenang.
  1. Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari padaNya lah keselamatanku. Hanya Dia lah gunung batu dan keselamatanku. Hanya Dia lah kota bentengku, aku tidak akan goyah.
  2. Hanya dekat Allah saja aku tenang. Sebab dari padaNya lah harapanku. Hanya Dia lah gunung batu dan keselamatanku. Hanya Dia lah kota bentengku, aku tidak akan goyah.
  3. Pada Allah ada keselamatan dan kemuliaanku. Gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. Percayalah kepadaNya setiap waktu, hai umat. Curahkanlah isi hatimu di hadapanNya
 

Tuhan akan memperlihatkan apa yang direncanakan dalam hati (1 Kor 4:1-5)

Saudara-saudara, hendaknya orang memandang kami sebagai hamba Kristus dan pengurus rahasia Allah. Yang dituntut dari pengurus yang demikian ialah bahwa mereka nyata-nyata dapat dipercaya. Bagiku sedikit sekali artinya, entah aku dihakimi oleh kamu entah oleh suatu pengadilan manusia. Malahan aku sendiri tidak menghakimi diriku, Memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itu aku dibenarkan. Yang menghakimi aku ialah Tuhan. Karena itu, jangan lah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Dia lah yang akan menerangi juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan. Dia lah pula yang akan memperlihatkan apa yang direncanakan dalam hati. Pada saat itu lah tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.
 

Janganlah khawatir akan hari esok (Mat 6:24-34)

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepaa Allah dan kepada Mamon. Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah khawatir akan hidupmu, apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah khawatir pula akan tubuhmu, apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan, dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai, dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, toh diberi makan oleh Bapamu yang di surga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu khawatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal. Namun, Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Maka janganlah kamu khawatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu, bahwa kamu memerlukan semua itu. Karena itu, carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. sebab itu, jangan lah kamu khawatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge